OEANG COFFEE ROASTERY: MINUM KOPI DAN MENCETAK KENANGAN

Kedai kopi merangkap restoran ini mengajak pengunjungnya ikut menyesap sedikit bagian sejarah Indonesia.

ADA dua pertimbangan yang menarik minat saya untuk bela-belain datang ke kedai kopi ini di tengah padatnya jadwal pekerjaan saat di Jakarta. Pertama, karena foto interior kedai ini ditunjukkan oleh seorang kenalan dari Belanda, mengatakan bahwa kedai ini punya konsep yang sangat menarik. Sebuah gambar uang Indonesia lama berukuran besar di dindingnya berhasil memancing penasaran saya, terutama setelah ia menambahkan “kedai ini adalah bekas pabrik percetakan uang Indonesia”. Di benak saya segera tergambar imaji pabrik tua era 50an seperti di film-film drama sejarah. Kedua, karena kedai ini adalah salah satu set lokasi yang digunakan di film NKCTHI. Sebagai penggemar dua karakter di film itu, sebut saja saya ingin mendatangi langsung tempatnya dan “mengalami langsung suasana” yang ada di filmnya.

Oeang Coffee Roastery berada di kawasan M Bloc Space, sedikit masuk ke dalam, tapi posisinya cukup menonjol untuk ditemukan. Sebuah papan nama _Oeang terpampang di atas dinding pembatas yang tampaknya sengaja dijebolkan (dan tidak dirapikan untuk memberi kesan rustic) sebelum masuk ke pintu kecil tepat di depannya. Begitu membuka pintu, ternyata kedai ini memiliki ruang yang cukup luas.

Pintu masuknya cukup menonjol untuk ditemukan.
Masuk ke bagian dalam yang cukup luas.
Meracik minuman (dan mungkin juga kenangan).

Seperti yang disebutkan sebelumnya, kedai kopi merangkap restoran ini memang mengambil bangunan tua bekas Perum Percetakan Uang Republik Indonesia—sebuah latar belakang dimana namanya berasal: Oeang (penulisannya juga mengambil ejaan lama). Kesan bangunan tua benar-benar tidak dihilangkan sepenuhnya. Beberapa peranti yang dulunya mungkin digunakan untuk mencetak uang tetap melekat, cat dinding yang sebagian sudah mengelupas pun dibiarkan demikian. Barangkali detail-detail kecil seperti ini memang sengaja dibiarkan untuk mengajak pengunjungnya sedikit “bernostalgia” dan tidak melupakan sejarah. Tiga poster besar mata uang lama Indonesia yang sebelumnya saya lihat di foto kenalan tadi digantung di sayap kiri.

Untuk membuat nuansanya tidak terlalu usang, mereka menambahkan beberapa sentuhan kontemporer: instalasi tanaman hijau, bar khusus liqueurs di satu sisi, dan bar kopi di pojok belakang yang berisi deretan mesin-mesin modern. Sebuah mesin espresso La Marzocco, grinder Mahlkonig dan Mazzer, dan mesin roasting Giesen di ruang kaca di belakangnya adalah beberapa perangkat yang menyokong kebutuhan kedai ini.

Spot yang menjadi set adegan konser Arah di film NKCTHI.
Smoking room yang cukup hijau berada di lantai atas.
Bagian masa lalu yang tetap dibiarkan agar tak lupa sejarah.
Plakat yang tetap dibiarkan—menegaskan para pegawainya untuk tetap menjaga “rahasia di pabrik uang”.

Teman-teman dan saya segera memesan menu berbeda untuk kami nikmati. Saya memesan kopi dari Flores yang diseduh manual (38k). Teman yang lain memesan kopi susu (25k) dan strawberry iced tea (33k). Untuk camilan kami memesan menu yang bisa dinikmati rame-rame, antara lain singkong nachos (29k) dan coffee brownies (29k). Secara umum, tarifnya masih tergolong “normal” untuk harga Jakarta Selatan dan tempat yang sedang hits. Rasanya pun oke di lidah—sekali lagi, mengingat kami yang datang adalah orang-orang Medan yang konon “hanya bisa menolerir makanan-makanan sangat enak”. (Anggapan ini bukan datang dari saya, tapi dari teman-teman di luar kota). Bagi saya pribadi, kopi susunya adalah rekomendasi yang layak dicoba. Nikmatnya pas.

Selain ruang bagian bawah, lorong di bagian sayap kanan atas—yang menjadi set lokasi adegan film NKCTHI—penuh dengan tumbuh-tumbuhan hijau juga cukup menyenangkan menjadi tempat berinteraksi. Secara keseluruhan, Oeang adalah satu lagi tempat menarik untuk didatangi di Jakarta. Atmosfirnya cozy dan cukup sejuk. Seperti tagline yang mereka galakkan, kedai kopi ini mencoba memberikan pengalaman mengesankan, “dari mencetak mata uang menjadi menciptakan kenangan”.

Iced cold brew Flores.
Es kopi susu yang layak dicoba.
Nachos singkong untuk dinikmati rame-rame.

Btw, konon setelah lewat jam 8 malam, semua ruangan baik di bawah maupun atas diubah menjadi smoking area. Jadi bagi Anda yang tidak nyaman dengan kepulan asap rokok, barangkali bisa datang ke sini sebelum jam itu.

 

_OEANG

Business hours: 11 am – 02 pm

M Bloc Space, Panglima Polim, Jakarta Selatan

 

__

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menggemari komik, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.