MINGGU PAGI DI OMBE KOFFIE CIKAJANG

Jika Minggu pagi menjadi alasan untuk tidur lebih lama, untuk saya kali ini tampak berbeda. Pagi-pagi saya sudah tiba di kedai kopi bernama Ombe Koffie.

OMBE Koffie sendiri bukanlah sebuah nama baru di industri kopi. Kedai kopi ini sudah memiliki beberapa cabang dan tersebar bagai spora yang membahagiakan siapa saja yang singgah. Saya sudah beberapa kali ngopi di Ombe Koffie di cabang yang berbeda dan kali ini di Minggu pagi yang merahmati Jakarta tanpa macet saya melipir ke Cikajang yang masih di area Senopati Jakarta.

Tak sia-sia memang menyingkirkan rasa malam di hari libur untuk ngopi pagi. Suasana Ombe Koffie cabang terbaru ini benar-benar menyenangkan. Siapa sangka pukul 10 pagi di hari libur Ombe Koffie justru padat berisi orang-orang yang mau ngopi dan sarapan. Saya melihat banyak orang-orang mungkin komunitas sepeda yang bersantai di sini sehabis mengayuh sepedanya. Mungkin habis ‘ibadah’ car free day juga.

Nuansa Ombe Koffie begitu asyik dengan dominasi warna putih, kekayuan dan tanaman hijau yang dipajang di sana-sini. Di lorong luar banyak terparkir sepeda yang pemiliknya sedang ngopi dengan bahagia. Oh iya, di coffee bar mata saya terpesona dengan mesin espresso Modbar 2 Group yang jarang-jarang saya temui. Mesin espresso ini sungguh keren dan dijamin mpunya kedai kopi ini tidak sembarangan memilih Modbar sebagai ‘senjatanya’.

Selain Modbar di coffee bar juga ada espresso grinder Mazzer Kony 2 unit dan filter grinder idola kita semua Mahlkonig EK43. Saya yang sama sekali belum ngopi langsung mencoba secangkir espresso dari yang merupakan house blend mereka. Espresso yang dibandrol IDR. 35.000 ini campuran antara single origin Brazil, Gayo dan Java. Rasanya nikmat dan cukup memberi tendangan menyenangkan bagi pagi yang santai ini.

Tak cukup dengan espresso seperti biasa saya mencoba filter coffee single origin Kenya Tegu dari Collective Coffee. Aduh ini adalah single origin enak yang tak bisa saya lupakan. Sepertinya IDR. 60.000 sungguh sangat pantas saya bayarkan karena rasa kopinya nikmat sekali. Clean, bright and sweet sweet sweet like a warm hug. Agak berlebihan memang  saya mendeskripsikannya tapi beneran sungguh nikmat.

Cukup dengan dua kopi, kini saatnya makan karena hari sudah menjelang siang. Di sini disediakan menu non-halal jadi untuk kamu yang concern terhadap hal itu boleh memerhatikan baik-baik ya. Saya memesan pasta Aglio e Olio, teman saya memesan Pork Chop Sambal Matah on Rice dan Chicken Harissa masing-masing dibandrol IDR. 79.000, 70.000 dan 79.000. Duh makanannya juga enak banget. Pasta saya sederhana seperti demikian adanya dan sepertinya ini salah satu pasta terenak yang pernah saya coba.

Sudah kenyang dan berbahagia eh saya yang banyak maunya ini tergoda dengan Nitro Cold Brew yang diteguk tetangga meja sebelah. Jadilah saya pesan lagi si Nitro Cold Brew seharga  IDR. 50.000 ini. Aduhai juga menjelang siang meneguk yang segar-segar. Total selama duduk di Ombe Koffie saja sudah tiga kali ya ganti minum aneka kopi. Masih belum jam 12 kafein sudah banyak. Ha-ha-ha.

Jadi bisa dibayangkan ‘kan seasyik apa ngopi dan makan di Ombe Koffie ini. Dan secara keseluruhan saya sepertinya lebih suka dengan Ombe Koffie Cikajang yang baru ini. Suasananya, nikmat kopinya dan makanannya adalah tiga hal yang mungkin membuat saya enggan lupa. Kamu, ada yang sudah ke sini juga?

Ombe Koffie Cikajang

Jalan Cikajang No. 63, Senopati, Kebayoran Baru,

Jakarta Selatan

Buka : 08.00 – 20.00 WIB

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.