MIEL SPECIALTY COFFEE EXPERIENCE

Kemunculan kedai kopi bernama Miel di Medan membawa angin sejuk yang lain. Mewarnai industri kopi kota ini dengan senyum dan pengalaman yang tak bisa kau lupa hangatnya.

MIEL Specialty Coffee Experience, begitulah kira-kira nama panjangnya. Kedai kopi yang berlokasi di Jalan Dazam Raya, sebuah lokasi yang tak terlalu strategis namun menarik banyak jiwa. Kedai kopi ini tanpa papan nama, tapi secara ajaib mudah ditemukan. Sebuah tembok biru, tulisan “coffee” dan dua tanaman besar menjadikannya pertanda bahwa siapa saja yang lewat harus singgah di sini.

Saya tak menyangka bahwa sebuah kedai kopi nyaman ternyata tak butuh jendela. Saat mendorong pintu kayu untuk pertama kali, saya cukup takjub dengan kedai ini. Di balik coffee bar sapa ramah Hen adalah hal positif pertama yang saya dapat. Di sini kamu harus memesan dulu baru mencari bangku. Self-service menjadi budaya yang dicetak di sini. Tak semua kedai kopi di Medan bisa menerapkannya.

Kedai kopi ini tak luas, hanya ada beberapa meja, bangku yang menempel di dinding dan kursi-kursi yang berada di coffee bar. Desain kedai begitu minimalis dengan sentuhan kayu dan tanaman di sana-sini. Beberapa bagian di langit-langit dibuka agar cahaya bisa masuk dan menggantikan tugas jendela.

“Tak ada jendela, kak. Saya mau lebih fokus pada kopi dan pengunjung. Jendela hanya akan membuat konsentrasi saya terganggu,” begitulah kata Hen saat saya bertanya soal jendela. Hen adalah pemilik, barista, pelayan, sekaligus maskot kedai ini. Tanpanya Miel takkan hidup dan bersinar seseru ini.

Bagian unik lainnya adalah jam operasional kedai kopi ini yang hanya beroperasi dari 9 pagi sampai 5 sore. Sudah selesai! Tepuk tangan untuk Hen yang berani dengan jam operasional sesingkat itu. Nama Miel melesat cepat di kalangan penikmat kopi, mungkin karena kopinya sedap, tempatnya indah dan keunikan lainnya yang tak bisa dijabarkan satu-satu.

Saya sendiri sangat menyukai filter coffee yang datang dari beragam roastery, kadang Hen menawarkan guest beans-nya. Saat hari-hari panas saya memesan Iced Americano yang house blend-nya datang dari Seniman Coffee. Saat keinginan ngopi pupus, saya memesan Matcha Rose Latte yang tersohor. Mengunyah bunga mawar terasa tak horor rupanya.

Meski kecil Miel tak memberi sesak. Mungkin ada sesuatu yang meluaskan hati kita. Entah karena sambut hangat Hen yang melayani kita layaknya tuan rumah, atau tempat ini memang tercipta untuk memikat hati. Entahlah mungkin keduanya. Jujur, Miel menjadi tempat ngopi favorit saya akhir-akhir ini. Apalagi setelah mendengar perjuangan Hen mendirikan kedai ini.

Logonya yang bergambar tangan yang mengatup penuh bekas luka adalah tanda perjuangan Hen sewaktu bekerja di Negeri Kangguru. Dia mengaku kopi adalah passion yang lebih dari sekedar bisnis belaka. Banyak dari teman dan relasi saya yang mengaku bahwa Miel tak mungkin hanya didatangi sekali. Kedai ini seperti gravitasi, padanya kamu selalu jatuh!

Miel Specialty Coffee Experince

Jalan Dazam Raya No. 4 Medan

Jam Operasional : 09.00 – 17.00 WIB 

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.