Australia Cafe & Travel International

PAGI YANG ASIK DI PADRE COFFEE

padre-coffee-melbourne


Ada banyak hal yang bisa didapatkan jika kamu mau bangun sedikit lebih pagi. Salah satunya adalah ngopi dengan nyaman tanpa perlu berdesak-desakan.

padre-coffee-melbourne MELBOURNE dan segala pesonanya adalah kota yang kerap membuat saya jatuh hati. Tentu bukan karena modernitas dan tetek-bengek lain yang membangunnya. Melainkan tentang kedai kopi yang membuat saya betah menjelajah dalam nikmat cangkir. Salah satu kedai kopi yang kerap menjadi persinggahan yang ‘harus’ adalah Padre Coffee. Kedai kopi yang satu ini bagaimana pun adalah tempat hati saya jatuh sempurna. Dan tanpa banyak bicara akhirnya saya mampir lagi ke sini.

padre-coffee-melbourne

Tapi kali ini saya tidak mau lagi merasakan pengalaman berdesakan dengan para pengunjung lain. Maklum di berbagai kedai kopi di Melbourne pastilah jauh dari kata sepi. Berbondong-bondong manusia berbaris layaknya zombie berburu nikmat kopi. Jadi demi pengalaman ngopi yang lebih tenang dan asik, saya memutuskan ngopi di Padre Coffee lebih pagi. Pukul 9 pagi saya dan teman-teman telah sampai di Padre Coffee. Suasana di kedai kopi sungguh tenang dan damai dikarenakan belum ada pengunjung lain yang datang. Ah senang sekali karena inilah yang sebenarnya saya dambakan.

padre-coffee-melbourne

Padre Coffee yang memang didesain minimalis, clean dan luas ini memungkinkan saya menikmati segalanya dari meja tempat saya duduk. Nuansa hitam, putih dan abu-abu melekat erat dan menjadikan kedai kopi ini semakin luas. Pada rak yang berjejer di dinding banyak alat kopi yang dipajang. Mulai dari manual brew tools seperti Chemex, Baratza, The Little Guy, Moka Pot Bialetti, Minipresso, Bruer hingga pernak-pernik dari brand kenamaan Hario. Semua benda-benda ini dijual untuk siapa saja yang menjadi alat seduh.

padre-coffee-melbourne

Karena masih pagi tentulah ibadah minum kopi harus segera ditunaikan. Karena kalau tidak bisa-bisa mood saya rusak seharian. Saya memesan filter coffee dengan single origin Burundi yang rasanya ajaib. Saya sendiri sampai ‘kesetrum’ karena terlampu nikmat. Tak hanya Burundi, saya juga mencoba coffee blend dari dua single origin Ethiopia Natural Proses. Saya kurang tahu juga ini single origin apa saja karena pada saat saya bertanya dengan sang barista dia juga kurang paham. Mungkin barista baru kali ya. Ha-ha-ha. Ya biarlah dia tidak tahu apa single origin-nya yang penting rasa kopinya enak banget sampai-sampai saya dan teman-teman saya bengong dalam teguk pertama. Oh iya ini tidak diseduh langsung ya melainkan mereka menggunakan Bonavita Automatic Brewer jadi lebih canggih gitu.

padre-coffee-melbourne

Bahagia dengan kopinya yang nikmat tak terlawan saya pun berkeliling kedai kopi. Ya walaupun bukan pertama kali ke sini tapi perasaan ‘kepo’ memang kerap mampir. Di coffee bar seperti biasa saya melihat alat-alat kopi canggih yang melahirkan decak kagum. Dua unit mesin espresso Slayer Espresso Grey 2 Group & 3 Group bertengger manis. Tentunya ditemani 4 unit Automatic Grinder Mazzer Robur. Aduh satu unit Mazzer saja harganya sudah berapa  ya. Lah ini malah ada empat unit. Shock saya. Ha-ha-ha. Untuk filter coffee-nya Padre Coffee (dan banyak coffee shop lainnya) sepertinya masih menjagokan Mahlkonig EK43.

padre-coffee-melbourne

Puas memantau coffee bar dan ngobrol sedikit dengan baristanya, saya sempat mengintip ke sebuah ruangan kaca yang terpisah. Di sana rupanya adalah ruang roasting Padre Coffee. Ada sebuah roaster machine Roasmax Roaster 15 Kg yang sedang bekerja. Sang roaster pun sepertinya serius dan detail sekali dengan kopi yang sedang disangrai. Mendampingi sepenuh hati, memerhatikan sepenuh jiwa. Sedap! Oh iya Padre Coffee tak hanya sekedar coffee shop dan roastery saja. Mereka juga menyediakan barista class dan roaster class. Jadi buat kamu yang berminat jadi roaster atau barista sila belajar di sini.

padre-coffee-melbourne Satu per satu pengunjung mulai datang ke Padre Coffee. Itu adalah pertanda bahwa saya dan koloni harus segera angkat kaki dan bertualang ke kedai kopi lainnya. Padre Coffee untuk saya adalah kebahagiaan kecil tempat nikmat kopi dan senang hati berpadu satu. Oh iya, sebelum pulang saya membeli coffee blend Ethiopia yang tadi saya minum. Saya takut rindu dengan nikmatnya makanya sebaiknya saya bawa pulang ke rumah.

padre-coffee-melbourne

Padre Coffee
438-440 Lygon Street
Brunswick East 3057
Melbourne – Australia 
PAKET CAFE

5,018 total views, 11 views today

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply