PENGALAMAN NGOPI DI KEDAI KOPI ALA ‘NEW NORMAL’

Sejujurnya istilah ‘new normal’ terasa begitu menyebakan di telinga saya. Karena kita semua tahu tak ada yang normal perkara ini semua.

NAMUN lagi-lagi, hidup harus berjalan. Kita harus beradaptasi dengan keadaan sembari berhati-hati dan waspada terhadap setiap langkah yang diambil. Jujur selama empat bulan terakhir saya bisa dihitung berapa kali menginjakkan kaki ke kedai kopi. Selain belum merasa benar-benar aman, saya merasa kurang bijak minum kopi di tempat umum saat imbauan untuk #dirumahsaja masih digaungkan.

credit: prince-coffee-club

Kini “new normal” sudah digalakkan di mana-mana. Satu per satu kedai kopi mulai memperbolehkan untuk menikmati kopi di kedai. Ya, meski dengan beberapa penyesuaian demi menjaga kesehatan. Selamat empat bulan terakhir saya hanya tiga kali dine in di kedai kopi. Pertama, mengunjungi teman dan minum secangkir kopi yang cangkirnya saya bawa sendiri. Kedua, minum kopi sambil makan siang. Ketiga, minum kopi saja tanpa makan apa-apa.

Ketiganya saya lakukan dengan perasaan waswas dan terburu-buru. Aneh betul ada kecemasan saat menikmati kopi, karena biasanya kedai kopi memberi santai serta damai. Semua kedai kopi yang saya datangi menerapkan protokol kesehatan yang mumpuni. Dua di antaranya mengharuskan menggunaan masker dan hanya boleh dibuka ketika kita sedang makan dan minum. Satu di antaranya bahkan melakukan pengecekan suhu tubuh. Dan semuanya menganjurkan penggunaan handsanitizer sesaat ketika kami masuk ke dalam kedai.

Credit : coffeemuseum.com

Yang terlihat jamak adalah semua waitres dan barista menggunakan masker. Bahkan ada yang menggunakan topi dengan penutup wajah bening seluruh muka. Juga melakukan pembatasan berjarak antara kursi dan meja. Agar para pengunjung tidak berdekatan dan potensi menular bisa dikurangi. Tak hanya itu, jam operasional juga berjalan lebih pendek. Mungkin masih melihat bagaimana respon pasar kali ya? 

Sejujurnya saya sangat senang geliat industri kopi kembali berpacu. Tapi di sisi lain saya belum bisa menikmati seutuhnya, seleganya, sedamainya seperti era ketika covid-19 belum tiba di bumi ini. Pesan saya untuk teman-teman yang ingin menikmati kopi di kedai kopi boleh saja ASAL tidak berkerumun dan tetap mengikuti protokol kesehatan. Dan untuk para pebisnis kedai kopi, semangat selalu, terima kasih telah berjuang dan bertahan. Serta ikut serta menjalankan protokol kesehatan dengan bertanggung jawab.

Foto utama dari gotrip.hk

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.