RAHASIA BARISTA MELUKIS DI SAJIAN KOPI, INI ALATNYA

Jangan heran jika ada penikmat kopi yang menikmati kopi bukan untuk diminum, tapi diabadikan dalam feed instagram pribadi mereka, karena sajian kopi terlalu sederhana jika hanya diteguk singkat. Lukisan yang menarik perhatian ini merupakan goresan di permukaan kopi, yang lain dan tak bukan adalah hasil karya seorang barista. Mari mengintip, bagaimana mereka membuatnya.

UMUMNYA, sajian kopi yang mengedepankan keindahan pada tiap cangkirnya adalah sajian kopi yang disajikan dengan campuran susu, seperti Latte dan Cappuccino. Para barista yang ingin menguasai teknik membuat seni pada sajian kopi mereka, haruslah terlebih dahulu mengerti komposisi campurannya. Bagaimana espresso yang sesuai untuk sajian latte, dan susu seperti apa yang tepat untuk dituang ke espresso sehingga menjadi seni yang memukau. Setelah mengerti dengan benar, tahap selanjutnya mulailah mempelajari motif-motif dasar pada latte art. Jadi, buat barista yang ingin belajar membuat motif latte art karya sendiri jangan terburu-buru, ada baiknya menguasai motif dasar terlebih dahulu seperti Love, Tulip dan Rosetta.

Sudah pasti untuk mempelajari motif dasar tersebut bukanlah hal yang mudah, selain mengerti komposisi sajian kopi tersebut juga butuh banyak jam terbang sebagai barista agar terbiasa. Bahkan beberapa barista hampir menghabiskan waktu 1 tahun untuk fasih melukiskan motif love di permukaan sajian kopi. Karena, jika kita sudah biasa menggunakan cangkir sajian ketika melukiskan motif Love, tapi saat menggunakan cangkir dengan ukuran lain malah akan terlalu sulit, sebabnya banyak barista seakan menantang diri mereka sendiri agar bisa melukiskannya walau cangkir yang digunakan berbeda.

Sementara, untuk 3 motif dasar Love, Tulip dan Rosetta tidak memerlukan alat bantu lainnya, hanya milk jug dan teknik pouring yang perlu diperhatikan. Tiap barista pun memiliki perbedaan menentukan milk jug seperti apa yang sesuai untuk mereka gunakan. Ada milk jug yang memiliki cekung yang tajam dan ada juga milk jug yang mengedepankan pegangan yang nyaman. Dan ketika sudah fasih dengan 3 motif dasar tersebut, kemudian bisa dibilang barista sudah siap untuk bereksperimen dengan motif lainnya. Untuk motif yang sulit dilukiskan, barista cenderung akan menggunakan alat bantu.

credit: eatmorecake.pt

LATTE ART PEN
Mengapa perlu alat satu ini, apakah latte art pen serupa dengan pen biasnya, tentunya tidak. Latte art pen digunakan, untuk membuat motif yang sulit, beberapa motif harus menggunakan latte art pen untuk membentuk goresan yang mendetail. Kami rekomendasikan Yami Latte Art Pen atau Motta Latte Art Pen untuk hasil goresan yang cantik. Teknik sederhana, dengan foam susu yang diletakkan di permukaan cappuccino kemudian menariknya menggunakan latte art pen, permukaan sajian akan terlihat indah.

COFFEE STENCILS
Walaupun coffee stencils bisa dibilang hampir mirip cetakan namun ternyata perlu kelitian menggunakannya, agar hasilnya sesuai yang diharapkan. Coffee stencils walaupun tidak digunakan untuk membuat motif latte art, tapi coffee stencils banyak digunakan membantu barista membentuk motif dari toping yang ditambahkan di permukaan cappuccino. Kami merekomendasikan Aerolatte Coffee Stencils atau Motta All in One Chocolate Dispenser Stencil, kedua coffee stencils ini sangat umum digunakan untuk membuat toping terlihat menarik.

Sebagai catatan, izinkan saya mengulas sedikit tips yang saya sadur dari fivesense semoga dapat mengatasi beberapa masalah yang sering terjadi, dan dapat dijadikan referensi untuk melukiskan seni di permukaan sajian kopi.

credit: sprudge.com

1. Tekstur Design Yang Diluar Ekspektasi
Beberapa barista tanpa sadar melakukan kesalahan ketika membuat latte art, walaupun komposisi sudah sesuai namun hasil di luar ekspektasi, bisa jadi tekstur warna terlalu soft sehingga seni tidak terlalu kelihatan. Ini bisa jadi karena teknik menuang yang agak keliru, jarang milk jug dan cangkir yang tidak konsisten bisa menyebabkan warna tekstur permukaan tidak konsisten. Bahkan untuk motif Love, ada yang terlihat miring, ada yang terlihat rapi ini terjadi karena ketika pouring tidak simetris maka tekstur design menjadi keliru.

2. Tekstur Susu Tak Lagi Sama
Ternyata penyebabnya, setelah susu sudah disteam, untuk sajian selanjutnya barista lupa untuk men-steam lagi kemudian susu sudah bercampur dengan udara. Sebabnya tekstur susu tidak lagi membuih yang indah, tapi menjadi flat, ketika dituang untuk membentuk motif ketika dicampur espresso, hasilnya kurang maksimal. Menandai susu yang sudah bercampur dengan udara, adalah menempelnya susu pada dinding milk jug, maka solusinya memutar milk jug untuk mencegah susu bercampur dengan udara.

3. Tekstur Motif Terlihat Tipis
Ketika membuat motif di permukaan latte, ternyata goresan motif terlalu tipis, apakah yang membuatnya begitu tipis. Hingga akhirnya ditemukan, permasalahannya karena susu yang disteam belum cukup buih, sehingga susu yang tidak banyak buih ketika membentuk motif tidak terlalu cantik. Selain itu, biasanya tekstur motif yang tipis ini juga dipengaruhi oleh gerakan milk jug ketika melukis motif.

4. Tekstur Motif Tidak Serasi
Biasanya, tekstur yang tak serasi ini kesalahannya pada sentuhan akhir, misalkan ketika membuat rosetta ada titik yang terlalu besar lain dari titik lainnya, sehingga terlihat tidak serasi. Ini sebabnya, ketika sentuhan akhir, genggaman milk jug sudah berasa berat, dan terkesan buru-buru untuk menyelesaikan sentuhan akhir. Ada baiknya, untuk sentuhan akhir jangan terlalu terburu-buru, berhenti beberapa saat untuk melanjutkan sentuhan akhir.

5. Tuangan Pertama
Sebenarnya, untuk penuangan milk jug yang pertama, apakah dari tengah cangkir atau dari sisi tepi cangkir. Walaupun keduanya, tidak mengalami permasalahan yang serius untuk langkah selanjutnya, tapi ada perbedaan di tuangan susu pertama. Memang, di antara kedua sentuhan awal, motif bisa tercipta cantik, tapi ternyata berbeda metode untuk diawal. Tidak menjadi masalah yang serius, jika kecepatan tuang konsisten untuk membentuk lapisan awal selanjutnya membentuk motif, namun semakin dekat permukaan kopi dengan tuangan susu semakin cantik dan mendetail hasil goresan.

Walaupun demikian, tiap barista pastinya paling mengetahui problem solve untuk mengatasi masalah kecil ketika melukiskan motif di permukaan sajian kopi mereka.

src: fivesenses.com.au img: migrosmagazine.ch

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.