PASANEYOM COFFEE LUANG PRABANG LAOS

Di tengah banyaknya kedai kopi modern di Luang Prabang, Laos, ada satu kedai kopi tradisional yang membuat jatuh hat. Ya, Pasaneyom Coffee!

KEMANA pun saya pergi, saya akan menyempatkan diri untuk berburu kedai kopi. Dan tak hanya kedai kopi spesialti saja yang saya datangi, saya selalu suka mampir ke kedai kopi tradisional tempat budaya minum kopi orang lokal lahir dan berkembang. Saat ke Luang Prabang, Laos, kemarin saya pun mencari-cari adakah kedai kopi otentik yang memberi pengalaman khas ngopi orang Laos. Dan beruntung kami menemukan Panaseyom Coffee, sebuah kedai kopi di pinggir jalan yang cukup popular di kalangan penduduk sekitar.

Pasaneyom Coffee Shop berada tak jauh dari pasar pagi Luang Prabang dan dekat sekali dengan Sungai Mekong. Gerainya tepat di belokan  jalan. Saat kami ke sini beberapa orang sudah selesai sarapan dan hendak memulai hari. Kedainya mirip warung kopi di Indonesia hanya saja dia terbuka dengan meja dan papan kayu yang khas.

Kami memilih duduk di depan pembuat kopi. Sambil memerhatikan apa yang layak untuk disantap. Setelah melihat kanan-kiri, ternyata banyak yang memesan Lao Coffee, yaitu kopi dari Laos yang dicampur dengan susu kental manis. Ada juga kopi yang dicampur bubuk cokelat yang rasanya sedap bukan main. Kami mencoba dua-duanya dan takjub betapa kopi yang dimasak mendidih ini sedap betul!

Karena di samping kami orang-orang menikmati kopi bersama cakwe atau dalam Bahasa Laos disebut pah thawng ko kami pun mencobanya juga. Rasanya mirip campuran cakwe dan kue bohong. Nikmat sekali dicelup dengan kopi! Secangkir kopi di sini dibandrol 5.000 Kip atau kurang lebih Rp. 9000 saja. Kopi yang digunakan adalah Kopi Laos yang disangrai gelap. Cocok memang diseduh dengan susu kental manis kalau tidak bakalan pahit sekali di tegukan.

Berada di sini lama-lama serasa seperti menyaksikan potret kehidupan di Luang Prabang. Para supir, tukang tuktuk, pemandu wisata dan siapapun tumpah ruah di sini sambil bercengkrama dengan bahasa yang kami tak mengerti. Meski begitu asyik juga menjadi penonton. Serasa menonton film tanpa alih bahasa. Ha-ha-ha.

Selain kopi di sini juga ada teh susu yang berwarna oranye mirip teh Thailand. Rasanya pekat. Dan ada juga es cokelat yang ukurannya besar sekali. Sebenarnya kami ingin mencoba cuma takut gula darah naik. Ha-ha-ha. Tak hanya minuman, ada juga menu bubur ala Laos yang dijadikan sarapan. Kami ingin mencoba tapi tidak tahu itu terbuat dari apa. Yah, tak apalah setidaknya kami sudah mencoba kopi dan lebur bersama warga lokal.

Di Pasaneyom Coffee Shop hampir tak ada turis yang singgah. Tapi menurut kami justru tempat inilah yang harusnya didatangi karena berbeda dari kedai kopi lain di Luang Prabang!

Pasaneyom Coffee Shop

Di Persimpangan Kitsalat Road dan Khem Khong

Jam Operasional : 05.00 – 12.00

 

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.