PENTINGNYA SLOW POURING PADA METODE SEDUH POUR-OVER

Baik barista maupun penikmat kopi, pastinya ingin sekali menyeduh kopi dengan hasil seduh yang optimal. Semua orang bisa saja menyeduh kopi mereka dengan gaya mereka masing-masing, tapi sedikit yang mampu menyeduh dengan optimal dan konsistensi untuk seduhan selanjutnya. Untuk menyeduh kopi dengan dripper, baiknya memperhatikan teknik menuang air dari kettle dan juga pertimbangkan penggunaan kettle seperti apa, agar seduhan kopi mengekstraksi karakter rasa secara optimal yang terkandung pada bubuk kopi.

MENGAPA teknik menuang air seduhan menjadi penting ketika menyeduh kopi, hal ini terkait dengan ekstraksi kopi ketika air seduhan mengenai bubuk kopi. Pada metode pour-over menuang air seduhan merupakan cara untuk memanipulasi ekstraksi kopi, karena cara pouring langsung mempengaruhi waktu seduhan (brew time) dan pergerakan permukaan bubuk kopi ketika terkena air (surface area). Jadi tidak heran, jika seorang barista sangat menjaga waktu seduhan dan dengan teliti ketika menuangkan air seduhan pada dripper. Jika tidak ingin ribet, ada baiknya menggunakan scale yang sudah dilengkapi fitur hitungan waktu untuk seduhan, seperti Acaia Pearl Scale . Dengan memperhatikan brew time dan surface area, memungkinkan seorang barista menyeduh kopi dengan ekstraksi rasa yang optimal, salah satu caranya dengan teknik pouring.

credit: roesttrommel.de

SLOW POURING PADA METODE POUR OVER

Kesampingkan terlebih dahulu jarak mulut kettle pada permukaan dripper, mari sedikit kita ulas mengapa slow pouring menjadi penting untuk menyeduh kopi pour over. Pada jarak kettle yang sama, brew time dan surface area adalah dua variabel yang sangat jelas mempengaruhi ekstraksi kopi.

Brew Time | Semakin banyak air seduhan mengenai bubuk kopi, pada waktu tertentu semakin banyak senyawa kopi yang diekstraksi menjadi karakter rasa. Sekilas terdengar sangat mudah untuk menyeduh kopi yang optimal, tapi jika mempertimbangkan segala halnya, ini akan terkesan menjadi rumit. Kettle yang digunakan, gilingan bubuk kopi, suhu air seduhan, dan faktor lainnya. Anggaplah untuk saat ini, pada variabel yang sama cukuplah fokus pada waktu seduhan dan permukaan bubuk kopi.

SURFACE AREA | Permukaan bubuk kopi berkaitan dengan seberapa kasar/halus gilingan bubuk kopi yang diseduh, semakin banyaknya area permukaan bubuk kopi terkena air seduhan maka keseluruhan bubuk kopi terekstraksi. Ketika air seduhan mengaliri bubuk kopi disinilah terjadi ekstraksi, bubuk kopi yang kasar akan membutuhkan waktu yang lama untuk terekstraksi, membutuhkan waktu yang lebih agar air seduhan masuk menyeluruh ke bubuk kopi di tiap bulir bubuk kopinya. Dan sebaliknya, bubuk kopi yang halus memerlukan waktu yang sedikit untuk terekstraksi, karena air seduhan mampu diserap tiap bulir bubuk kopi secara cepat dan larut menjadi senyawa karakter rasa.

credit: pinterest

Jika dari kedua hal ini saja dengan menganggap variabel yang lain sama, maka menuangkan air seduhan dengan melambat (slow pouring) berpotensi untuk menghasilkan seduhan yang optimal. Pada ekstraksi kopi, ada beberapa senyawa rasa yang mudah larut dengan air seduhan ada juga yang agak susah larut dengan air seduhan. Yang larut terlebih dahulu adalah rasa asam buah-buahan yang terkandung pada biji kopi, yang kemudian rasa karamel, cokelat, kacang dan karakter manis. Jarang larut rasa gosong jika biji kopi dalam keadaan segar.

Singkatnya, surface area (seberapa kasar bubuk kopi) membantu air seduhan untuk diserap secara menyeluruh oleh bubuk kopi dan brew time (waktu seduhan) memberikan kesempatan air seduhan untuk menjangkau semua senyawa rasa agar terekstraksi optimal. Maka menjadi hal yang serius mempertimbangkan pemilihan kettle agar bisa melakukan slow pouring. Semoga artikel ini dapat menjadi referensi, ada baiknya mengetahui fase pouring ketika menyeduh kopi menggunakan dripper di sini, sehingga lebih paham lagi teknik menuang air seduhan dan pentingnya aliran air seduhan dari kettle.

src: fellowproduct.com img: iomotaimpact.com

 

2 Comments
  1. Baik sekali informasinya
    Usahakan beri lg informasi tentang kopi lbh banyak lagi.
    Terima kasih Otten.

    Salam

    Sunarko

Leave a Reply

Your email address will not be published.