POURSTEADY: 5 CANGKIR KOPI DALAM SEKALI SEDUH

 

Teknologi hadir untuk memudahkan manusia mengerjakan apa saja. Hal inilah yang kemudian diaplikasikan Mark Sibenac dan Stuart Heys dalam sebuah alat seduh ciptaannya.

 Mark Sibenac dan Stuard Heys adalah dua orang engineers yang telah bekerja untuk menciptakan alat-alat robotik untuk NASA. Mereka berdua awalnya sama sekali tak ada hubungannya dengan industri kopi. Sampai suatu hari Mark Sibenac yang juga seorang peminum kopi mencetuskan sebuah ide sebuah alat seduh kepada rekannya Stuard Heys. Mark sendiri menikmati kopi dengan metode pour-over yang dinikmatinya setiap. Layaknya gayung bersambut, Stuard Heys menyambut ide cemerlang menggabungkan proses seduh kopi dengan sistem robotik. Tak hanya berakhir sebagai gagasan belaka, sebuah alat seduh pour-over bernama Poursteady lahir meramaikan third wave era.

Lima cangkir dalam sekali seduh
Lima cangkir dalam sekali seduh

Poursteady adalah sebuah alat pour over otomatis yang layaknya seorang barista yang menyeduh kopi dengan gooseneck kettle, alat ini dirancang dengan kecepatan kucuran air, presisi dan ketepatan menyeduh yang dipikirkan. Poursteady diciptakan untuk konsumsi rumahan, kafe dan restoran bahkan untuk coffee truck yang bisa diaplikasikan di mana saja. Jika pour over tradisional yang menggunakan tenaga manusia hanya mampu menghasilkan satu cangkir (teko) dalam sekali seduh, maka Poursteady mampu menghasikan lima cangkir (teko) dalam sekali proses seduh. Hal ini tentunya sangat menghemat waktu untuk kedai kopi yang pelanggannya sedang ramai.

Detail Poursteady
Detail Poursteady

Keunggulan dalam fungsi rasanya tak lengkap jika tanpa kelebihan desain yang diusungnya. Poursteady ternyata didesain dengan bentuk simpel dan sederhana. Terbuat dari bahan metal halus yang telah dipikikirkan dengan amat cermat sehingga pas ditempatkan diberbagai suasana dan lingkungan sekitarnya. Kesederhanaan desain ini menjadikannya tak hanya mantap secara fungsi tetapi juga indah dipandang mata. Tak hanya itu Poursteady juga memikirkan dengan baik bagaimana memudahkan barista dalam mengoprasikan alatnya. Poursteady juga dilengkapi aplikasi sederhana yang memudahkan barista mengatur berbagai elemen dalam kegiatan seduh-menyeduh.

Poursteady pertama kali diluncurkan pada World Maker Faire pada 2013. Pada saat itu Poursteady mampu menyeduh 865 cangkir kopi dalam dua hari. Setelah itu, tim pencipta Poursteady bertambah menjadi empat orang dengan bergabungnya Stephan von Muehlen, seorang product designer dan Greg Mihalko, seorang creative director berpengalaan asal New York. Di tahun selanjutnya Poursteady kembali melakukan demo di Maker Faire dengan mesin yang telah diperbaharui dan mampu menghasilkan 913 cangkir kopi.

Lalu bagaimana jika ada yang tertarik membeli Poursteady di Indonesia? Untuk saat ini Poursteady katanya hanya tersedia untuk pembeli di Amerika Serikat dan sekitarnya saja. Dengar-dengar Poursteady akan mulai dipasarkan world wide pada 2016. Semoga kabar ini tak sekedar angin surga belaka. Karena mungkin saja banyak pebisnis kopi di Indonesia yang tertarik memiliki alat seduh robotik nan pintar ini.

 

Disunting dari poursteady, sprudge & nexttopmakers

 

chemex

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.