MENYIASATI KOPI YANG TIDAK ENAK

Nikmat kopi memang subjektif. Tapi kopi yang tidak nikmat biasanya mutlak. Lalu bagaimana menyiasati ketika kamu disuguhi kopi yang kurang cocok untuk seleramu?

DALAM urusan ngopi tidak selamanya kita beruntung. Ada satu dari 50 kali ngopi kita mendapati kopi yang benar-benar jauh dari selera kita. Kopi yang jangankan dihabiskan hingga tandas, diteguk kedua kali pun sudah tak sanggup sekali rasanya.

Namun, untuk tidak menghabiskannya ada rasa nyeri yang tiba-tiba muncul di dada. Pertama, uang yang terbuang percuma. Kedua, terbayang sulitnya proses panjang kopi hingga sampai ke cangkirmu. Ada begitu banyak jiwa yang terlibat untuk secangkir kopi meskipun rasanya berakhir menyedihkan.

Untuk persoalan dilematis ini biasanya saya melakukan beberapa hal ini. Pertama, jika kopinya diseduh manual saya akan memanggil baristanya dan memintanya mencoba bersama-sama. Jika dia setuju bahwa ada yang keliru dengan kopi itu, maka masuk ke tahap selanjutnya, meminta es.

Es membantu rasa kurang nyaman kopi menjadi agak mendingan. Setidaknya kasus ini berhasil di saya. Tapi jika baristanya tidak setuju dengan rasa tidak enak kopi tadi, maka saya akan memesan kopi yang sama sekali lagi dan memintanya seduh. Kemudian membandingkannya lagi. Di sini kita akan menemukan di mana salahnya. Bukan untuk berdebat tapi hanya memastikan agar kopi enak senantiasa tercipta.

Kedua, jika kopinya berasal dari espresso dan turunannya biasanya saya akan menghabiskannya selagi hangat. Atau sering membawanya pulang lalu dibekukan di pencetak es berbentuk kotak. Saat beku kopi es ini bisa dicampur menjadi minuman sedap.

Biasanya saya mencampurnya dengan susu cair atau madu dan sirup rupa-rupa. Jika Americano yang tidak enak saya akan membekukannya dan mencampurnya dengan lemon dan soda. Asli sudah pasti enak dan tak ada kopi yang terbuang sia-sia.

Jadi jika kamu ke kedai kopi dan mendapatkan kopimu tak seenak biasa, jangan buru-buru dibuang atau ditinggalkan karena kamu bisa meniru dua hal ini demi kopi yang tak terbuang sia-sia.

 

Foto utama dari lifestylecoop.com

 

 

 

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.