NITRO COFFEE, KOPI BERTEKSTUR BIR

Nah, menurut bule-bule penggila kopi di luar sana, nitro coffee adalah tren yang menjadi hits tahun ini.

KETIKA banyak penggemar kopi masih khusyuk dengan cold brew, sebagian—kebanyakan di luar Indonesia sih—sudah larut dengan tren baru bernama nitro coffee. Bahkan ada yang berlagak dengan bilang bahwa cold brew is so 2014. Oke, saya nggak akan ikut-ikutan sok dengan menyebut kopi cold brew sudah ketinggalan jaman juga, tapi tidak ada salahnya jika kita berkenalan dengan minuman jenis baru yang katanya sedang hits ini. Sikat!

 

Apa itu nitro coffee?

Nitro coffee, foto oleh Tony Amato.
Nitro coffee, foto oleh Tony Amato.

Agaknya, musim panas yang terasa terlalu panjang di tahun 2015 adalah salah satu faktor mengapa kopi-kopi cold brew muncul menjadi idola. Nitro coffee pun bukan pengecualian. Kopi jenis ini sendiri sebenarnya sudah eksis sejak 2014, tapi di 2015 inilah ia semakin booming dan hits. Nitro coffee adalah variasi lain dari cold brew sehingga ia juga disajikan dengan menggunakan air dingin atau es. “Proses ekstraksi kopi menjadi lebih lama karena hanya memakai air dingin,” kata Hugh Duffie, co-director dari Sandows London, semacam coffee lab yang khusus menyajikan kopi-kopi cold brew. Menurut beliau ini, jika menyeduh dengan air dingin maka berbagai rentang rasa kopi bisa diekstraksi seutuhnya, artinya kopi pun menjadi tidak terlalu asam tapi memiliki rasa yang lebih lembut.

Bentuk nitro coffee sedikit mirip dengan bir karena gelembung-gelembung busa yang menempel di atas permukaannya. Hal itu disebabkan karena kopi ini diinfusi dengan nitrogen. Setelah menyeduh kopi cold brew dengan cara biasa, kopi dipindahkan ke dalam tabung atau bejana khusus yang gas oksigennya telah dikeluarkan. Setelahnya, nitrogen pun dipompa ke dalam. Nah proses infusi nitrogen ini berbeda-beda oleh setiap coffee shop/café. Ada yang memrosesnya hanya dalam hitungan jam, ada juga memrosesnya secara perlahan-lahan hingga memakan waktu 5 hari–seminggu.

Menu cold brew, dan juga nitro coffee, belakangan jadi hits di banyak kedai kopi di Amerika.
Menu cold brew, dan juga nitro coffee, belakangan jadi hits di banyak kedai kopi di Amerika.

Jadi, bagaimana rasanya?

Infusi nitrogen setidaknya jadi ikut memengaruhi rasa dan tekstur kopi. Menurut para master yang khusus menekuni cold brew, jenis ini memberikan semacam sensasi berbeda. Diane Aylswoth, direktur yang khusus mengepalai bagian cold brew di Stumptown Coffee Roasters menyebut bahwa “dibandingkan cold brew biasa, versi nitro coffee ini terasa lebih tajam dan sedikit manis.”

Sementara menurut Hugh Duffie dari Sandows London, nitro coffee terasa sangat menakjubkan. “Rasanya seolah-olah ada susu dalam kandungan kopi, padahal tidak.”

Di sisi berbeda, para penggemar kopi ada yang beranggapan bahwa nitro coffee terasa lebih creamy, meskipun disajikan hitam. Artinya, bagi coffee snob yang biasanya menyerapah jika ada gula atau susu yang dimasukkan ke dalam kopi, jenis ini barangkali tidak akan terlalu spesial selain hanya terlihat keren saja.

Nitro coffee on tap di Chocolate Fish Coffee di Sacramento
Nitro coffee on tap di Chocolate Fish Coffee di Sacramento

Sudah ada versi kemasannya

Meskipun bisa dibikin sendiri, tapi nitro coffee juga sudah ada versi kemasan—barangkali karena besarnya permintaan pasar akan kopi jenis ini. Beberapa coffee shop di Amerika bahkan secara khusus menaruh perhatian akan penjualan nitro coffee karena permintaannya yang membludak setiap minggu. Kebanyakan peminatnya suka karena selain dingin dan tak perlu es tentu saja, nitro coffee cenderung mirip seperti bir dingin rasa kopi.

 

Nitro coffee memang tergolong anak baru di dunia kopi, jadi reaksi penyambutannya pun macam-macam. Ada yang suka, ada yang tidak. Apakah Anda sudah pernah mencoba kopi cold brew jenis ini? Kalau sudah, bagaimana rasanya menurut Anda?

P.S. Jangan ketinggalan ‘resep’ membuat nitro coffee di majalah Otten Coffee disini! 

 

Photo sources: Foto utama adalah nitro coffee di Restoran Beatrix, Chicago.

 

banner-majalah-bruer

2,674 total views, 2 views today

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.