PERJALANAN ERA POUR OVER, HINGGA POCKET POUR OVER

Sehari pun tak sanggup tanpanya jika sudah terlalu akrab dengan kopi, apalagi untuk berpergian jauh tanpa ditemani kopi. Coffee isn’t as simple as a beverage.

DI era yang serba memudahkan kini, kopi hadir fleksibel di setiap kesibukan, selalu saja berhasil menemukan celah di berbagai aktifitas. Buat mereka yang mengejar waktu di pagi hari dan membutuhkan kopi adalah sebuah keharusan. Secangkir kopi akan menemukan mereka, bagaimana caranya, selalu saja ada cara kopi untuk datang menghampiri. Misalkan saja drip coffee; pocket pour over yang hadir instan untuk memudahkan memenuhi kebutuhan kamu akan minuman kopi hari ini.

Di banyak coffee shop yang sudah familiar kamu kunjungi, seduhan pour over mungkin akan terkesan merepotkan dan memakan waktu. Untuk kamu yang ingin instan dan tidak ada waktu luang, menggunakan coffee equipments untuk seduhan pour over pastinya menyita banyak waktu. Namun untuk bermanja dengan ritual seduhan menggunakan coffee equipments di dapur kamu pada akhir pekan, merupakan cara tepat bersahabat dengan hari libur. Tidak untuk mereka yang terjepit di tengah daily work atau sedang bepergian jauh untuk beberapa hari, sementara hasrat ingin minum kopi sudah di ambang batas.

Tenanglah, di era third wave of coffee kekhawatiran tidak akan bisa minum good coffee terbantahkan. Ada coffee equipments yang sesuai dengan traveler untuk bepergian jauh, ada juga inovasi untuk menyeduh kopi secara instan pour over tanpa coffee equipments yang terlalu besar. Hanya memerlukan air yang panas dan cangkir kosong, wush . . . secangkir kopi speciality tersaji layaknya magis.

Mencoba menelusuri pocket pour over, sebenarnya bagaimana sejarah perkembangan metode seduhan pour over ini.

credit: gazaboo
credit: gazaboo

Melitta/ Salah satu dripper metode seduhan pour over yang melegenda, sekitar abad ke-20 dripper Melitta membersamai perkembangan kopi. Temuan ini digagas oleh Melitta Benz seorang ibu rumah tangga yang ingin membuatkan sajian kopi untuk suaminya. Entah bagaimana ide itu muncul, menyajikan kopi dengan sebuah paper filter. Dengan banyak perkembangannya, yang awalnya 8 lubang tetesan, dan akhirnya hanya 1 lubang tetesan, dengan banyak eksperimen akhirnya dripper Melitta dipasarkan secara umum sekitar tahun 1960.

etsy
credit: pinterest

Kalita/ Belum pasti, namun beberapa artikel mengakui bahwa Kalita berasal dari amerika sekitar abad 20. Tidak jauh berbeda dengan Melitta, bahkan beberapa berpendapat bahwa ide asli dari Kalita adalah tiruan Melitta, who knows? Dengan tiga lubang seduhan sejajar pada Kalita, sehingga flow air berbeda dengan Melitta. Kalita diproduksi massal pada tahun 1959.

credit: moon and trees
credit: moon and trees

Chemex/ Berbeda dengan dripper yang lain harus membutuhkan coffee pot untuk tetesan kopi yang jatuh saat di-pouring. Chemex memiliki coffee pot yang menyatu pada dripper-nya, ini yang membuat chemex terlihat indah. Bahkan dalam pengembangannya yang dimulai pada tahun 1941, penemunya Schlumbohm mengembangkan 300 lebih rupa chemex. Dan diantaranya 20 rupa chemex berhasil memikat dunia, dan menjadi koleksi untuk beberapa museum, seperti the Museum of Modern Art in New York, the Smithsonian, the Corning Museum dan the Philadelphia Museum.

credit: ground work coffee
credit: ground work coffee

Hario V60/ Dripper ini dikenalkan publik pada tahun 2005 dan banyak kedai kopi yang telah menggunakannya untuk seduhan menu kopi utama mereka. Penamaannya pun bisa dibilang cukup simpel, dari bentuk dripper yang menyerupai huruf V bila dilihat dari samping dan memiliki sudut 60 derajat. Tak heran namanya V60, dan lagi V60 miliki banyak ulir yang berpusat menuju pusat tetesan.

Dripper untuk Traveling

Antusias penikmat kopi akan metode seduhan pour over sangat mengesankan, mungkin ini dikarenakan seduhan menggunakan dripper menghasilkan seduhan kopi dengan karakter rasa yang kompleks. Era third wave seakan memanjakan penikmat kopi, mereka yang cinta dengan metode pour over tapi tidak memungkinnya membawa drip equipments sungguh mengecewakan. Tunggu dulu, kebaikan third wave of coffee mengatasi kekecewaan; Tetra Drip dan Pocket Pour Over sungguh fleksibel.

credit: Bluelug
credit: Bluelug

Tetra Drip/ Untuk yang hobi berpetualang menjelajahi keindahan alam mencari kebahagian akan perjalanan, kurang lengkap mereka tidak ditemani hikmatnya menyeruput kopi. Tetra Drip sangat keren, dapat menemani traveling mereka, dripper ini dapat menjelma menjadi seukuran namecard bila tidak digunakan. Sehingga dapat dibawa ke mana-mana, Tetra Drip dapat menggunakan paper filter Hario untuk membantu dripping.

57f709554efd7

Pocket Pour Over/ Jika Tetra Drip dapat membentuk serupa namecard jika tidak digunakan, pocket pour over merupakan pour over instan seukuran saku celana. Sehingga dapat dibawa kemana-mana, menyeduhnya adalah hal sederhana tidak perlu paper filter terpisah dan tidak perlu mempersiapkan ground coffee. Pocket Pour Over sudah tersedia didalamnya paper filter sekali pakai dan ground coffee. Drip Coffee dari Otten Coffee menyediakan banyak pilihan single origin Pocket Pour Over, misalkan saja Drip Coffee Timor Leste, Drip Coffee Toraja, Drip Coffee Kopi Lanang dan banyak single origin lainnya.

Sangat menarik evolusi alat pour over, sehingga pada era kini, tanpa menghilangkan ritual pouring dan dripping, Tetra Drip dan Pocket Pour Over hadir dengan cukup instan membersamai waktu yang cukup sibuk.

src: blog.italcoffee.com perfectdailygrind.com img: frshgrnd.com

1,819 total views, 8 views today

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.