NGOPI INDIE DI BUTFIRST COFFEE

Bagi mereka yang menyukai ngopi sambil menyesap ketenangan, ButFirst Coffee – menurut saya – adalah salah satu pilihan yang tepat untuk itu.

KATA Tania, seorang teman yang juga penggila kopi dan asli anak Jakarta, kedai kopi ini sedang hip di Instagram. Ia menunjukkan beberapa fotonya yang segera menarik perhatian Bernice dan saya sehingga kami kemudian meluncur menuju tempat ini. Padahal matahari sudah mulai tenggelam dan hujan sedang turun tanpa diundang. Tapi atmosfer kedai ini bisa segera menghangatkan suasana begitu kami tiba. Playlist berisi sejumlah lagu-lagu indie bernada ringan menyambut sejak di pintu masuk, diikuti senyum ramah dua barista di belakang meja bar.

butfirst coffee

Seorang barista menyapa kami dengan ramah sembari mencari posisi duduk masing-masing. Sebenarnya, kami tidak perlu mencari tempat duduk sih, karena kedai itu kebetulan sedang kosong ketika kami datang. Barangkali karena hujan.

Kedai ButFirst Coffee tampak depan.
Kedai ButFirst Coffee tampak depan. Foto oleh Liandro N. I. Siringoringo, Manual Jakarta.

ButFirst Coffee adalah kedai yang betapa sejak awal kita menginjakkan kaki segera memberi kesan bersahabat dan tenang. Mungkin karena ruang kedai ini tidak terlalu besar sehingga meja bar, barista, dan pelanggan tak diberi jarak. Melepaskan semacam vibe yang cozy dan akrab.

Ketika melongok ke daftar menunya, kedai kopi ini pun tergolong lengkap dengan menghadirkan berbagai pilihan espresso-based yang tidak melulu cappuccino atau latte. Menu-menu seperti piccolo, macchiato, double cortado atau flat white bisa kita dapatkan tanpa kesulitan. Pilihan single origin-nya juga cukup beragam dengan biji-biji yang berasal dari daerah-daerah tak jamak. Misalnya, biji Papua Jayawijaya atau Balau Toba. Nah lho.

Barista Bima sedang meracik kopi pesanan kopi dengan sepenuh hati.

Dua Barista yang sedang meracik kopi pesanan kami dengan sepenuh hati. :D
Dua Barista yang sedang meracik kopi pesanan kami dengan sepenuh hati. 😀

Sebuah cold dripper yang dipajang di belakang bar memantik semangat saya lebih jauh. Saya memesannya pada si Mas barista, tapi karena baru dibuat tadi siang dan belum jadi betul, jadilah saya memesan cappuccino saja—lagipula saya juga sudah kemasukan banyak kafein seharian ini.

Sambil menyeruput cappuccino dan menikmati suasana café yang tenang, Bernice – si tukang jualan di Otten Coffee itu – ternyata sudah cuap-cuap begitu akrabnya dengan para barista ButFirst. Mereka berbicara tentang pernak-pernik dan aksesoris, termasuk cangkir-cangkir keramik kopi di kedai ini, yang hampir semuanya dibuat handmade oleh seorang anak seni IKJ. Ah, barulah saya ngeh. Selain berkesan homey, kedai ini juga unik dan artsy. Interiornya memadukan sentuhan retro dengan beberapa perabot yang terlihat berasal dari era 70-an. Namun beberapa lukisan dan buku-buku bergaya Jepang di dinding dan meja depan membuatnya terlihat kontras dan nyentrik.

Salah satu sudut yang menghadirkan sentuhan retro.
Salah satu sudut yang menghadirkan sentuhan retro.

 

5
Cangkir keramik handmade khas ButFirst Coffee. Foto oleh Liandro N. I. Siringoringo, Manual Jakarta.

 

butfirst coffee
Buku bertulisan Jepang yang bisa ditemui di meja depan. Foto oleh Liandro N. I. Siringoringo, Manual Jakarta.

 

butfirst coffee
Foto oleh Liandro N. I. Siringoringo, Manual Jakarta.

Secara keseluruhan, kedai ini memiliki kemasan yang lengkap: suasana yang artsy (apalagi jika siang hari) dan racikan kopi yang nikmat. Pantaslah ButFirst menjadi hot topic di Instagram saat ini. :p

 

ButFirst Coffee Shop

Jl. Dharmawangsa Raya No.4 Jakarta

Jam buka: 7 pagi – 9 malam

 

cari-kopi otten

384 total views, 5 views today

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.