NGOPI TANPA SAMPAH? YUK COBA!

Mana mungkin ngopi bisa tanpa sampah? Setidaknya ada ampas kopi dan kertas penyaring yang akan berakhir di tong sampah kita. Oh tunggu dulu!

SEMESTA kita yang semakin tua ini, memungkinkan manusia melakukan apapun agar menjadikannya bestari dan nyaman untuk ditinggali. Salah satunya dalam urusan ngopi. Jika selama ini kita selalu menyumbangkan sampah untuk bumi sesaat setelah seduh, bagaimana jika kali ini kita menantang diri kita untuk ngopi tanpa sampah. Atau setidaknya mengurangi sampah tersebut atau menunda membuang sampah dengan menggunakannya kembali.

Januari 2019 saya memulai untuk menahan diri membuang sampah kopi saya secepat kilat. Jika selama ini sehabis seduh ampas kopi saya buang langsung ke tong sampah, maka kali ini saya gunakan kembali sesaat sebelum dibuang. Pertama, bisa dijadikan pengharum ruangan dan pengharum lemari es yang membuat aromanya segar. Kedua, sering saya jadikan masker dan scrub dengan mencampurkannya dengan minyak zaitun. Memang pada akhirnya dibuang juga, tapi setidaknya saya menundanya dan memanfaatkannya untuk hal lain bukan? Gaya hidup lebih eco-friendly bisa ditempa dari sini, pun gerakan zerowaste bisa digalakkan.

Yang lebih canggih dan belum sempat saya lakukan adalah menjadikan semua sampah kopi saya lebur dengan ‘mengkomposnya’ atau lebih dikenal dengan composting. Jika bingung bagaimana caranya kamu bisa menemukan panduannya di Google, kok! Pun compos bag-nya juga sudah dijual secara massal di situs-situs online.

Selain perihal ampas kopi sisa seduh, saya juga mendaur ulang paper filter atau kertas penyaring kopi saya. Setelah dipakai, saya mengeringkan semua paper filter. Setelah itu, semuanya saya kumpulkan dan bisa dipakai kembali menjadi buku catatan yang digabungkan dengan tali sebagai perekatnya. Teman saya malah lebih ekstrim karena dia menggunakan paper filter dua kali untuk menyeduh. Menurutnya tekstur paper filter tak terlalu berubah jika dipakai dua kali dan rasa pun tetap bertahan asal menyeduh dua kopi yang sama. Menarik juga!

Selain itu, cobalah untuk memantapan diri untuk tidak menggunakan gelas plastik dan sedotan plastik. Dua benda ini adalah yang paling dibenci bumi kita dan sampahnya merugikan ekosistem dengan begitu buruknya.

Jadi bagaimana? Mau mencoba memulai ritual ngopi tanpa sampah sama-sama?

Foto utama dari lifestylecoop.com

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.