Q ROBUSTA GRADER MENGURAI RASA ROBUSTA

R Grader peran penting dibalik karakter rasa robusta. Untuk menjadi spesial pastinya butuh banyak tahapan uji yang dilalui agar dapat dikatakan spesial.

Bisa dibilang jenis kopi arabika mendominasi penikmat kopi, karena karakternya yang ramah oleh penikmat kopi, namun bukan berarti jenis kopi robusta tidak memiliki penikmat setia. Jenis kopi arabika bukan lagi rahasia umum bahwa banyak sekali tahapan uji sebelum biji kopi menjadi sajian di secangkir kopi kamu hari ini. Bagaimana dengan kopi jenis robusta, apakah tidak ada quality control akan jenis ini. Hanya karena pemintanya lebih sedikit dibandingkan jenis arabika, bukan berarti tidak ada quality control. Saya pun awalnya berpikir demikian, ada apa dengan robusta? Ternyata ada orang yang berperan penting untuk menilik karakter rasa robusta; Q Robusta Grader atau sering disebut dengan R Grader.

Jangan terlalu dini men-judge bahwa robusta tidak ada penikmatnya, mari berkenalan sedikit tentang jenis kopi robusta. Robusta premium biasanya diincar para buyer untuk memenuhi kebutuhan coffee blend mereka. As known as, arabika lebih memiliki karakter rasa yang kaya, dan robusta lebih dominan rasa pahit, namun tidak demikian robusta menjadi tidak ada peminatnya. Untuk mereka yang minum kopi mencari kafein lebih, jenis robusta sangat sesuai, jenis ini memiliki dua kali banyaknya kadar kafein dibandingkan arabika.

Bentuk biji kopi robusta berbeda dengan jenis arabika, jika jenis biji kopi arabika berbentuk oval, biji kopi robusta cenderung bulat. Jika pohon kopi arabika memerlukan kontrol yang ekstra karena tidak terlalu tahan dengan hama dan cuaca ekstrim, pohon kopi robusta memiliki daya tahan yang baik. Mungkin ini yang menyebabkan pohon kopi arabika hanya bisa tumbuh di daerah sejuk pegunungan sekitar 1000-2300 dpl, berbanding terbalik dengan jenis robusta.

Potensi R Grader di Indonesia

Banyak sekali yang salah sangka tentang menjadi Q Grader maupun R Grader. Terlalu dibutakan dengan sebuah pencapaian, apa yang mereka capai jika menjadi seorang Q Grader atau R Grader. Mungkin pertanyaan ini muncul karena cost untuk latihan memanglah tidak sedikit. Menjadi seorang Q Grader maupun R Grader membuka peluang relasi luas, bahkan walaupun tidak lulus menjadi Grader, saat latihannya banyak manfaat yang didapat misalkan saja materi ilmu tentang kopi dan banyak lagi.

r grader, q robusta grader
credit: balzac brother

R Grader hadir bukan hanya berkontribusi di instansi-instansi kopi, tapi juga sebagai quality control untuk kopi jenis robusta. Maka dari itu untuk menjadi R Grader memerlukan latihan khusus dan sensory expert untuk mengenal karakter kopi robusta. Sebagai R Grader; Robusta Coffee Cupper pastinya mengidentifikasi tingkat body robusta di mulut. Latihan R Grader bukan hanya menghadirkan robusta cuppers yang hanya bisa mengidentifikasi body saja, melainkan;

-Secara objektif dapat menilai kualitas kopi yang layak.
-Mengidentifikasi, memberi nilai dan artikulasikan karakteristik kopi
-Mendeteksi coffee defects
-Mengkomunikasikan karakteristik kopi dengan terminologi industri secara umum

Robusta Cuppers (R Grader) di Indonesia masih terbilang sedikit dibandingkan Arabica Cuppers (Q Grader). SCAI – Speciality Coffee Association of Indonesia sebagai asosiasi kopi di Indonesia berkala mengadakan R Grader Course tiap tahunnya, dan instrukturnya dari luar negeri. Februari 2017 Dr Manuel Diaz salah satu dari 5 R Grader Instructor dunia didatangkan oleh SCAI untuk melatih mereka para calon R Grader.

Simpulnya, bahkan robusta juga mengalami banyak tahap uji kelayakan sebelum menjadi secangkir kopi kamu hari ini. Kopi selalu berhasil membuat penikmatnya terkesima.

src: coffeestrategies.com scaaeducation.org
scai.or.id img: olympia coffee

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.