PADA SUHU BERAPA PENGUNJUNG MENYUKAI KOPI MEREKA

Benarkah ketika sajian kopi mengalami penurunan suhu, malahan karakter rasa dari kopi lebih menarik dari sebelumnya.

MUNGKIN agak terdengar seperti dalih, membiarkan kopi di cangkir mereka berdiam sejenak selama beberapa detik kemudian meneguknya. Tapi, untuk yang belum percaya, bisa saja dicoba pengalaman ngopi ini dengan menganalisa perbedaan di tiap menit tegukan kopi. Tidak ada yang salah bagaimana cara masing-masing dari kita untuk menikmati kopi, semua orang berhak menikmati kopi dengan seleranya. Saya pun pernah demikian, menikmati kopi yang sudah tidak panas lagi, karena keasyikan ngobrol dengan teman, dan apa yang saya temukan. Karakter rasa dari kopi lebih jelas asamnya, dan body sudah agak berkurang jadi semakin terasa nyaman ketika di lidah.

Sama halnya kita ketahui bersama, bahwa suhu paling optimal untuk seduh kopi berada di antara 90 ° C hingga 96 ° C. Tapi faktanya, ketika sajian kopi sampai ke meja pengunjung, suhu sajian kopi akan mengalami penurunan. Sebabnya, untuk menjaga suhu sajian kopi tidak turun drastis, umumnya kedai kopi menyajikannya dengan server yang mampu menjaga suhu sajian lebih lama. Sekitar 80 ° C hingga 90 ° C sajian kopi sampai di meja pengunjung dan siap untuk diteguk. Namun, terkadang pengunjung yang pesan sajian kopi tidak langsung meneguknya, karena sajian kopi sebagai peneman aktifitas yang mereka lakukan di kedai kopi. Ada yang memang sengaja menikmatinya sesudah suhu sajian kopi menurun, tapi tidak sedikit juga yang tanpa sengaja membiarkan sajian kopi mereka tidak hangat lagi kemudian meneguknya.

credit: coffeeshopstartups

Hye-Seong Lee dari Ewha Womans University dan rekannya Michael O’Mahony dari University of California, menerbitkan jurnal penelitian, menganalisa bagaimana penikmat kopi meneguk sajian kopi mereka ketika di kedai kopi. Sekitar 300 orang dianalisa, dan kemudian menemukan rata-rata kebanyakan orang menikmati kopi pada suhu tertentu, dengan asumsi yang berbeda-beda serta pengaruh kebiasaan menikmati kopi. Dari 300 orang dibagi 10 sesi, Hye dan Mich menemukan fakta bahwa rata-rata 21% pria dan 15% wanita berumur 18 hingga 31 tahun minum kopi setidak sehari sekali, 18% pria dan 12% wanita berumur 19 hingga 26 tahun setidaknya minum kopi sekali seminggu, serta 9% pria dan 25% wanita berumur 18 hingga 26 tahun menikmati kopi sekali sebulan. Suhu ruang kedai kopi ketika sesi penelitian berlangsung diantara 20 °C hingga 27 °C.

credit: pexels.com

Sekitar 102 orang yang menikmati black coffee dengan berbagai suhu sajian yang sudah turun hingga rentang 36.7 °C hingga 88 °C, dan rata-rata dari mereka menikmati sajian black coffee ketika suhu sajian 61.6 °C. Dilanjutnya dengan melihat 198 orang yang menikmati black coffee dengan creamer atau sweetener, menikmati sajian kopi mereka pada rentang suhu 42.6 °C hingga 83.8 °C, dan rata-rata dari mereka menikmati sajian kopi pada suhu sajian 59.0 °C.

Hye dan Mich, melanjutkan percobaannya kembali dengan melibatkan orang yang sama, namun hanya 108 orang yang berkenan minum kopi melebihi batas harian mereka. Menguji bagaimana perlakuan terhadap sajian kopi yang strong dengan sajian kopi yang lembut, dan menemukan rata-rata mereka menikmati kopi ketika 59.3 °C sajian kopi strong dan 60.4 °C sajian kopi yang lembut. Dari penelitian tersebut, Hye dan Mich menyimpulkan, rata-rata orang menikmati sajian kopi mereka ketika suhu sajian kopi pada suhu 60 °C.

Kalau kamu, lebih suka menikmati sajian kopi selagi hangat atau ketika sudah tidak hangat lagi?

src: researchgate.net img: pixabay.com

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.