NOCH COFFEE MALANG

Kedai kopi itu tak perlu luas asal bisa meluaskan hati siapa saja yang singgah demi secangkir kopi.

KEMBALI ke Malang berarti kembali ke keseruan yang menyenangkan seputar teman lama, makanan enak dan tentu saja kopi hangat di tengah cuaca yang sejuk. Perjalanan ke Malang kali ini memang lumayan singkat tapi selalu mampu menyisipkan pengalaman yang saya damba. Di sela-sela waktu bertemu teman lama, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi sebuah kedai kopi satu lantai yang tidak luas tapi membuat hati lapang karena bahagia.

Hampir senja, Noch Coffee pun lengang hanya diisi beberapa muda-mudi yang duduk asyik dengan kesibukannya sendiri. Saya memilih duduk di sudut dekat jendela sambil menatap lekat-lekat ke seluruh penjuru kedai yang didesain minimalis dengan penerangan yang pas dan warna-warna yang netral. Sebuah kesan sempit tak terlihat di sini. Mungkin karena tata ruang yang apik.

Saat saya hanya ada dua orang yang bekerja. Satu sang barista dan satu lagi pelayannya. Keduanya tersenyum ramah saat saya mampir. Sebuah mesin espresso La Marzocco Linea dan mesin penggiling Mahlkong EK43 bersanding mesra di sana. Noch Coffee yang mungkin berarti nocturnal (saya sok tahu aja sih!) menyajikan aneka menu kopi dan makanan juga. Saya saja sempat tergoda dengan pancake yang disiram dengan saus jeruk kalau tidak salah. Unik juga makanan manis dicampur jeruk segar begini!

Untuk kopi tentu saja saya memesan secangkir hot caffe latte yang disajikan di atas nampan kayu yang menambah semangat untuk mencicipinya. Sedap benar menyeruput kopi begini di cuaca Malang yang sejuk. Kopi pertama saya hampir habis dan teman saya belum juga tiba, jadilah saya memesan single origin Colombia Leonid dari roastery Coffee Alchemy yang diseduh dengan Hario V60. Kali ini ada barista lain yang menyeduh kopi buat saya Kopi yang ini ‘nyentuh’ jiwa sekali dengan kompleksitas yang sulit saya jabarkan. Suka!

Perlahan-lahan Noch Coffee diisi para penggemarnya. Dan teman saya akhirnya pun datang tapi langsung merengek untuk ditemani duduk di luar. Maklum di Noch Coffee hanya tersedia dua meja kecil untuk mereka yang merokok. Satu hal lagi yang bikin saya suka tentunya. Ha-ha-ha.

Oh iya, teman saya memesan kopi dingin dengan es krim dan rasa jeruk yang namanya saya lupa. Tapi kalau tidak salah ini adalah signature drink dari Noch Coffee! Untuk kamu yang tidak suka pahit ini bisa dijadikan pilihan. Kopi dingin yang sungguh unik sampai-sampai saya enggan melupakannya.

Orang Malang sungguh beruntung memiliki kedai kopi seperti Noch Coffee ini. Tempatnya tenang dan menyenangkan. Kenyamanannya sebanding dengan rasa kopi yang diseduh dengan sepenuh hati. Noch Coffee bisa dibilang menjadi salah satu kedai kopi favorit saya di Malang. Dan mudah-mudahan kamu juga berpendapat sama. Selamat ngopi di Noch Coffee ya!

Noch Coffee Malang

Suropati No. 14 ( Sebelah Modern Photo, Klojen,

Malang City, East Java 65111, Indonesia

 

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.