PAULINA MICZKA: JUARA WORLD AEROPRESS CHAMPIONSHIP 2017

Juara terbaru kompetisi Aeropress sedunia berbicara tentang alat seduh istimewa ini, termasuk beberapa rahasia kemenangannya.

PAULINA Miczka—yang lebih senang dan akrab dipanggil Panda—memiliki sekelumit keadaan yang membuatnya menarik dikaji: penampilannya sedikit nyentrik, berasal dari negara yang sama dengan Filip Kucharczyk (Juara WAC 2016), namun ia mewakili negara yang sama dengan Dale Harris pada kompetisi WAC 2017.

Kejuaraan Aeropress sedunia tahun ini yang digelar baru saja di Seoul, Korea Selatan, mengumpulkan total 58 Aeropresser—istilah untuk para Juara yang mewakili negara mereka masing-masing— untuk kemudian bertanding lagi pada skala global dan mendapatkan predikat Juara dunia.

Kompetisi Aeropress umumnya dikenal karena ‘ritmenya’ yang cepat namun di saat bersamaan (seharusnya) juga menyenangkan, meskipun dalam beberapa tahun belakangan kompetisi ini kian dianggap serius.

Paulina merupakan Juara perempuan pertama dalam 5 tahun (setelah Charlene de Buysere dari Belgia menjadi perempuan terakhir yang memegang trophy Aeropress emas pada 2012), ia sekaligus pula menjadi satu-satunya orang Eropa di jajaran Top 3 kompetisi tahun ini. (Juara kedua adalah Yusuke Narisawa dari Jepang, sementara posisi ketiga dipegang oleh Jeongsu Park dari Korea).

Paulina mengawali karir di bidang kopi 5 tahun lalu, di sebuah kedai kopi bernama Kafo di kampung halamannya di Gliwice, selatan Polandia. Ia sangat terinspirasi selama bekerja di kedai itu sehingga memutuskan pindah ke London bersama kekasihnya, karena seperti pengakuannya ia ingin “memelajari lebih jauh tentang kopi dan hospitality secara umum”.

Saat ini Paulina bekerja di Kaffeine, London sebagai senior lead barista. Selain kopi, ia juga memiliki ketertarikan yang intens terhadap makanan dan bepergian.

Mungkin kedengarannya biasa, tapi sebenarnya apa yang kamu rasakan setelah akhirnya menjadi Juara Dunia? Di sebuah artikel, saya membaca bahwa kamu sudah berkompetisi sejak 4 tahun lalu…

Memenangkan kompetisi dunia ini benar-benar luar biasa. Pada awalnya, itu seperti tidak nyata. Semuanya terjadi begitu cepat sehingga saya benar-benar merasa tidak percaya. Dan, ya, saya sudah berkompetisi selama 4 tahun bersama kekasih saya.

 

Lalu apa yang membuatmu tak menyerah dan tetap gigih mengikuti kompetisi ini sampai akhirnya menjadi Juara?

Berkompetisi adalah sesuatu yang saya dan kekasih saya kerjakan setiap tahun. Itu sudah menjadi lebih seperti tradisi, karena menyenangkan sekali untuk terus mencari resep baru. Kami bisa belajar banyak hal justru pada saat persiapan. Saya sangat bangga bisa memiliki kekasih yang juga sangat tergila-gila dengan kopi dan, sejujurnya, dia adalah satu-satunya yang mendorong saya untuk tetap melakukannya.

 

Kompetisi Aeropress, secara konseptual dan harfiah, adalah perlombaan yang fun. Tapi bagi dirimu sendiri, apakah kamu menganggap kompetisi ini fun, atau justru serius?

