PENGALAMAN NGOPI DI BULAN PUASA

Bulannya puasa, apakah ngopinya juga ikutan puasa? 

SEBAGAI peminum kopi aktif dan tidak pernah melewatkan hari tanpa secangkir kopi pun, bulan Ramadan menjadi tantangan tersendiri untuk saya yang berpuasa. Banyak teman dan pembaca yang bertanya bagaimana saya ‘bisa bertahan’ sebulan penuh berpuasa tapi tetap bisa ngopi secara aman.

Pada artikel ini saya akan berbagi bagaimana pengalaman ngopi saya di bulan puasa ini. Maklum saya memang selalu lekat dengan kopi setiap hari. Bahkan sehari bisa 2-3 kali minum kopi. Di bulan puasa ini ada sedikit rutinitas ngopi yang berubah. Jika di hari biasa saya selalu minum kopi pagi dan sehabis makan siang, maka selama bulan puasa ritual ngopi saya hanya bisa dilakukan setelah berbuka puasa. Atau idealnya sesaat sebelum ibadah tarawih di mulai.

Kenapa? Karena saat berbuka tubuh memerlukan nutrisi lain karena sudah kosong seharian. Makanan manis, protein dan karbohidrat harus dikonsumsi lebih dahulu. Lalu air putih karena tubuh kita sudah pasti dehidrasi. Kopi biasanya saya minum sejam atau dua jam setelah berbuka. Itupun hanya secangkir kopi saja atau mungkin kira-kira 250 ml perseduhnya.

Jenis kopi yang saya pilih adalah kopi arabika yang kafeinnya tidak sebanyak robusta. Karena saya juga tidak butuh ‘energi’ berlebih malam itu. Karena harus kembali beristirahat untuk bangun dini hari saat melakukan sahur. Jika melewatkan ngopi sehari, biasanya saya akan mengalami sakit kepala ringan dan kurang fokus. Itu kenapa ngopi sehabis berbuka tetap dilakukan agar bisa fokus melakukan kegiatan lain. Tapi ini hanya saya lho ya. Saya tidak tahu kondisi tubuh kamu dalam menerima kafein setelah berpuasa. Sebaiknya ‘dengar tubuhmu’ sebelum mengonsumsi kopi.

Apakah ngopi di saat sahur aman untuk tubuh? Untuk saya ngopi saat sahur menyebabkan saya dehidrasi beberapa jam setelahnya. Itu kenapa saya memilih  untuk tidak ngopi saat sahur karena seharian tubuh sudah pasti akan kekurangan air. Tapi ada beberapa teman yang baik-baik saja ngopi di saat sahur dan menjalankan puasa seperti biasa. Namun sepertinya hal ini tidak berterima bagi tubuh saya. Jadi daripada puasanya terganggu saya skip saja.

Harus diingat ngopi bukanlah suatu keharusan. Yang harus adalah menjaga kesehatan tubuh agar tetap sehat meskipun sedang menjalankan puasa. Dan kamu harus mendengarkan tubuhmu atas segala yang kamu konsumsi. Semoga pengalaman ngopi saya dan di bulan ramadan ini bisa bermanfaat ya!

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.