PAGI YANG ASYIK DI OZONE COFFEE ROASTERS LONDON

Sebelum mampir ke London, saya pikir kota ini sungguh identik dengan budaya minum teh. Ternyata tak hanya teh, kopi juga sudah melebur menjadi budaya para penduduknya.

HARI ketiga di Kota London dan saya masih saja mengagumi setiap sudut kota ini. Meski cuaca sering tak tertebak tapi London memiliki daya magis tersendiri yang membuat saya si pendatang ini kerap jatuh cinta. Di hari ketiga ini saya sengaja bangun lebih pagi karena ingin menikmati sarapan di kedai kopi dan tentu menyeruput kopi enak.

Beberapa hari sebelumnya saya sudah mencari tahu kedai kopi mana yang kira-kira bakal disambangi. Pilihan jatuh kepada coffee shop artisan yang merangkap sebuah roastery di kawasan Leonard Street bernama Ozone Coffee Roasters. Ozone Coffee Roasters ternyata juga memiliki gerai di New Zealand (malah lebih dulu buka di sana ketimbang di Inggris). Pagi yang baik memang harus diawali dengan kopi enak. Setidaknya Ozone Coffee Roasters memberi harapan itu.

Pukul 8 pagi kami sudah sampai di kedai kopi ini. Tak menyangka sepagi ini kedai kopi sudah dipadati oleh para pelanggan. Saya melihat banyak customer yang walk in dan take away. Aktivitas coffee bar pun berlangsung riuh karena mesin kopi La Marzzocco Strada White yang panelnya transparan ini tak henti-henti bekerja. Mondar-mandir peminum kopi menggenggam paper cup-nya. Sungguh pemandangan yang seru di pagi hari ini.

Karena ramai sekali, saya dan beberapa teman memilih duduk di coffee bar. Sebenarnya bukan karena ramai juga sih. Saya tertarik saja duduk di coffee bar kedai kopi dua lantai yang interiornya mengambil konsep industrial unfinished ini. Saya senang mengamati para barista beraktivitas dengan alat-alat kopinya. Saya perhatikan barista di sini sangat detail dan teliti. Kopi yang digiling dengan mesin penggiling Mazzer Kold dan Mythos One Grinder kemudian ditimbang. Jika tidak sesuai takaran meski hanya sedikit, kopi tersebut disingkirkan. Setiap step menyeduh sangat diperhatikan sedemikian rupa untuk hasil yang konsisten. Keren!

Puas memandangi sang barista beraksi, kini saatnya dia beraksi untuk menyeduh kopi saya. Saya memesan secangkir espresso yang dibandrol £2.4 dan single origin Kochere, Ethiopia Heirloom, Natural Process yang diseduh dengan Hario V60 seharga £4 . Single origin ini langsung membuat sepasang mata mengantuk saya terbuka dengan bahagia. Notes stroberi sangat terasa dengan medium acidity dan hints aroma lemon dan melon. Sungguh kopi dengan cita rasa yang asyik!

Di sekeliling saya dipenuhi para pelanggan yang asyik ngopi sembari menikmati sarapan. Ozone Coffee Roasters memang tak hanya jago soal kopi tapi juga menu sarapan dan brunch yang sudah terkenal di seluruh London. Oh iya, tak hanya kedai kopi dan restoran, tempat ini juga merangkap roastery dan barista training. 

Saya melihat sebuah mesin sangrai Probat UG 22 Kg yang bersebelahan dengan coffee tester room. Penasaran dengan ini semua akhirnya saya membeli tiga single origin dari Afrika yaitu Ethiopia, Burundi dan Kenya. Masing-masing single origin 250 gram ini dibandrol seharga £9-£12. Tidak terlalu mahal untuk ukuran London ya. Lebih mahal kalau minum ditempat yaitu £4. Ha-ha-ha.

Hampir dua jam duduk santai di sini pelanggan yang memesan coffee-to-go tampak belum juga berhenti. Dari sini saya yakin bahwa London tak hanya melulu soal budaya minum teh tapi juga bidaya minum kopi. Orang-orang begitu membutuhkan kopi untuk memulai hari dan tampak bahagia benar setelah meneguk secangkir kopi dalam genggaman. Ya, setidaknya saya mendapat jawaban bahwa kopi memang begitu kuat pengaruhnya bagi kota sekelas London.

Ozone Coffee Roasters

11 Leonard St, London EC2A 4AQ, Inggris Raya

 

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.