OTTEN COFFEE GOES TO #SCAA2016 (PART 2)

Kemeriahan SCAA 2016 masih terus berlanjut, bahkan semakin semarak di hari-hari berikutnya.

SETELAH di hari sebelumnya kami hanya bisa ‘masuk’ sampai pelataran depan hall maka di hari kedua ini, seluruh pengunjung sudah diperbolehkan memasuki arena bagian dalam venue-nya. Tapi setelah official opening dulu dong. :p

Tepat jam 10.30 pagi waktu Atlanta, eksibisi ini pun resmi dibuka. Nah, yang bikin bangga, Indonesia (yang diwakili oleh sejumlah Pejabat Eselon dan atase Kementrian Perdagangan) adalah satu-satunya delegasi yang diberikan hak istimewa untuk membuka SCAA Expo 2016 ini secara resmi. Ada haru yang menyeruak ketika Board of Directors SCAA memotong pita bertuliskan nama Indonesia di sana. Apalagi setelah melihat tagline yang dicantumkan official host sponsor asal Alabama di standing banner-nya: “Remarkable Indonesian Coffee, Home of World’s Finest Coffee”. Wah. Rasanya nasionalisme kami kian membuncah. Hehe… Yah, semoga ini bisa menjadi pelecut bagi petani dan pelaku industri kopi di Indonesia untuk bisa menghasilkan produksi kopi yang lebih baik lagi.

pemotongan pita SCAA 2016
Pemotongan pita oleh SCAA Board of Directors

Indonesia on SCAA

Setelah dibuka, seluruh pengunjung sudah boleh memasuki venue sepenuhnya. Seperti anak kecil yang dibawa ke taman bermain, kegirangan kami pecah ketika melihat berbagai produk kopi terbaru—sebagian bahkan masih dalam tahap pengembangan atau belum dijual di pasaran—yang dipamerkan para retailers terkenal.

Booth Indonesia di SCAA 2017
Booth Indonesia di SCAA 2016. Lumayan gede.
Booth Indonesia #SCAA2016
Selain kopi-kopi Gayo, Mandheling, Toraja, Bali, Flores, nah kopi Java(nese) yang fenomenal juga dipamerkan di booth Indonesia.

Salah satu yang kami temui adalah Cafflano, mereka memamerkan produk terbarunya yang dinamai Cafflano Klassic & Kompact. Produk ini masih dalam tahap produksi dan belum dijual. Cara kerjanya sedikit mirip dengan Aeropress, tapi desainnya lebih kreatif –dan menurut kami super keren– karena ia memiliki semacam pegas (dari plastik) sehingga ketika di-press (sebelum dibalik), kita bisa melihat hasil brew-nya. Coffee press ini sudah menyediakan metal filter, tapi tetap bisa dipakaikan paper filter juga, kalau mau.

Selanjutnya ada Sette yang disebut-sebut sebagai generasi berikutnya dari Baratza. Grinder revolusioner ini bisa diset sedemikian rupa, sehingga bisa berhenti ketika beratnya sudah mencukupi.

Baratza generasi terbaru: Sette
Baratza generasi terbaru: Sette

Mahlkonig pun tidak ketinggalan memperkenalkan produk terbarunya, yaitu Mahlkonig K30 Twin 2.0 Hybrid. Produk keren ini merupakan grinder kembar yang dipasang dalam satu mesin. Satu grinder untuk kebutuhan espresso yang notabene tingkat gilingannya harus sangat halus, satu lagi untuk grind filter, yaitu gilingan-gilingan yang umumnya dibutuhkan untuk manual brew. Dua grinder sekaligus plus layar sentuh untuk menentukan ukurannya secara spesifik dan digital. Keren gilak nggak tuh? :p

Mahlkonig-k30-baru
Mahlkonig K30 Twin 2.0 Hybrid
Mesin roasting Diedrich
Mesin roasting Diedrich

Menjelajahi seluruh area venue membuat kami bertemu semakin banyak inovasi yang membuat tak berhenti terkagum. Salah satu yang kami temui lagi adalah Poursteady. Produk ini merupakan alat penyeduh pour over super otomatis yang bisa diset kayak robot. Tinggal tekan tombol, dan voila! Mesin ini pun akan menyeduh sampai dengan 5 cups sekaligus dengan sendirinya secara otomatis, lengkap dengan perhitungan sistematis mulai dari kecepatan kucuran air, presisi dan ketepatan seduhan. Sekali lagi, bener-bener keren! Harganya pun nggak kalah keren, USD 15,000. Nah, silakan dikonversi sendiri ke Rupiah. Huehehe…

Poursteady. Ada yang mau beli? :p
Poursteady. Ada yang mau beli? :p
Penampakan Speedster - Kees van der Westen.
Penampakan Speedster – Kees van der Westen.

Eksibisi produk-produk terbaru bukanlah satu-satunya materi dari SCAA 2016. Di hari-hari berikutnya, kita masih bisa melihat berbagai jadwal event lain yang nggak kalah menarik. Salah satunya? United States Barista Championship putaran final yang diadakan di hari terakhir #SCAA2016. Bisa dibilang, ini semacam cherry on top-nya SCAA. Seru sekali sekali ketika melihat para finalis itu saling berkompetisi, adu skill lalu berusaha membuat para juri terpesona dengan kopi racikan mereka. Clap clap clap!

Btw, kompetisi United States Brewers Cup Championship juga diadakan di jam yang sama dengan Barista Championship. Rasanya kami tetap rela-rela aja kalau harus bolak-balik dari venue Barista Championship ke Brewers Cup. Haha… Seru sih.

Meja cupping.
Meja cupping.

Sekiranya pengunjungnya bosan, mereka bisa mengikuti kelas “kuliah kopi” untuk memperdalam pengetahuannya atau, yah, ikut nonton pemutaran film-film tentang kopi di venue berbeda. Tapi, tentu saja, kami nggak merasa bosan sama sekali. #SCAA2016 terlalu menakjubkan untuk dilewatkan begitu saja. Ah, semoga saja bisa ke event ini lagi tahun depan. Kalian juga, ya. :p

 

*Foto tambahan dari laman resmi SCAA.

single-origin kopi

31 total views, 6 views today

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.