PESONA SEDERHANA KONCO BREW BAR

Apa yang menghidupkan sebuah kota? Yang pertama pasar, yang kedua tentu saja kedai kopinya. Dan untuk saya Konco Brew Bar menghidupi sisi lain kehidupan Kota Padang.

UNTUK saya sebuah kedai kopi tak perlulah harus fancy dengan furnitur dan alat kopi maha canggih. Kemewahan kedai kopi harusnya lahir dari rasa pada cangkir dan senyum mereka yang bekerja di sana. Konco Brew Bar memberikan kemewahan yang sederhana itu. Kedai kopi yang berlokasi tak jauh dari Universitas Andalas ini menjadi ‘rumah’ bagi para mahasiswa dan pecinta kopi yang tersesat seperti saya.

Malam itu saya dan sekelompok teman sudah hampir overdose karena kebanyakan ngopi. Waktu yang singkat di Padang kami gunakan untuk ‘lompat’ dari satu kedai kopi ke kedai kopi lainnya. Konco Brew Bar adalah kedai kopi yang kami pilih untuk menyudahi hari. Dari luar kedai kopi ini terlihat sederhana meski riuh dengan banyaknya manusia yang nongkrong di sana. Hebat juga sebuah kedai kopi mampu mendatangkan manusia-manusia haus kafein. Saya jadi penasaran bagaimana hebatnya kopi yang lahir dari kedai milik Fajri Jumaiza ini.

Konco Brew Bar terdiri dari tiga bagian. Bagian outdoor tempat smoking area, bagian indoor dan ruangan roasting tempat Fajri menyangrai kopi atas label Dua Pintu Coffee. Dulu Fajri hanya menyangrai dengan menggunakan belanga dengan cara manual. Kini dia suda memiliki mesin sangrai dan mampu mengeksplorasi biji kopi dengan lebih matang.

Saat memasuki kedai, saya disambut senyum hangat dari mereka yang berdiri di coffee bar. Coffee bar tepat di sebelah kiri tepat di pintu masuk. Jangan heran, kawan, tak ada mesin espresso di sana. Yang ada hanyalah sebuah jagoan bernama Rok Presso bersanding dengan Bellman Stove Top yang bertugas menghadirkan foam susu. Sungguh bar sederhana yang bersahaja ditambah dengan jejeran single origin beraneka yang membuat saya gemas untuk dicicip satu-satu.

Air dipanaskan dengan menggunakan kompor gas yang diatasnya diletakkan teko bertemperatur. Saya kagum dengan kreativitas yang tak menghalangi Konco Brew Bar ini bernapas. Malam ini saya memesan single origin Labah Rimbo yang disangrai sendiri oleh Fajri. Sensasi nikmat kopi yang diseduh dengan Hario V60 ini menambah kehangatan malam itu. Entahlah, Konco Brew Bar seperti memiliki pesonanya sendiri. Seperti laki-laki sederhana yang dalam diamnya punya sejuta pesona. Aih!

Semakin malam Konco Brew Bar semakin ramai saja. Sekelompok mahasiswa menenteng laptop masing-masing dan bersiap diperbudak tugas kuliah. Atau segerombolan lelaki yang membahas bola atau masalah remeh-temeh lainnya. Kedai kopi memang paling bisa menjadi titik kumpul semua kepala. Dan meskipun Konco Brew Bar tidak memiliki banyak pilihan menu makanan, toh banyak orang betah-betah saja nongkrong di sini.

Karena malam makin tinggi dan lelah menusuk sanubari, saya dan teman-teman pun undur diri dan berjanji akan datang keesokan harinya untuk melihat Fajri beraksi dengan sangrai manual belanganya. Juga karena belum sempat cicip menu espresso base-nya maka kembali ke sini adalah keharusan yang hakiki. Ah, untuk kalian warga Padang atau siapa saja yang mampir ke Padang, mampirlah ke Konco Brew Bar. Di sini kenikmatan bisa dibeli dengan kualitas tinggi tanpa harus mengebiri isi dompet.

Konco Brew Bar

Jalan Moh. Hatta No.113, Ps. Ambacang, Kuranji,

Kota Padang, Sumatera Barat 25176

7,806 total views, 6 views today

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.