PUBBLICO STREET CAFFE MEDAN

Ada romansa yang lain saat saya menikmati kopi di Pubblico Street Caffe. Kedai kopi ini berbeda. Tak terang meski membuat bahagia di hati menyala-nyala.

ENTAH kenapa saya tak pernah kepikiran untuk menulis Pubblico Street Caffe. Padahal saya kerap ngopi di kedai kopi ini. Paling tidak dua kali sebulan pasti singgah. Biasanya mampir di atas pukul 7 malam. Saat lampu-lampu kendaraan di persimpangan padat manusia menyala-nyala.

Untuk saya Pubblico bukanlah kedai kopi biasa. Kedai kopi ini berdiri di atas bangunan tua. Mungkin lebih tua dari orang tua kita. Entah berapa banyak sejarah yang tertulis di sana. Pemilik Pubblico tak mengubah apapun dari gedung ini. Hanya menambah sedikit dekorasi kayu di sana sini. Gedung dibiarkan indah dengan caranya. Menjaga sisi klasik yang asyik dipandang mata.

Saya biasa duduk di dekat pintu. Sambil menonton lalu-lalang manusia. Coffee bar berada di sisi kanan kedai. Menyatu bersama kursi-kursi pengunjung. Sehingga tak ada batas. Semuanya lebur begitu saja. Suasana kedai yang remang-remang memberi hangat. Oh iya, di sini tidak ada WiFi, maka satu-satunya keasyikan adalah obrolan.

Kali itu saya memesan single origin Pangaribuan yang kata Bang Brur, sang barista, lembu dan menyenangkan rasanya. Berbeda dari single origin Sumatera lainnya. Dan benar juga ternyata. Tak menunggu lama kopi ini kandas dibagi-bagi. Tak tega kopi enak ini hanya dinikmati sendiri.

Lalu seorang teman memesan Es Krim Soda Coffee. Berkali-kali ke Pubblico baru kali ini kami melihat menu ini. Mungkin mata kami memang kurang awas. Ternyata menu kopi tersembunyi ini sedap betul. Campuran soda, es krim dan espresso menyatu nikmat dalam sekali sedot.

Tapi dari semua menu di sini favorit saya tetaplah Kopi Lemon alias single origin yang diseduh dengan Aeropress bercampur lemon dan diberi beberapa tetes madu. Segarnya sampai ke hati. Saat cuaca Kota Medan sedang panas-panasnya.

Di industri kedai kopi yang tampak jamak dan serupa ini, Pubblico berdiri dengan cirinya sendiri. Tak ada nuansa atau kesan mewah. Tak ada kecanggihan alat kopi yang menyilaukan mata dan mungkin kantong. Namun kedai ini mampu memberi nikmat yang menyenangkan pada tiap tegukmu.

Datanglah sendiri ke kedai ini. Mungkin di waktu terbaiknya setelah petang atau menjelang pukul 9. Ada santai yang syahdu. Ada kopi yang tak menuntut ini itu. Yang kau temukan adalah kesederhanaan yang mungkin akan mengundangmu datang sekali lagi. Dan siapa tahu kita bisa bertemu di akhir pekan lalu duduk semeja? Siapa tahu?

 

Pubblico Street Caffe

Jalan Brigjen Katamso No.23, A U R, Kec. Medan Maimun,

Kota Medan, Sumatera Utara 20159

Jam Operasional : 08.00 – 24.00 WIB

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.