Asia Cafe & Travel International Japan

MOUNTAIN KIOSK COFFEE: KEDAI HANGAT DI TENGAH SALJU

IMG_2725

Kedai kopi memang selalu mampu menjadi tempat berteduh dari segala tantangan. Salah satunya tantangan badai salju yang luar biasa dingin di Kota Niseko, Hokkaido, Jepang.
Coffee is here!

Coffee is here!

SAYA tidak habis pikir jika ada orang yang tidak suka minum kopi. Bagaimana mungkin kamu mampu menolak nikmat dan hangat kopi yang memberikan bahagia sampai ke ubun-ubun. Hangat kopi benar-benar saya rasakan manfaatnya pada saat berlibur ke Kota Niseko, Hokkaido, Jepang. Cuaca sedang ekstrim benar dinginnya. Suhu pada saat itu mencapai -12’C dengan badai salju yang sedang gila-gilaan menghantam. Saya memang suka salju, tapi jika dingin dan situasinya begini salju mampu menjelma monster yang mengerikan. Menusuk dalam gigil yang tak berkesudahan. Untung siang itu saya menemukan sebuah kedai kopi yang berada di welcome centre Grand Hirafu. tanpa pikir panjang saya langsung melipir ke sana mencari seteguk dua teguk kehangatan.
Melewati tumpukan salju demi kopi.

Melewati tumpukan salju demi kopi.

Coffee bar yang sungguh sibuk.

Coffee bar yang sungguh sibuk.

Nama coffee shop itu adalah Mountain Kiosk Coffee. Seperti namanya kedai kopi ini memang berada di kaki gunung dan masuk ke dalam kawasan terkenal untuk bermain ski Grand Hirafu. Saat pintu kedai terbuka, suasana hangat dari pemanas ruangan langsung menerpa wajah. Melunturkan sisa-sisa dingin yang menyerang sedari tadi.Waktu saya mampir Mountain Kiosk Coffee sedang ramai-ramainya. Kedai kopi yang tak luas ini (kira-kira 3×6 meter saja) diisi manusia-manusia yang nyaris beku karena badai di luar. Meskipun disediakan meja dan kursi, banyak orang yang memilih minum kopi sambil berdiri. Mungkin karena berdiri terasa lebih hangat sepertinya.
Semua kopi disajikan pada paper cup.

Semua kopi disajikan pada paper cup.

Jaket tebal yang ditinggalkan sementara oleh pemiliknya.

Jaket tebal yang ditinggalkan sementara oleh pemiliknya.

Mountain Kiosk Coffee mengusung elemen kayu pada seluruh eksterior dan interior kedai kopinya. Suasana hangat terbangun dengan pasti. Saya memerhatikan coffee bar yang dihuni tiga barista yang sibuk meracik kopi. Wah meskipun kedai kopinya kecil tapi alat-alat kopi di coffee bar-nya lumayan juga. Saya melihat mesin espresso Nuova Simonelli 2 Group yang bersanding mesra dengan 2 automatic grinder Anfim, cukuplah untuk menjadi amunisi para manusia yang kedinginan laksana zombi. Orang-orang terus berdatangan ke sini dan tentunya dengan motivasi yang sama seperti saya: mencari kehangatan.
Alat perang penghasil kafein.

Alat perang penghasil kafein.

Mesin espresso dan mesin penggiling yang bekerja keras.

Mesin espresso dan mesin penggiling yang bekerja keras.

Setelah lama memilih single origin apa yang akan dicoba di sini akhirnya pilihan jatuh kepada Guatemala Bourbon dari perkebunan Santa Calina. Di sini tak disediakan manual brew jadilah biji kopi Guatemala tadi diseduh ala black coffee. Tak cukup sampai di situ saja, saya juga mencoba single origin Panama yang dibandrol 450 yen. Kalau boleh jujur sebenarnya kopi dari Mountain Kiosk Coffee ini agak terasa pahit, mungkin disebabkan roasting level-nya. After taste dari kopi yang saya coba tadi rata-rata low acidity, chocolaty dan nutty. Tapi tak apalah, setidaknya saya masih bisa menikmati kopi di tengah gunung salju begini. Lagi pula saya sungguh betah karena tempatnya nyaman, hangat dan pastinya ada kopinya.
Coffee first!

Coffee first!

Yang membuat saya makin suka di sini adalah Mountain Kiosk Coffee memiliki playlist musik klasik yang membuat para pengunjung rileks dan santai. Jadi meskipun kedai kopi sedang penuh sesak, suasana tetap terasa adem. Sebuah trik yang sangat jitu untuk meredakan suasana riuh dan sesak. Oh iya selain di bagian indoor, ternyata ada juga bagian outdoor yang berupa sebuah meja panjang dan kursi-kursi. Meja panjang itu kira-kira mampu menampung 10 orang dewasa. Tapi karena berhubung badai salju sedang gila-gilanya, maka tak banyak yang memutuskan untuk ngopi di luar. Mungkin takut mati beku kali ya. Ha-ha-ha.
Yuk beli oleh-oleh!

Yuk beli oleh-oleh!

Mountain Kiosk Coffee mengingatkan saya pada kedai kopi yang ada di dalam film. Dibangun dari kekayuan yang memberi kesan hangat. Begitu mencolok di gundukan salju-salju yang merasa lela serta para manusia yang singgah demi kopi yang hangatnya tak terelakkan. Sebuah kesatuan yang menyenangkan. Seperti mampir ke sebuah tempat yang menjanjikan kenyamanan. Untuk kalian yang ingin berlibur ke sini saat snow peak season, jangan lewatkan untuk datang ke sini. Bebaskan dirimu dari rasa dingin dan mari berbagi kehangatan melalui nikmat kopi yang memberi candu. Ah saya jadi rindu!
Mountain Kiosk Coffee
Grand Hirafu (welcome centre), Kota Niseko,
Hokkaido, Jepang
PAKET CAFE

7,510 total views, 3 views today

You Might Also Like

1 Comment

  • Reply
    Anita Saridewi
    February 22, 2017 at 4:07 pm

    Duduk di luar seruuu…. sambil liat gunung di depan. Lebih seru lagi kalo bis2 gede itu lagi nggak banyak yaa. I love their latte. And they sell the cute little mug for the souvenir as well.

  • Leave a Reply