RAGAM TREN SAJIAN KOPI DINGIN TAHUN INI

Perkembangan sajian kopi di era gelombang ketiga menuntut kesempurnaan rasio agar tercipta profil rasa yang diinginkan, walaupun minuman kopi disajikan dingin tetap mengedepankan kualitas, dari segi biji kopi yang digunakan dan juga peralatan untuk membuatnya. Tak heran, malahan beberapa roaster membuat beans roasting yang dikhususkan untuk minuman kopi sajian dingin.

Menelusuri sajian kopi dingin dari masa ke semasa, apa yang membuat penikmat kopi untuk pertama kali melirik sajian kopi dingin ini. Dari literatur yang ada, sajian kopi dingin ini bermula di abad ke 19, beberapa negara di rentang tahun yang tidak jauh menciptakan sajian kopi dingin mereka. Salah satunya, diklaim sebagai minuman kopi dingin pertama, tepatnya sekitaran tahun 1840 ada minuman yang bernama Mazagran dari Aljazair, diekstraksi dari kopi dengan gula dan air panas. Semakin menarik lagi, kopi dingin mendapatkan tempat di hati penikmat kopi, tahun 1920 merupakan tahun bagi sajian kopi dingin melebarkan karismanya, awalnya di Amerika Serikat kemudian perlahan populer di hampir tiap negara.

Dan peluang bisnis sajian kopi dingin pada tahun itu semakin berkembang pesat, banyak kedai siap saji yang menjadikan sajian kopi dingin sebagai pasangan menu mereka. Lalu apakah pada tahun itu, sajian kopi dingin sudah diperlakukan layaknya minuman kopi, apakah konsistensi rasa dapat dipastikan sama antara sajian yang satu dan sajian kopi dingin selanjutnya. Sajian kopi dingin pada tahun tersebut bisa dibilang tidak terlalu mementingkan kualitas rasa, namun semakin berkembangnya industri kopi, semakin kritis wawasan penikmat kopi, sajian kopi dingin di era gelombang ketiga berevolusi. Dari yang awalnya hanya sebuah lahan bisnis, kini sajian kopi dingin merupakan pemuas passion mereka para penikmat kopi sajian dingin ini.

Sedikit kami rangkum, beberapa sajian kopi dingin dan sekilas tentang bagaimana metode penyajiannya bermula. Tiap tahunnya, banyak sekali tren sajian kopi yang perlahan muncul membersamai jajaran sajian kopi dingin yang sudah ada, bagaimana dengan sajian kopi dingin tahun depan. Sungguh hal ini membuat para penikmat kopi penasaran, di tahun depan sajian kopi dingin bagaimana yang menjadi daya tarik penikmat kopi di seluruh dunia.

credit: jamieoliver.com

Cold Brew
Bubuk kopi dengan rasio yang tidak biasa akan direndam dengan air bersuhu ruangan bukan air yang bersuhu panas dan memerlukan waktu yang lama, sekitaran 8 sampai 24 jam. Hal ini dilakukan demi mendapatkan konsentrat kopi yang diinginkan, kemudian ketika disajikan dengan ice cube ataupun opsional lain menambahkan susu karakter rasa akan menjadi istimewa.

Iced Coffee
Berbeda dengan sajian cold brew, iced coffee ini dibuat seperti manual brew biasanya, diseduh dengan air panas menggunakan metode apa pun. Namun ketika penyajiannya, kopi yang diseduh panas tadi kemudian disajikan dengan ice cube yang berlebih, rasio kopi perlu diperhatikan untuk menjaga karakter rasa nikmat.

credit: handground

Japanese Iced Coffee
Sedikit berbeda dari iced coffee, metode penyajiannya dari sajian kopi ini terbilang agak unik, karena kopi diseduh panas, kemudian langsung jatuh ke ice cube yang mana ice cube tersebut akan mencair ketika langsung terkena seduhan kopi. Rasio kopi yang digunakan, pastinya berbeda, karena kopi yang terekstraksi langsung mengenai ice cube.

Nitro Coffee
Sebenarnya metode pembuatannya tidak menjadi persoalan, penerapan nitro bisa saja di metode penyajian apa pun. Namun nitro coffee identik dengan sajian kopi dingin, konsep sederhananya nitrogen diinfus ke sajian kopi, apakah itu disajikan dalam bentuk kemasan atau pada keran mesin nitro. Sajian nitro coffee pada konsepnya bisa saja diterapkan di sajian kopi apa pun, namun lebih istimewa nitro kopi tersaji dingin.

credit: handground

Slow Drip Cold Brew
Metode sajian kopi dingin ini memerlukan air, ice cube atau kombinasi keduanya. Nantinya ice cube/air ditahan dalam satu wadah di bagian atas kemudian dilepaskan perlahan melalui katup, satu tetes perlahan akan turun ketika katup dibuka, tetesan tersebut perlahan jatuh mengenai bubuk kopi pada bagian bawah, sehinga lama kelamaan tetesan tersebut menciptakan konsentrat kopi di bagian bawahnya. Prosesnya membutuhkan waktu yang cukup lama, antara 3 sampai 24 jam, dan kemudian sajiannya disajikan dengan ice cube ataupun susu.

Hot-Bloomed Cold Brew
Sekilas hampir mirip dengan sajian biasa iced coffee pada prosesnya, namun sajian kopi dingin ini lebih memiliki karakter rasa yang beragam. Karena saat membuatnya, memerlukan air panas untuk memberi kesempatan bubuk kopi agar blooming, yang mana kita ketahui blooming ini memberikan jeda waktu untuk bubuk kopi terekstraksi maksimal. Setelah jeda waktu yang diinginkan selesai, kemudian menambahkan air dingin sampai rasio yang diinginkan.

credit: cnet

Flash-Chilled Coffee
Proses sajian ini sebenarnya hampir sama dengan japanese ice coffee, namun perbedaannya sedikit pada jeda antara tetasan ekstraksi kopi, jika japanese ice coffee jatuh tepat di ice cube, kalau sajian kopi dingin satu ini jatuh di wadah (sesuai alat kopinya) yang kemudian menuangkannya ke ice cube untuk disajikan.

Pressure-Brewed Coffee
Konsepnya sekilas hampir mirip espresso yang memaksa bubuk kopi dialiri air panas, bedanya ini dialiri dengan air bersuhu normal. Dan biasanya metode ini digunakan untuk produksi dalam jumlah yang banyak. Tren metode sajian kopi dingin ini, semakin terdengar sejak munculnya sajian cold-press espresso. Bedanya, jika mesin pressure-brewed coffee memaksa air mengaliri bubuk kopi ke bawah, sajian cold-press espresso konsep mesin kebalikannya memaksa air mengalir ke atas.

src: dailycoffeenews.com img: timeout.com

3 Comments
  1. Paling enak 1:8..
    Maksimal 1:15.. Gmn profike roasting dan grind size jg.. Sy sk medium++ (scaa) grind size di bawah vietnam dikit (medium fine)

Leave a Reply to Makharya Cargo Surabaya Cancel reply

Your email address will not be published.