PERLUKAH SERTIFIKASI PADA PEMBIBITAN KOPI?

Pernahkah terlintas pertanyaan, dari mana para petani kopi kita mendapatkan benih tanaman kopi untuk mereka tanam dan selanjutnya dirawat kemudian berbuah kopi. Pasti ada yang menyediakan bibit kopi tersebut untuk para petani kopi, nah jika demikian adanya, maknanya jika tanaman kopi yang telah dirawat ternyata tidak menghasilkan buah kopi yang bagus, bisa jadi ini disebabkan benih kopi yang kurang baik.

BANYAK yang mengira, secangkir kopi yang nikmat itu berawal dari tanaman kopi sehat yang dirawat oleh petani kopi hingga berbuah. Padahal, kita melupakan hal kecil yang mana bisa menentukan apakah tanaman kopi yang petani tanam dapat bertahan hingga panen dan menjadi secangkir kopi yang nikmat. Benih kopi adalah awal sebelum tanaman kopi ini tumbuh dan dirawat oleh para petani kita, yang menjadi pertanyaan dari mana dan bagaimana para petani kopi mendapatkan benih kopi mereka yang kemudian ditanam. Apakah benih kopi yang akan mereka tanam dalam keadaan sehat sehingga ketika ditanam tidak mudah terkena penyakit tanaman.

credit: worldcoffeeresearch.org

World Coffee Research (WCR) Verified belum lama meluncurkan program mereka untuk memfasilitasi para petani kopi agar dapat dengan mudah menentukan apakah benih kopi yang mereka beli dalam keadaan sehat untuk ditanam selanjutnya. Program sertifikasi kepada para penyedia bibit kopi atau tempat pembibitan kopi merupakan salah satu bentuk keseriusan di era third wave coffee. Sekilas tentang era third wave, yang tidak hanya mengusahakan sajian kopi yang nikmat, namun juga di era ini banyak hal yang bertahap mulai difokuskan, seperti bagaimana dampak limbah kemasan minuman kopi, mempelajari detail tentang kopi, dan banyak lagi. Mencari solusi menanggulangi permasalahan dari tanaman kopi juga menjadi berkah dari era third wave coffee ini, dan program uji kelayakan benih kopi sebelum ditanam merupakan salah satu cara untuk meminimalisir masalah tanaman di kemudian hari

Program ini muncul dengan asumsi menjadi indikator para petani dalam membeli benih kopi untuk mereka tanam. Pasalnya, hampir tiap saat pembelian benih kopi dilakukan di banyak negara, apakah itu menanam tanaman kopi pada lahan baru, ataupun mengganti tanaman kopi yang sudah tua dengan tanaman baru di lahan yang lama. WCR menginisiasi program sertifikasi pembibitan ini mengingat juga, belum ada standarisasi para petani dalam memilih benih kopi yang akan mereka tanaman dan juga sama halnya belum ada perhitungan sistematis yang dapat memastikan benih kopi tersebut sehat secara genetik.

credit: modernfarmer.com

Namun, mungkin saja di beberapa negara maju memiliki perhitungan sendiri atau memiliki standarisasi yang telah disepakati bersama oleh kelompok – kelompok petani kopi di negara itu. Walaupun demikian, pasti akan berbeda standarisasinya dari petani di daerah yang satu dengan yang lainnya dalam hal menentukan benih kopi yang baik. Di negara maju, bukan hal baru isu sertifikasi untuk benih tanaman, secara umum sertifikasi benih tanaman sudah dikembangkan sejak 100 tahun yang lalu sekitaran abad ke 19. Jadi tak heran, jika benih tanaman kopi juga perlu disertifikasi.

Hal ini juga mencegah, para penjual benih kopi ataupun penyedia benih kopi melakukan penipuan kualitas benih yang kerap terjadi di beberapa negara. Sekilas tidak ada yang beda benih kopi tersebut, namun ketika masa panen barulah terlihat hasil panen yang kurang dari yang diharapkan, bisa jadi ini karena benih kopi yang tidak baik.

WORLD COFFEE RESEARCH VERIFIED PROGRAM

Di mulai tahun 2015 program ini dikembangkan dan di tahun 2017 melibatkan pihak ketiga NSF Internasional; sebuah lembaga internasional yang mengurusi kesehatan dan keamanan publik, sebagai panjang tangan dari program ini untuk menyebar ke seluruh dunia. Audit dan sertifikasi dilakukan awal perkembangannya di Amerika Tengah dan kemudian ke Meksiko dan Amerika Selatan serta selanjutnya diluncurkan secara global. NSF dalam kerjasamanya, bertanggung jawab untuk mengelolah proses sertifikasi dan mengawasi integritas program agar memastikan transparansi dan independensi.

credit: worldcoffeeresearch.org

WCR Verified dalam program sertifikasinya mengevaluasi beberapa hal di antaranya;

  • STANDARISASI PEMBIBITAN | Pembibitan mengikuti praktik terbaik dalam meningkatkan kesehatan bibit, dan bebas dari penyakit tanaman.
  • KEMURNIAN GENETIK | Varietas kopi diidentifikasi menggunakan analisa DNA oleh WCR sehingga petani dapat membeli benih varietas kopi yang benar.
  • EDUKASI | Pembibitan memiliki edukasi seputar kinerja agronomi terhadap varietas kopi yang berbeda, sehingga nantinya petani mendapatkan informasi mengenai varietas kopi yang berbeda – beda.
  • HAK KELAYAKAN PEMBIBITAN | Memberikan sertifikasi dan wewenang untuk melakukan pengembang-biakan benih tertentu..

Sejauh ini, WCR memiliki direktori 38 varietas yang dibudidaya di Amerika dan di 2018 Afrika menjadi fokus utama mereka untuk mengidentifikasi varietas di sana yang kemudian akan mengidentifikasi secara global. Harapannya dengan transparansi masalah varietas kopi ini, petani kopi dapat lebih mengerti varietas yang bagaimana yang dapat tumbuh di lahan mereka dan memudahkan akses untuk menemukan varietas benih yang benar-benar berkualitas.

src: coffeetalk.com img: varieties.worldcoffeeresearch.org

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.