ONE MAN COFFEE PRINSEP ST SINGAPORE

Apalah arti Singapura yang modern dan menyenangkan ini tanpa jejeran kedai kopi yang tersebar di seluruh kota?

SINGAPURA mungkin kerap menjadi tujuan wisata untuk liburan singkat banyak orang. Tapi untuk saya, Singapura adalah tempat paling ampuh untuk menemukan aneka kedai kopi yang masing-masing memiliki ciri dan keunikannya sendiri. Mengunjungi Singapura berarti mengunjungi kedai kopi yang dengan ajaibnya tak habis-habis untuk didatangi. Selalu saja ada kedai kopi yang belum pernah dikunjungi jika saya mampir ke negara ini.

Salah satu kedai kopi tersebut adalah One Man Coffee. Saya tidak tahu bahwa One Man Coffee ini ada (kalau tidak salah) empat gerai yang tersebar di lokasi berbeda di Singapura. Saya dan sahabat saya mengunjungi One Man Coffee yang berlokasi di Prisep Street. Ya, karena gerai yang ini yang paling dekat dengan hotel saya. Hanya kira-kira menghabiskan 12 menit berjalan kaki.

One Man Coffee Prinsep Street ini ternyata berada di satu gedung dengan The Impact Hub yaitu sebuah co-working space yang ternyata luas sekali. Saya mampir ke sini pagi-pagi dan cukup kaget juga ternyata di dalam sedang ramai sekali. Saya sempat berpikir kalau One Man Coffee ini sedang disewa untuk acara tertentu.

Ragu-ragu masuk ke gerainya ternyata kata salah seorang petugas The Impact Hub hari ini memang ada event di Google Enterpreneur (yang ruangannya berada di dalam One Man Coffee). Tapi pengunjung tetap bisa ngopi di sini karena saat event dimulai semua orang akan masuk ke ruangannya Google. I see!

Benar saja tak beberapa lama semua orang masuk ke ruangan Google dan suasana kedai kembali senyap. Hanya ada beberapa orang yang sarapan dan sibuk mengerjakan kerjaannya di depan laptop. Di coffee bar dua barista tidak terlalu sibuk tampaknya. Dan saya pun dengan sigap memesan secangkir caffe latte double shots dan sahabat saya memesan hot cappuccino dengan soya milk.

Di sini semua disajikan dengan paper cup. Sepertinya One Man Coffee di sini berkonsep ala kantin dan siap saji jadi semuanya harus praktis. Pun tidak ada filter coffee karena mungkin kembali ke konsep yang tadi. Caffe latte pesanan saya enak sekali dan langsung membuat bahagia dengan kopi dan susu yang seimbang dan sedikit ada hints cokelatnya. Mereka menggunakan espresso dari Nylon Coffee yaitu single origin Los Pirinios El Savador. Saya juga coba espresso dari seasonal blend mereka. Sedap!

Sedangkan hot cappuccino dengan soya milk pesanan teman saya menurut saya adalah cappuccino dengan soya milk terbaik sejauh ini. Tak menyalah dan pas gitu rasanya. Oh iya di coffee bar One Man Coffee menggunakan mesin espresso idola kita semua La Marzocco Linea White. Di coffee bar tak hanya ada kopi tapi juga ada Torched yaitu brand rice bowl yang disediakan untuk kamu yang lapar.

Saya tidak mencoba rice bowl-nya karena pagi itu hanya ingin makan yang ringan saja. Jadi untuk teman ngopi saya mencoba almond croissant yang sedap dan almond-nya tidak pelit melimpah ruah! Intinya kedai kopi yang satu ini cukup asyik juga meski tidak terlalu luas dan ‘nebeng’ dengan The Impact Hub. Sebuah kedai kopi yang membuat saya ingin datang lagi karena kopinya enak sekali. Tapi sepertinya lain kali mau coba di gerainya yang lain. One Man Coffee, sebuah persinggahan yang asyik!

ONE MAN COFFEE
128 Prinsep Street, The Impact Hub, Singapore 188655

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.