NGOPI (SAMBIL NGEBIR) DI COFFEEBEERIAN

Sebuah tempat perhentian sejenak saat sedang bosan dengan “kopi-kopian”.

SABTU malam yang akhirnya cukup lengang setelah tiga hari sebelumnya dipenuhi dengan aktivitas tiada henti dari pagi hingga lewat petang karena harus bolak-balik dua event ICE dan ICP, dua Youtubers—yang konon cukup terkenal di kalangannya—Bernice dan Irvan, juga saya, akhirnya memutuskan melipir ke sini untuk “meregangkan otot”. Terutama karena tempat ini cukup dekat dari hotel kami menginap di kawasan Senopati.

Nama Coffeebeerian sebetulnya tidak terlalu asing. (Belakangan saya tahu bahwa salah satu teman barista di Medan ternyata sempat bekerja di kedai ini). Neon dengan warna mencolok bertuliskan “Brewing Love Inside” di dinding luar adalah penanda bagus bagi orang-orang luar Jakarta yang berusaha menemukan tempat ini. Memasuki dalam kedai, suasananya terlihat santai. Lampu pendar putih hanya berada di area bar. Selebihnya, seluruh ruangan diterangi lampu pijar bercahaya lembut yang menimbulkan kesan hangat dan akrab. Hal-hal kecil semacam ini sangat masuk akal mengingat konsep mereka yang ingin membuat pengunjungnya rileks begitu masuk ke kedainya. “Pokoknya lo gitu masuk ke sini, lo tinggalin semua beban lo. Baik beban kerjaan, atau beban hidup. Di sini waktunya lo buat rileks,” jelas seorang baristanya sembari memberi tahu bahwa mereka juga tidak menyediakan Wi-Fi. “Jadi yang dateng mesti ngobrol sama temennya, bukan main hape,” tambah saya yang dibalas anggukan cepat si mba barista.

Neon di halaman depan.
Coffee dan beer.

Dua lelaki muda—yang dugaan saya berasal dari Britania Raya karena logat mereka—berbincang dengan nada cukup lantang. Barangkali mereka mulai sedikit mabuk melihat gelas setengah kosong di hadapannya. Tak lama, seorang pria tua dari Irlandia (saya tahu karena sedikit mencuri dengar bicaranya yang juga tak kalah lantang) menghampiri dan ikut mengobrol bersama mereka. Kami yang duduk di sofa di seberang mereka cukup menikmati keadaan itu. Saya berguyon kepada Bernice dan Irvan, “ini kayak adegan di film-film. Ada tokoh utamanya lagi stress, trus dateng ke bar lokal. Dia pesen minum, ngobrol sama bartender. Trus, ada orang lain yang nyamperin, dan mereka ngobrolnya kenceng banget… kayak gitu,” ujar saya sambil menunjuk bule-bule itu. Bernice dan Irvan tertawa-tawa lalu mengiyakan. Ah, tampaknya saya kebanyakan nonton film.

Menggenapi kombinasi namanya, Coffeebeerian adalah kedai yang menyediakan coffee dan beer. Namun, mereka menyajikan keduanya dengan konsep artisan. Spesialti. Setidaknya, itu kesan yang saya tangkap. Mesin espresso La Marzocco di belakang, mesin grinder Mahlkonig seri VTA di depan, dan beberapa kemasan kopi dari roastery yang lumayan terkenal di rak gantung menunjukkan bahwa mereka sepertinya tak mau main-main meskipun kedainya ditujukan untuk main-main.

Kopi manual brew.
Menyeduh kopi dingin pesanan kami.

Mencoba kopinya, kami memesan Kenya AB yang diseduh dingin, alias Japanese iced coffee. Rasanya menyegarkan, dan cukup sweet. Yah, khas kopi-kopi Afrika umumnya. Selain kopi, datang ke sini tentu saja harus mencoba craft beers-nya. Konon bir-bir yang mereka racik sebagian besar diramu dengan hops impor, sebagian kecil dari craft beer itu dikerjakan oleh artisan lokal Jakarta. Saya memesan dry stout seri Gate Keeper dingin yang nikmat sekali. Awal meneguknya terasa seperti cold brew, setelah menikmati hampir setengahnya, bir ini terkesan seperti nitro coffee in good spirits. Lol.

Gate keeper, craft beer yang rasanya nikmat.
Datang ke sini, dan bercengkeramalah dengan sesama.
Englishmen in Jakarta.

Selain kopi dan bir, sebenarnya mereka juga menyajikan makanan lain seperti cobe wings, beef burger, fish tacos, dan lainnya. Cuma makanan-makanan ini hanya bisa dipesan sampai jam 7 malam saja, karena setelahnya pengunjung umumnya datang untuk santai dan bersenang-senang.

 

Coffeeberian

Jam operasional: Senin-Sabtu, 08.00 – 23.30 (Minggu tutup)

Jl. Ciragil II No. 26, Senopati, Jakarta Selatan

 

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menggemari komik, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.