PESTA KOPI MANDIRI 2017: TENTANG PERAYAAN, KOMPETISI DAN SENSASI

Jika ada sebuah eksibisi kopi yang menggabungkan konsep antara berpesta dan berkompetisi—tanpa meninggalkan sisi fun dan menariknya—maka itu adalah acara ini.

PESTA Kopi Mandiri sebetulnya adalah sebuah “pertunjukan keliling” yang digagas oleh ABCD School of Coffee dan sejumlah sponsor untuk semakin mengenalkan kopi kepada masyarakat umum, atau mengakrabkan kopi bagi yang sudah kenal. Layaknya roadshow, event ini pun telah lebih dulu digelar di beberapa kota di Indonesia, antara lain Yogyakarta, Jakarta, dan Surabaya sejak awal tahun 2017 lalu. Judul dan konsep pergelarannya selalu serupa: pesta dan kompetisi kopi dan selalu diadakan di museum. (Barangkali mereka memang sengaja memilih museum sebagai ‘tema lokasi’ tahun ini seolah-olah itu adalah ajakan untuk kembali menghidupkan warisan budaya Indonesia).

Medan adalah giliran berikutnya setelah tiga kota di Pulau Jawa. Menarik sekali, karena (akhirnya) acara bertaraf nasional tidak melulu dilakukan di ibukota atau di kisaran Pulau Jawa. Pesta Kopi Mandiri di Medan sendiri digelar pada 19-20 Agustus 2017 dan mengambil tempat di Museum Perkebunan yang berada di salah satu jalan utama kota paling sibuk, Jalan Brigjend Katamso.

“Gapura masuk” menuju event.
Bagian paling ujung lokasi.

Dalam event yang digelar dua hari berturut-turut ini, ada lebih dari 20 eksponen yang sebagian besar merupakan kedai kopi spesialti, roastery, dan usaha kopi lokal dari kota Medan, Jakarta, dan Berastagi. Seorang teman asal Amerika yang kebetulan mengunjungi event ini menyimpulkannya demikian: “all the best coffee shops in ONE place.” Kesimpulan yang masuk akal jika melihat nama-nama yang tak asing di industri kopi Indonesia kompak hadir dan berjejer satu sama lain dengan akur dalam satu tempat dan waktu bersamaan. Beberapa eksponen tersebut antara lain Monks Coffee Roasters, Smoking Barrels, Korte Chocolate, Biji Hitam Berastagi, Coffee Smith Jakarta, Estate Roastery, The Coffeenatics, Partner 8, Say Something, Brewers Coffee And Roastery, dan tentu saja Otten Coffee.

Smoking Barrels (Jakarta)
Pigeon Hole (Jakarta)
Estate Roastery (Medan) dan Biji Hitam (Berastagi): berdampingan dengan damai.
Monks Coffee (Medan)
Ada Mas Baristar Aga yang mampir ke booth Otten Coffee.
Booth Otten Coffee dan Kopi Antum.

Menurut panitia, setidaknya ada sekitar 6.000 total pengunjung yang datang dalam dua hari Pesta Kopi Mandiri—jumlah yang fantastis untuk ukuran eksibisi kopi di kota Medan. Angka itu juga tampak meyakinkan mengingat event ini tak pernah sepi sejak pagi hingga malam. Selalu ramai, padat dan –syukurnya– riuhnya menyenangkan. Uniknya, pengunjung yang datang ternyata tidak hanya berasal dari kalangan yang cinta mati terhadap kopi. Sebagian kecil ada yang datang karena penasaran dan ingin tahu tentang minuman ini. Karenanya, menurut saya, kita harus berlapang dada mengakui bahwa tujuan acara ini benar-benar berhasil.

Rame, rame, rame!
Tiap booth, rame!
Full.
Padat namun tak merayap.

Pengunjung yang datang bisa menikmati kopi-kopi nikmat dari berbagai daerah di Indonesia dan luar Indonesia yang diberikan oleh berbagai booths kopi. Nah, di sinilah menariknya. Meskipun yang diberikan barangkali adalah kopi single origin yang sama, tapi masing-masing booths tetap memiliki keunikan mereka sendiri, entah level roasting yang digunakan, varietal yang ditawarkan, dan sebagainya. Maka tidak perlu saling mencemburu dalam kopi karena semua memiliki karakter istimewanya masing-masing.

Selain eksibisi kopi, menu utama dan sekaligus salah satu agenda terpenting pada event ini adalah babak penyisihan Regional Kiri (yang meliputi area Sumatera, Jawa Barat, Jabodetabek, dan Banten) untuk Indonesia Aeropress Championship 2017. Hari Kedua adalah yang paling menyedot perhatian karena beberapa Big Match yang paling ditunggu-tunggu, yaitu battle dua barista yang sama-sama dijagokan dan memiliki supporter fanatik masing-masing, berlangsung di hari ini.

Ken Basuki versus Ikhlas Ilham.
Big Match yang paling banyak ditunggu dan penontonnya paling membludak. Lol.
Kelvin Gunadi dari Thirty Six (Medan).
Para juri menguji citarasa kopi para peserta sebelum menentukan pilihan.
Hasil penyisihan Regional Kiri.

Para pemenang dari babak penyisihan ini akan melaju ke putaran final di Jakarta bulan depan. Pemenangnya akan mewakili Indonesia pada kompetisi World Aeropress Championship (dan bertarung melawan perwakilan dari lebih dari 50 negara) di Seoul, Korea Selatan, awal November mendatang. Nah, siapakah yang akan menjadi Wakil Indonesia? Kita tunggu saja.

Sampai bertemu di event kopi berikutnya! 🙂

 


(Lihat video keseruan Pesta Kopi Mandiri 2017 di Medan di vlog Otten berikut ini)

 

 

8,486 total views, 2 views today

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.