OPA OMA COFFEE SHOP MEDAN

Sebuah kedai kopi bukan hanya tentang rasa kopinya. Kadang yang menarik justru hadir lewat suasana yang hadir di sana.

SEORANG teman mengunggah foto kolase sebuah kedai kopi di Medan. Saya sama sekali tak pernah melihat kedai kopi ini unggahan media mana pun. Entah saya yang tidak terlalu awas, atau memang kedai kopi ini baru beroperasi. Karena penasaran saya pun bertanya pada teman saya itu. Katanya kedai kopi itu bernama Warung Opa Oma, belakangan mana akun Instagram-nya berganti menjadi Opa Oma Coffeeshop.

Opa Oma Coffeeshop ini menarik perhatian saya karena temanya sungguh jadul. Melihat fotonya serasa bertandang ke masa silam. Dan tanpa banyak pikir lagi, saya pun memutuskan untuk mampir. Sayang seribu sayang, dua kali saya mampir kedai kopi ini tutup. Di Instagram-nya sama sekali tidak ada informasi jam operasional. Maka agar tak kecewa untuk ketiga kalinya saya kirim pesan di akunnya. Syukurlah dijawab.

Opa Oma Coffee Shop berlokasi di Jalan Sriwijaya Medan. Dia berada di sebuah bangunan rumah tua dengan halaman yang cukup luas. Sekilas tempat ini seperti rumah kakek nenek kita. Cocoklah namanya Opa Oma, ya? Masuk ke ruang utama ada beberapa meja kursi yang bertema masa lalu. Coffee bar berada di ujung kanan. Belum ada menu dicetak di sana. Tapi coffee bar-nya yang mungil itu dilengkapi dengan mesin espresso dan penggiling kopi otomatis.

Di sana ada jam besar, kipas angin, lukisan dan segala yang hanya bisa kamu temui di masa silam. Perasaan nostalgia menyeruak. Saya sama sekali tidak merasa bertandang ke kedai kopi saat berada di Opa Oma ini. Saya memesan Hot Caffee Latte dan teman saya memesan Es Kopi Susu Aren. Kedua kopi ini masing-masing dibandrol Rp. 20.000. Cukup terjangkau untuk harga kedai kopi di daerah sana.

Saya dan teman saya menunggu kopi datang di ruang sebelah. Ruang ini tampaknya dahulu digunakan sebagai kantor. Ada telepon jadul sepaket dengan meja dan kursinya. Ada rak penuh buku-buku. Ada satu set meja kursi yang tak kalah jadulnya. Dan ada pula poster Presiden Soekarno yang dipajang di sana. Duduk di sini serasa mau rapat penting perihal kemerdekaan sangkin jadulnya!

Kopi kami datang dengan paper cup dan plastic cup. Mungkin selama pandemi mereka tidak menggunakan cangkir kaca kali ya. Menurut orang yang bekerja di sana, Opa Oma Coffee Shop ini sudah beroperasi kurang lebih 8 bulan. Dan jika sore hari ada angkringan untuk kamu yang suka ngopi sepaket dengan makanan. Sayang saya tak sempat bertemu orang yang bisa ditanyai soal tempat ini. Soalnya penasaran juga kenapa kedainya bisa berkonsep sejadul ini!

Opa Oma Coffee Shop

Jalan Sriwijaya

Medan, Sumatera Utara

 

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.