NOTES COFFEE ROASTERS LONDON

Entah apa yang mengantarkan saya ke distrik keuangan Kota London Canary Wharf. Tapi yang jelas pagi itu lagi-lagi kaki melangkah pasti menuju kedai kopi.

HARI ketiga di London suasana masih saja menyenangkan. Saya mengagumi teraturnya kota ini dan manusia-manusia yang terdengar indah saat berbicara. Kali ini saya dan beberapa teman bergegas meninggalkan hotel sedikit lebih pagi karena mau lebih lama mengeksplorasi beberapa tempat yang belum sempat kami datangi di London. Sebelum bertualang tentulah kami membutuhkan kopi dan sarapan.

Setelah mencari kedai kopi mana yang kelak dikunjungi, pilihan jatuh kepada Notes Coffee Roasters. Jujur saya tidak tahu di mana lokasi kedai kopi ini. Tapi kedai kopi ini begitu menarik buat saya karena ada roastery-nya sehingga saya bisa membawa pulang biji kopi ke Indonesia sebagai oleh-oleh.

Sesampainya di Notes Coffee Roasters saya sempat kaget juga karena kedai kopi ini ternyata berada di dalam gedung berbentuk bullet yang begitu terkenal bernama 30 St Mary Axe atau dikenal juga sebagai The Gherkin. Gedung ini adalah gedung tertinggi keenam di London dan kedua di distrik Canary Wharf. Perlu diketahui Notes Coffee Roasters berada di distrik yang menjadi pusat bisnis dan keuangan kota ini. Kebayang kan manusia jenis apa yang datang dan ngopi di sini? Ha-ha-ha.

Karena masih pagi Notes Coffee Roasters tentu sedang ramai-ramainya. Kebanyakan pengunjung adalah pegawai kantoran yang membutuhkan kafein untuk memulai hari. Antrian coffee-to-go mengular dan meski begitu kami sama sekali tidak mau mundur untuk ngopi di sini.

Notes Coffee Roasters didominasi sentuhan kayu dengan luas kedai yang sedang. Kedainya terdiri dari satu setengah lantai dan semuanya hampir dipenuhi orang-orang. Baristanya sibuk sekali dan sudah dipastikan mesin espresso La Marzocco Linea PB 2 Group dan grinder Mythos One itu bekerja begitu keras. Oh iya, di sini juga ada outdoor-nya tapi karena udara dingin kami memilih duduk di dalam saja.

Di Notes Coffee Roasters banyak sekali pilihan single origin karena mereka menyangrai sendiri bijinya. Di tengah kebingungan memilih kopi akhirnya saya menjatuhkan hati pada single origin Kirinyaga, Kenya full washed dari varietas SL28 dan SL34. Wih notes ripe blackberries, cherries dengan creamy body cukup membelalakkan mata pagi ini. Enak banget!

Padahal saya awalnya skeptis plus kecewa karena filter coffee saya diseduh dengan batch brew bukan hand brew. Eh rupanya rasanya tak mengecewakan malah melampaui ekspektasi. Karena masih pagi dan lapar kami juga mencoba aneka roti dan pastry. Di sini banyak sekali pilihannya dan saya mencoba butter croissant dan beberapa pastry yang saya lupa namanya. Lumayan juga menghadang lapar sambil minum kopi.

Karena suasana makin ramai dan kami harus mengejar beberapa tempat yang belum dikunjungi, maka harus segera hengkang dari Notes Coffee Roasters yang asyik ini. Sebelum pulang saya membeli dua bungkus single origin Kenya dan Bokasso dari Ethiopia. Ngomong-ngomong seumur-umur baru sekali ini lho saya ngopi di kedai kopi yang berada di dalam gedung sekeren ini? Ha-ha-ha.

Notes Coffee Roasters

5, Station Cres, Canary Wharf,

London E14 5AB, Inggris Raya

 

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.