Kami (bersama kekasih saya) utamanya melakukan kompetisi ini untuk bersenang-senang. Saya pikir semua orang memang ingin menang, tapi bagian yang paling menyenangkannya adalah persiapan yang dilakukan. Ada banyak orang yang menganggapnya –kompetisi itu– sangat serius sejak awal. Namun bagi saya, itu menjadi serius pada saat saya memenangkan kompetisi Aeropress di Inggris untuk kedua kalinya. Saya harus membuktikan pada diri sendiri bahwa menjadi yang pertama benar-benar bukan hanya sebuah keberuntungan.

 

Apa resep kemenanganmu pada kompetisi World Aeropress Championship 2017 lalu? Boleh membaginya?

35 gram biji kopi, digiling kasar (coarse)

Air bersuhu 84°C

 Cara seduh:

· 0 – 15 detik, tuangkan 150 ml air

· 15 – 35 detik, tetap aduk atau stir selama 20 detik.

· Pasangkan lid di bagian atas dengan filter yang sudah dibasahi sebelumnya.

· Menit 1.05, balikkan Aeropress dan mulai pressing.

· Menit 1.35, stop pressing. Harusnya kamu telah mendapatkan 90 ml hasil brew pada tahap ini.

· Tambahkan 160 ml – 200 gram air panas. Enjoy!

 

Thanks. Apakah kamu menggunakan filter khusus pada kompetisi ini?

Saya hanya menggunakan satu filter kertas. Saya suka memakai filter kertas karena hasilnya bisa memberikan karakter yang lebih jernih, cleaner taste, dan tak ada sedimen.

 

Saya membaca bahwa kamu menggunakan air bermerek Aqua Pura dan mencampurkan sedikit air mineral Third Wave Water. Apa alasannya? Menurut pendapatmu, konten mineral seperti apa, atau air dengan pH level bagaimana yang cocok untuk teknik seduh Aeropress?

Aqua Pura, bagi saya, memberikan hasil seduhan dengan pleasant body dibandingkan merek-merek lainnya. Sementara mineral-mineral pada Third Wave Water bisa meningkatkan sweetness dan acidity dengan keseimbangan yang tepat antara kalsium dan magnesium. Dari pengalaman saya, pH pada air seharusnya mendekati –sedekat mungkin– dengan level 7. Konten mineral seharusnya berada di sekitar 150 ppm, dan kadar bicarbonate berada di bawah 100 ppm.

 

Filip, Juara tahun lalu juga menggunakan refractometer selama berkompetisi di atas panggung. Tahun ini kamu juga melakukannya. Apakah keberadaan refractometer ini memang sebegitu pentingnya di atas sana?

Refractometer adalah sesuatu yang saya gunakan hampir setiap hari, dan saya pikir itu alat yang hebat. Mencicipi dulu rasa kopi di atas pentas sebelum menyajikannya kepada juri benar-benar bisa membuat stress, maka saya memutuskan untuk menggunakan sedikit bantuan. Saya tahu kopi saya akan mencapai keseimbangan yang pas antara kadar acidity, sweetness, dan body dengan pengukuran pada TDS sekitar 1.45%, maka saya mengacu pada itu.

Meskipun mewakili Inggris tahun ini, tapi kamu masih berkebangsaan Polandia dan sekaligus orang Polandia ketiga yang memegang trophy ini—selain Filip dan Lukasz Jura. Apakah Aeropress benar-benar sangat populer di sana?

Seiring dengan semakin berkembangnya kompetisi Aeropress di Polandia dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak juga orang yang tertarik dengan hal itu. Bisnis-bisnis kopi spesialti bertumbuh dengan  sangat cepat di sana, dan banyak orang makin suka bereksperimen dengan berbagai metode seduh, khususnya Aeropress.

 

Terakhir, apa rencana berikutnya setelah memenangkan World Aeropress Championship?

Saya sedang berpikir untuk membuka bisnis konsultasi kopi, tapi siapa yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan!

 

 

Foto utama diambil dari website resmi World Aeropress Championship (oleh Abigail Varney), foto lainnya merupakan dokumentasi pribadi Paulina khusus untuk Otten Coffee.

 

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.