ORIGIN COFFEE ROASTERS LONDON

Mungkin Origin Coffee Roaster ini menganut paham “kedai kopi tak perlu luas, asal nikmat kopinya meluaskan hati para pendatang”. 

KALI ini kami berkeliling London dengan menggunakan kereta. Ya, kalau kemana-mana jalan kaki bisa lelah juga dan jika kemana-mana naik taksi malah dompet yang ikut kelelahan. Jadilah kereta dipilih sebagai alternatif, hitung-hitung mencoba pengalaman kayaknya para warga lokal. Naik kereta di London ternyata asyik juga. Memandangi manusia yang sibuk sendiri-sendiri sambil di dalam hati bergumam semoga kami segera sampai ke kedai kopi.

“Hati-hati dengan doamu”. Setidaknya itulah yang terjadi pada saya yang waktu di dalam kereta ingin mampir ke kedai kopi eh malah langsung dipertemukan dengan kedai kopi yang letaknya tepat di sebelah stasiun kereta. Tak menyangka jawaban dijawab secepat ini sama yang di atas sana. Ha-ha-ha.

Kedai kopi ini bernama Origin Coffee Roaster. Dari luar terlihat biasa saja dengan jendela-jendela hitam yang berjejer dan kursi serta meja yang masih kosong. Justru karena biasanya ini membuat saya penasaran untuk mampir. Saat masuk ke kedainya tak menyangka kedai kopi ini kecil sekali sedangkan manusia yang ada di dalamnya banyak. Berarti ada keistimewaan kenapa tempat ini rela dipenuhi banyak orang sementara asupan oksigen terasa menipis.

Well, pertanyaan saya terjawab sudah. Saat saya memesan secangkir double shots espresso yang mencengangkan. Biji kopi Honduras Yierh Tablon ini sungguh membuat pagi saya terasa membahagiakan. Notes creamy body, citrus acidity with berries flavour terasa dalam sekali teguk. Oh iya secangkir espresso dibandrol £2.2. Mau pesan lagi tapi saya ingat saya juga mau mencoba filter coffee. 

Sementara mesin espresso idaman saya Kees Van Der Westen Spirit 3 Group sedari tadi tak berhenti bekerja, manusia yang hadir pun sepertinya tak henti-henti datang. Tak puas dengan espresso, kami memesan filter coffee dari single origin Ethiopia Burtukaana Natural (notes blueberry, passionfruit and strawberry) dan Ethiopia Harfusa Washed (notes ginger, gingseng, light body with lime finishing).

Masing-masing kopi dibandrol £3.5. Yang menurut saya cukup mahal karena jika kamu membeli biji kopi 250 g hanya seharga £8 saja. Oh iya filter coffee yang kami pesan tadi diseduh dengan Kalita Wave yang demi apapun rasanya tepat seperti notes yang dipaparkan baristanya. Saya saja yang sebelumnya ngopi kopi lain bisa menangkap notes kopi-kopi tadi.

Meski sangat betah berada di kedai kopi yang mini ini, tapi perut rasanya yang sudah tak betah. Maklum, Origin Coffee Roaster London ini sama sekali tidak menjual makanan berat. Tak ada main course, hanya makanan kecil seperti roti, cake dan pastry saja yang mereka sediakan. Jadi benar-benar hanya fokus kepada kopinya saja. Dan hebatnya kedai kopi begini laku dan laris manis. Wah!

Sebelum pulang kami membeli dua jenis kopi yang tadi kami minum. Karena suka dan terlanjur jatuh cinta sepertinya. Kesimpulan dari pengalaman ngopi di Origin Coffee Roaster ini adalah sangat menyenangkan karena ini seperti doa yang dikabulkan. Makanya seperti yang saya bilang di awal “hati-hati dengan doamu” karena bisa saja apa yang diminta di kepala langsung dikabulkan. Seperti saya yang meminta segera bertemu kedai kopi. He-he-he.

Origin Coffee Roasters

65 Charlotte Rd, London EC2A 3PE, Inggris Raya

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.