POPOLO COFFEE: PERTEMUAN ANTARA ‘PEOPLE’ DAN ‘COFFEE’

Kedai ini muncul sebagai daftar teratas yang ramai direkomendasikan pengguna sosial media ketika saya iseng bertanya ‘dimana kedai kopi yang oke di Bogor?’ beberapa waktu lalu.

MAKA tampaknya rekomendasi itu sangat beralasan mengingat betapa meriahnya kedai ini di saat saya tiba. Ramai—dengan tanda seru di belakang—adalah kesan pertama yang segera menjelma begitu saya menjejakkan kaki di pelataran depan. Mobil-mobil dan kendaraan bermotor menjejali area parkir, sebagian bahkan memenuhi sepanjang bahu jalan di seberangnya.

Di dalamnya, anak-anak muda berpenampilan keren mengisi bangku-bangku panjang dan perorangan. (Saya tidak tahu apakah semua pengunjung itu adalah penduduk asli Bogor atau sebagian merupakan pendatang dari luar kota yang penasaran akan ketenaran kedai ini, seperti saya. Namun pertanyaan “Darimana, mba?” yang dilemparkan barista sesaat setelah memesan menu membuat saya jadi berpikir bahwa jangan-jangan sebagian pengunjung kedai ini memang datang dari luar kota).

Sebelum nongkrong di sini, liat "peraturannya" dulu, ya.
Sebelum nongkrong di sini, liat “peraturannya” dulu, ya.
Kedai yang cukup ramai.
Kedai yang cukup ramai.

Meskipun terbilang ramai, namun Popolo Coffee sama sekali tidak terkesan sesak atau padat. Masih ada ruang dan jarak yang memberikan kita celah untuk bernapas. Masing-masing pegawainya pun tampak terkoordinir dengan rapi. Meski pesanan mereka barangkali datang silih berganti dan tak pernah berhenti, tapi tidak ada kegaduhan di belakang bar. Agaknya itulah yang membuat suasana kedai ini tetap terasa nyaman.

Bar.
Bar.
Pesan dan bayar di depan. :)
Pesan dan bayar di depan. 🙂

Letak bar sendiri berada di sayap tengah ruangan, menjadi semacam pusat dari segala pertunjukan yang ada di dalam kedai. Orang-orang bisa saja berpenampilan sekeren apapun, seheboh apapun, atau berbicara sebergaya apapun, namun panggung utamanya tetap berada di tengah-tengah dengan barista dan mesin kopi mencuat sebagai bintangnya.

Sebuah mesin espresso La Marzocco Linea PB dua grup tampak menyembul menarik perhatian, dengan dua grinder Simonelli Mythos One dan Victoria Arduino bersama sebuah grinder yang lebih kecil–Feima 600N, di atas meja bar. Hm. Kedai ini benar-benar sibuk.

Peralatan tempurnya.
Peralatan tempurnya.

Ada beberapa pilihan kopi single origin yang tersedia untuk diseduh manual ketika itu, antara lain single origin dari Ethiopia dan Kenya, serta beberapa biji kopi dari Gayo, Kerinci dan Bali Kintamani. Namun, lagi-lagi, saya kebetulan sedang bosan dengan kopi-kopi dari Afrika, atau Sumatera. Tak jauh berbeda saat ke Noah’s Barn beberapa hari sebelumnya, kopi-kopi otentik khas Jawa (entah Barat, Tengah, atau Timur) yang saya cari-cari sama sekali tak kelihatan batang hidungnya. Maka saya menjatuhkan pilihan pada caffè latte dan camilan Nutella Brownies dengan topping es krim—yang ternyata enak sekali! (Dan beruntungnya, saya masih mendapat tempat duduk dengan spot terbaik di dekat pintu kaca).

Pilihan untuk manual brew.
Pilihan untuk manual brew.
Secangkir latte dan nutella brownies ice cream yang enak sekali.
Secangkir latte dan nutella brownies ice cream yang enak sekali.

Sambil menunggu latte tiba, tak ada salahnya menikmati interior kedai yang disebut-sebut salah satu terpopuler di Bogor ini. Popolo Coffee adalah sebuah kedai dengan konsep yang menarik. Mereka seperti menggabungkan keindahan, modernitas, dan gaya tanpa menanggalkan sisi naturalnya. Plant shelves, semacam rak-rak penuh berisi tumbuhan hijau, di serambi depan adalah bagian yang paling saya suka. Terutama saat malam menjelang ketika lampu-lampu temaram berwarna oranye mulai dinyalakan. Kombinasi ini membuat suasananya semakin hangat saja, dan benar-benar sangat nyaman meskipun suasana ramai dan kita mungkin duduk sendirian.

Rak-rak hijau yang menuju pintu masuk bagian depan.
Plant shelves yang menyambut menuju pintu masuk.
Bagian outdoor kedai.
Petunjuk ‘No Smoking’ ada dimana-mana.
Bagian outdoor.
Bagian outdoor.

Latte yang saya pesan pun cukup nikmat, berjodoh sekali dengan vibes kedai yang manis dan menyenangkan. Mungkin, memang seperti itulah tujuan Popolo Coffee: mempertemukan ‘people dan coffee’. 

Popolo Coffee
Jalan Loader 9, Bogor.
Jam buka: Senin – Jumat, 9.00-21.00 / Sabtu 9.00-22.00

 

PAKET-KAFE- BARU

1,566 total views, 161 views today

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.