MERAYAKAN MALAM DI GEROBAK KOPI PAYAKUMBUH

Ngopi itu tak kenal waktu. Bisa di pagi hari untuk memulai kebahagiaan, atau di malam hari untuk merayakan kehidupan. Di Gerobak Kopi Payakumbuh saya memilih alasan kedua.

PAYAKUMBUH bertahun lalu buat saya adalah sebuah kota tenang tempat persinggahan. Berdarah Minang membuat saya dan keluarga sering melintasi kota ini karena memang bertetangga dengan Kota Batusangkar tempat leluhur saya berasal. Kembali lagi ke Payakumbuh memberikan pengalaman yang lain. Kota ini sekarang maju dengan geliat anak muda yang membuat perekonomian food and beverage berkembang. Salah satu yang berkembang adalah industri kedai kopi yang dengan mengejutkan mencamuri Kota Payakumbuh.

Perjalanan dari Padang ke Batusangkar kami lakukan dengan santai. Setelah sehari sebelumnya menjelajah kebun kopi di Solok hasrat berkeliling kedai kopi semakin kuat. Kali ini kami memutuskan ke Payakumbuh via Batusangkar karena harus menjemput seorang teman. Payakumbuh ternyata tak sesantai dulu. Di berbagai sudut ada kehidupan yang asik. Pun generasi mudanya telah membangun kota ini menjadi kota yang asyik.

Kami mampir ke sebuah kedai kopi bernama Gerobak Kopi berdasarkan referensi seorang teman. Kedai kopi ini berada di sebuah ruko yang coffee bar-nya berada di depan kedai atau bisa dibilang di bagian terasnya. Beberapa pengunjung meramaikan kursi-kursi. Coffee bar pun sibuk dengan barista yang meracik kopi. Yang menarik di sini tidak menggunakan automatic espresso machine. Gerobak Kopi menggunakan si tangguh Rok Presso sebagai jagoan yang menghasilkan espresso base andalan mereka. Mantap jiwa!

Untuk ranah filter coffee, Gerobak Kopi memiliki pilihan yang cukup banyak. Alat seduh semacam Hario V60, Aeropress, Vietnam Drip dan lain-lain bisa dijadikan pilihan. Single origin-nya juga banyak. Saya mencicipi beberapa single origin andalan yang direkomendasi mereka; mulai dari Kerinci hingga Solok. Oh iya, tak lupa juga mencicip secangkir caffe latte yang lahir dari Rok Presso. Oh tenang kawan, rasanya tak kalah kok dengan latte yang lahir dari mesin espresso otomatis.

Malam semakin malam, sedang obrolan tampaknya tak habis-habis. Bersama barista, owner, sahabat kopi dan teman-teman pembahasan selalu lahir dan tentunya tak jauh-jauh dari kopi. Dari obrolan ini juga saya tahu bahwa awal mula beroperasi Gerobak Kopi bermula dari hanya sebuah ‘gerobak. I mean literally gerobak. Seiring waktu Gerobak Kopi berkembang dan mulai melebarkan lokasi hingga ke ruko yang sekarang menjadi ruangan indoor-nya.

Yang membuat takjub dari kedai kopi ini adalah harga kopinya sangat tidak merobekkan hati, eh kantong. Di papan harga di coffee bar saya tidak melihat daftar harga yang lewat dari 20 ribu rupiah. Di mana ngopi bisa semurah ini, coba? Ada sih tapi saya sendiri jarang menemukannya.

Jika ritual ngopi rasanya tak lengkap tanpa camilan, tenang saja. Gerobak Kopi juga menyediakan camilan asik semacam kentang goreng, Nugget Goreng, Roti Bakar hingga Roti Bakar spesial. Dan jika datang bersama pacar atau gebetan yang tak suka kopi ada beberapa pilihan menu non-coffee seperti green tea latte, taro latte, red velvet latte, cokelat panas hingga avocado juice. Lengkap sudah tempat ini!

Apapun ceritanya kehadiran Gerobak Kopi di Kota Payakumbuh adalah sebuah ranah kopi untuk merayakan hidup berkafein dengan lebih asyik. Jika saja saya tak harus ‘pulang kampung’ ke Batusangkar malam itu, mungkin saya akan menghabiskan waktu di sini lebih lama agar ngopinya jauh lebih terasa. Terima kasih untuk tim Gerobak Kopi yang telah menyambut dengan sepenuh hati. Lain kali doakan saya bisa mampir lagi. Salam kopi!

Gerobak Kopi Specialty Coffee

Jalan Ade Irma Suryani No.14a, Labuh Baru,

Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh,

Sumatera Barat 26218

 

10,829 total views, 185 views today

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.