PERJALANAN KOPI: PRAPANEN, PANEN DAN PASCAPANEN

Perjalanan kopi tidak sesingkat meneguknya. Ada banyak tahap yang dilalui kopi sebelum benar-benar sampai pada tegukan.

TAK singkat dan berproses panjang adalah dua hal yang terjadi pada minuman favorit kita: kopi. Kopi melalui banyak langkah dan menghabiskan begitu banyak waktu dan kerja keras agar benar-benar mampu mencipta kesempurnaan pada rasa. Oleh karena itu, Otten Coffee ingin memaparkan perjalanan dan proses singkat kopi dari kebun hingga ke cangkir. Karena untuk segala yang terbaik memang selalu harus melalui kerja keras yang pelik.

Prapanen

Biasanya pohon kopi (hampir di seluruh pertanian kopi di dunia) mulai mengeluarkan bunga kopi pada bulan Mei setiap tahunnya. Bunga kopi ini kemudian menghabiskan kurang lebih 9 bulan sebelum menghasilkan buah (ceri) kopi. Selama 9 bulan bunga kopi berkembang dan membentuk secara perlahan menjadi ceri kopi. Pada tahap ini petani harus benar-benar memerhatikan bunga-bunganya. Pohon kopi harus terus dibersihkan dari hama rumput di sekitarnya. Juga cuaca akan memengaruhi hasil cerinya. Hujan yang terlalu sering datang bisa memengaruhi banyaknya ceri kopi di kemudian hari.

Credit : wikimedia.org
Credit : wikimedia.org

Setelah 9 bulan, biasanya pada Januari ceri kopi mulai bermunculan. Tapi ceri kopi pada tahap ini belum tumbuh sempurna dan masih mengalami masa proses dan pengembangan. Cuaca sangat memengaruhi pertumbuhan ceri kopi. Cuaca yang terlalu panas atau terlalu sering hujan bisa mengakibatkan panen yang gagal atau kualitas cerinya tidak bisa memenuhi kualitas standar.

Pada Februari biasanya mayoritas ceri kopi sudah mulai matang dan siap untuk dipetik. Biasanya pertanian menyewa jasa para pemetik ceri kopi. Dan upah para pemetik kopi ini standarnya adalah 60% dari biaya produksi kopi pertahunnya.

Panen

Credit : kokode.co.in
Credit : kokode.co.in

Maret adalah bulan penuh kerja keras yang mana para petani mulai memanen ceri kopi dari kebunnya. Para petani memetik ceri yang siap panen pada pagi dan siang hari. Kemudian pada malam hari mereka melakukan proses pemisahan ceri dan biji kopi lalu mencucinya. Di tahap ini juga ditentukan ceri kopi ini akan lanjut ke proses apa. Mulai dari fully washed, natural, atau semi-washed. Beberapa petani melakukan proses pencucian ini sendiri, ada juga yang langsung mengirim ceri kopinya ke kilang kopi. Kerugiannya adalah mereka akan mendapatkan upah yang lebih rendah meski hal itu tak berlaku di semua daerah di dunia.

Masa panen mulai berangsur berakhir pada pertengahan April. Semua ceri kopi harus segera dipanen karena ceri yang tidak dipanen akan membusuk di pohon dan akan menimbulkan hama. Hama tersebut akan memengaruhi kualitas panen di tahun berikutnya.

Pascapanen

Credit : sonofresco.com
Credit : sonofresco.com

Setelah panen dan semua ceri kopi diproses menjadi biji hijau, para petani biasanya mengumpulkan hasil panennya tersebut pada koperasi yang membawahi perkebunan. Biji hijau ini belum bisa disangrai karena harus mengalami beberapa tahap lagi. Biji kopi hijau biasanya dikumpulkan pada koperasi dan dikemas ke dalam karung-karung sebelum diekspor kepada eksportir atau perusahaan kopi dengan skala yang lebih besar. Biji hijau ini kemudian akan mendapatkan proses mengetesan dan cupping untuk menentukan kualitasnya sebelum dijual ke pasar. Penyeleksian ini sangatlah penting karena akan menyangkut harga kopi tersebut kemudian hari. Pada tahap ini, biji hijau harus melewati bagian resting yang mana biji hijau tersebut harus ‘diistirahatkan’. Jika kadar air pada bijinya belum mencapai standar yang diinginkan, biji-biji tersebut harus dijemur terlebih dahulu.

Jika biji hijau tersebut telah mencukupi tingkat kadar airnya dan telah melewati seleksi  cupping test maka kopi tersebut siap melanjutkan perjalanannya ke pasaran. Lalu sampai ke tangan roaster dan disangrai sebelum pada akhirnya diseduh dan singgah pada cangkir kopimu.

Referensi tulisan dari Real Fresh Coffee oleh Jeremy Torz & Steven Macatonia ; Foto Utama dari coffeelands.crs.org

cari-kopi

 

 

 

 

762 total views, 16 views today

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.