MOBILE COFFEE PHNOM PENH KAMBOJA

Saat melalukan perjalanan, beberapa kali saya ‘diselamatkan’ oleh kopi. Dan ini terjadi lagi di Phnom Penh, Kamboja.

SAYA cukup mencandu melakukan perjalanan darat menggunakan bus malam atau kereta api malam. Dan kemarin saya melakukan hal yang sama lagi untuk perjalanan dari Siem Reap ke Phnom Penh, Kamboja. Kami memilih sleeper bus yang memakan waktu kurang lebih 6 jam. Pukul 00.00 bus kami bertolak dari Siem Reap ke ibukota Kamboja, Phnom Penh.

Sesampainya di Phnom Penh, ternyata waktu baru menunjukkan pukul 6 pagi. Sedangkan waktu untuk check in adalah jam 2 siang. Di rentang waktu selama itu kami harus menemukan cara yang asyik. Untungnya penginapan AirBnB kami memperbolehkan kami untuk drop barang-barang terlebih dahulu namun belum bisa check in. Jadilah kami memutuskan untuk mampir ke sana.

Beruntung di depan penginapan itu kami menemukan kedai kopi yang sudah buka. Pukul 06.30 pagi mereka sudah buka! Sungguh kopi jualah yang menyelamatkan saya sekali lagi. Kedai kopi ini bernama Mobile Coffee. Kedainya kecil namun hangat dengan interior kayu yang menyenangkan.

Tak ada tamu lain selain kami tentu saja. Dan karena butuh tenaga, saya pun memesan secangkir Americano panas dan teman saya memesan Cappuccino hangat juga. Saya sungguh bersyukur Phnom Penh memiliki kedai kopi yang buka pagi. Jadi para pejalan seperti saya ini tak berakhir mengenaskan luntang-lantung di jalan. Ha-ha-ha.

Rasa Americano-nya menurut saya standar saja. Tapi saya takkan komplain mengingat nyamannya kedai kopi ini. Penasaran dengan Mobile Coffee ini, saya pun mencari tahu bahwa kedai kopi ini memiliki banyak cabang di Phnom Penh, salah satunya berada tepat di seberang AirBnB tempat saya menginap.

Pukul 9 pagi sudah banyak orang yang datang berlalu-lalang. Sampai lupa bahwa itu adalah Minggu pagi. Pantas jalanan sepi senyap sekali ha-ha-ha. Selain kopi, mereka juga menyediakan aneka jus segar, smoothies, teh dan matcha. Oh iya, ada juga pastry yang tiba pada pukul 10.00.

Para baristanya mungkin prihatin melihat kami. Jadi mereka menawarkan air putih hangat yang menurut saya adalah gestur yang manis sekali. Karena masih haus, saya pun memesan Orange Juice yang datang bersama disposable cup hitam yang kualitasnya bagus sekali. Di Indonesia ada nggak ya yang begini? Teman saya sampai-sampai mau bawa pulang.

Setelah saya lihat-lihat, Mobile Coffee ini lebih dari sekadar tempat persinggahan saja. Saya pribadi cukup nyaman dengan kedai kopi ini meskipun mereka tidak menyediakan kopi manual brewing. Paling tidak menu espresso base mereka lengkap dan mesin kopi serta grinder-nya juga cukup canggih.

Namun yang paling penting dari semua itu adalah kehadirannya yang sekali lagi menyelamatkan saya di sebuah pagi di kota asing!

Mobile Coffee

Street 135 (Corner with Street 450), Across ofNails Palace TTP,

Toul Tom Poung, Phnom Penh, Kamboja

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.