NOIR COFFEE SIEM REAP KAMBOJA

Setelah enam tahun berlalu, saya memutuskan untuk kembali ke Kamboja. Siapa sangka waktu beberapa tahun ini mengubah banyak hal, salah satunya adalah industri kopi.

SIEM Reap adalah kota yang terkenal dengan Angkor Wat Heritage Complex yang megah. Semakin terkenal karena film Tomb Raider yang dibintangi Angelina Jolie syuting di sana. Tapi untuk saya, Siem Reap lebih dari sekadar candi-candi. Kota ini menarik karena makanannya, sejarah dan budaya dan kali ini bertambah satu: kedai kopinya!

Enam tahun yang lalu seingat saya kedai kopi yang ‘layak’ di Siem Reap masih sangat jarang. Saya sendiri tidak pernah minum kopi di kedai kopi selama jalan-jalan di sini. Kali ini kedai-kedai kopi di Siem Reap menebar di seluruh kota. Masing-masing berdiri dengan ciri dan konsepnya sendiri.

Mesin kopinya pun sudah beragam. Ada La Marzocco, Orchestrale hingga Simonelli. Keren juga ya? Salah satu kedai kopi yang saya datangi bernama Noir Coffee. Menurut situs resmi mereka, Noir Coffee tersebar di tiga lokasi berbeda. Saya mendatangi yang paling dekat dengan penginapan saya.

Pagi itu sebelum menjelajah Komplek Angkor Wat, saya mampir dulu ke Noir Coffee yang berlokasi di Preah Sangreach Tep Vong St, Krong Siem Reap 17252. Lokasi yang ini di lantai duanya dipakai sebagai guesthouse. Kedai kopinya bertema ‘musik’ sepertinya. Ada pemutar piringan hitam beserta koleksi piringan hitam yang beragam.

Kedai kopi ini terasa cukup maskulin dengan pilihan warna hitam dan kekayuan yang hangat. Penerangannya pun remang-remang namun tetap terasa artsy. Saya memesan Piccolo Latte yang cukup membuat saya kaget karena ukurannya sangat besar. Sepertinya ini adalah Piccolo Latte terbesar yang pernah saya cicipi. Untunglah rasanya enak jadi tidak tersiksa menghabiskannya.

Teman saya memesan secangkir Hot Cappuccino yang tiba dengan bentuk nan klasik. Busa susu tebal dengan taburan cokelat bubuk cukup menjadi fondasi untuk menjelajah candi-candi di Angkor Watt. Oh iya, kami juga memesan Cinnamon Rolls (kalau tidak salah). Ukurannya besar jadi kami bagi dua saja.

Noir Coffee pagi itu terasa begitu menyenangkan sekali. Tidak berisik, musiknya mengalun pelan dan menimbulkan kesan santai. Dan meskipun di sini tidak ada menu manual brew, rasanya cukup termaafkan dengan suasana dan kenyamanan yang ditawarkan di sini.

Benar-benar saya tak mengira bahwa Siem Reap, yang dulunya hanya menjadi persinggahan para turis sebelum menjelajah Angkor Wat, kini perlahan terisi kedai-kedai kopi yang menghidupi kota ini. Sekarang jika ingin ke Siem Reap, para pecandu kopi tak perlu ragu lagi mau ngopi di mana. Ada begitu banyak pilihan yang bisa dicoba dan masing-masing kedai kopi itu memberikan karakter berbeda yang membuat kamu enggan lupa.

Noir Coffee

Preah Sangreach Tep Vong St,

Krong Siem Reap 17252, Kamboja

Jam Operasional : 06.00 – 22.00 

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.