METODE STANDAR ATAU DIBALIK, SIMAK PENGARUH RASA DARI TEKANAN AEROPRESS

Bisa dibilang alat kopi Aeropress ini adalah alat kopi favorit semua penikmat kopi, sebab selain mudah digunakan juga sangat memungkinkan untuk dibawa ke mana-mana bagi mereka yang sering berpergian. Selain nyaman untuk digunakan, Aeropress juga terbilang alat kopi yang unik karena menerapkan paduan dua teknik penyeduhan dalam menyajikan minuman kopi, pour over dan juga immersion. Akan semakin menarik lagi ketika membuat sajian Aeropress menggunakan Fellow Prismo, karakter rasa akan menjadi begitu kaya.

TIDAK perlu harus menjadi seorang barista atau ikut kelas barista untuk menyeduh kopi menggunakan Aeropress, karena dengan mudah kita bisa membuat kopi menggunakan Aeropress, hanya saja tentu perlu banyak latihan dan latihan untuk menyajikan kopi yang nikmat. Untuk saat ini, ada dua metode yang sering digunakan ketika akan membuat sajian aeropress yang pertama metode standar dan yang kedua dibalik. Lalu, muncul pertanyaan metode yang mana yang paling baik untuk membuat sajian aeropress.

credit: pinterest

STANDAR ATAU DIBALIK

Sekilas, menggunakan metode standar dalam penyajian aeropress secara logika harus butuh waktu yang singkat, sebab kopi yang dilalui air beberapa detik di awal sudah melalui paper filter dalam bentuk tetesan atau pun merembes tergantung grind size yang digunakan atau paper filter yang digunakan. Dan immersion pada tahap metode standar tidak terlalu lama, tapi pendapat akan hal ini tidak mutlak sama. Ada beberapa barista memang membiarkan tetap menetes ketika air seduhan telah dituang semuanya dan merendam bubuk kopi, tiap barista punya resep yang berbeda-beda untuk sajian nikmat mereka.

Berbeda dengan metode aeropress dibalik, penyajian pada teknik ini berfokus pada keleluasaan kita untuk mengeksplorasi waktu ketika perendaman berlangsung. Berapa lama waktu yang cukup untuk air seduhan mengekstraksi bubuk kopi pada masa perendaman ini. Karena pada metode dibalik, memasang paper filter pada tahap akhir setelah dirasa waktu sudah cukup untuk melakukan pressure. Hampir mirip perendaman pada metode french press yang memberikan kita kendali penuh seberapa lama air seduhan merendam bubuk kopi. Single origin dengan karakter yang ringan akan lebih menarik ketika menggunakan metode dibalik, karena akan mengoptimalkan ekstraksi pada tahap perendaman.

credit: javapress

Sederhananya dalam metode standar plunger dipasang di akhir dan paper filter di awal, sedangkan metode dibalik plunger dipasang di awal dan paper filter dipasang di akhir. Dari kedua metode ini sudah jelas memiliki perbedaan karakter rasa, metode standar yang fokus untuk mengeluarkan karakter rasa yang ringan sedangkan metode dibalik fokus mengeluarkan karakter rasa yang tebal. Jika ditanya mana yang terbaik, kedua metode ini punya penggemarnya masing-masing dan tentu tiap barista punya persepsi sendiri mana yang nikmat menurut mereka, apakah dengan metode standar atau dibalik. Namun demikian, kedua metode ini tidak terlepas dari seberapa cepat/lama pressure yang dilakukan ketika menekan plunger untuk memaksa air seduhan melalui bubuk kopi.

SEDIKIT TIPS UNTUK SEDUHAN TERBAIK AEROPRESS

Jangan lupa untuk membasahi terlebih dahulu paper filter dan juga membasahi aeropress yang akan digunakan, hal ini akan meminimalisir karakter rasa yang mengganggu untuk hasil akhir dari sajian aeropress.

Temukan ukuran gilingan bubuk kopi yang sesuai untuk kamu, apa pun metodenya standar atau dibalik, tentunya punya ciri khas sendiri. Mengeksplorasi momen seduhan ketika menuangkan air panas pada bubuk kopi merupakan hal yang penting, apakah mengaduknya atau hanya mendiamkannya saja hingga akhir.

Pada metode standar, jika ingin mengeksplorasi waktu perendaman agar tidak ada kopi yang menetes melalui paper filter, tutuplah menggunakan plunger sehingga ada tekanan balik yang membuat kopi tidak menetes. Kemudian, setelah memasangkan plunger mulailah tentukan waktu yang tepat untuk perendaman.

Memanipulasi rasa dengan perbedaan tingkatan tekanan pada plunger, seberapa cepat atau seberapa lama tentu akan menghasilkan karakter rasa yang berbeda. Semakin cepat dengan tekanan yang kuat maka akan lebih banyak karakter body yang dihasilkan, sedangkan tekanan yang lambat akan menghasilkan body yang tidak terlalu kuat dan clean cup.

Yang menarik lagi dari Aeropress, beberapa berpendapat Aeropress mampu menyajikan kopi serupa espresso jika penekanannya dapat mengimbangi kecepatan shot espresso, belum lagi munculnya Fellow Prismo yang memungkinkan air seduhan yang keluar berpusat di tengah, ini bisa menjadi alasan aeropress mampu sajikan espresso. Hanya saja pada aeropress ada tahap perendaman sedangkan untuk sajian espresso hanya dilalui air seduhan secara cepat tanpa tahap rendaman. Bagiaman menurut kamu, apakah aeropress mampu menyajikan sajian espresso.

src: bettercoffeeathome.com thecoffeeconcierge.net seattlecoffeegear.com img: doobybrain.com

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.