RAHASIA KOPI AEROPRESS PARA BARISTA DUNIA

Kumpulan resep menyeduh kopi ala Aeropress dari para Juara.

TAMPILANNYA yang simpel dan ramping, plus cara memakainya yang juga (sangat) gampang membuat Aeropress menjadi salah satu alat seduh paling populer dan paling digemari di dunia. Alat ini bahkan memiliki kompetisi khususnya sendiri setiap tahun bernama World Aeropress Championship. Pesertanya pun semakin bervariasi dari tahun ke tahun—belakangan, World Aeropress Championship bukan hanya didominasi oleh bule-bule, tapi wajah-wajah Asia yang juga kian familiar terutama pada kompetisi WAC pada 2 tahun terakhir.

Setiap tahun, World Aeropress Championship (WAC) biasanya merilis  rahasia seduh kopi Aeropress yang telah mengantarkan para juaranya sebagai pemenang tahun itu. Dari semua resep yang dibocorkan, bisa dibilang, hampir semuanya memiliki inti yang sama, yaitu temperatur.

Dari tahun 2009 sampai 2012, kopi-kopi para juara WAC selalu diseduh dalam temperatur rendah, kisarannya antara 75°C sampai 85°C. Tahun  2009 dan 2010, tren menggunakan Aeropress adalah dengan diputar-balik (upside-down), dosis kopi cenderung banyak, ekstraksi singkat dan beberapa kali stirring (pengadukan).

Namun pada 2011, juara di tahun itu Jeff Verellen—yang juga menang di WAC 2013—mengembalikan tren menyeduh kopi ala Aeropress seperti semula: tanpa dibalik alias right-side up. Plus, ia juga mengenalkan tambahan teknik baru yang diadaptasi dari pour over yaitu blooming. Kopi dengan metode Aeropress menurutnya mesti juga mengalami blooming untuk membuat karakternya semakin kaya.

Resep-resep para juara WAC ini lalu dianggap seolah mahzab oleh para penganut Aeropress. Karena, bagaimanapun, merekalah ahli yang sudah ditahbiskan sebagai juara di planet ini. Well, jika kamu termasuk penggemar Aeropress dan ingin mengetahui apa saja resep ajaib dari jajaran pemenang WAC, simak kumpulan resepnya dari tahun ke tahun berikut ini.

 

2009, Lukasz Jura, Polandia

Lukasz Jura, Juara WAC 2009
Lukasz Jura, Juara WAC 2009

▪ Balikkan Aeropress (upside down).

▪ Basahi filter sepenuhnya hingga merata.

▪ Siapkan 19,5 – 20 gram biji kopi, giling sedikit lebih kasar dari (ukuran) paper filter

▪ Masukkan kopi yang sudah digiling, tuangkan 200 ml air yang dipanaskan dengan suhu 75°C.

▪ Aduk 4 kali.

▪ Stop, pasang filter, kencangkan penutupnya lalu balikkan kembali setelah 10 detik.

▪  Biarkan kopi “terendam” sekitar selama 15 detik.

▪ Press

 

2010, Marie Hagemeister, Denmark

Marie Hagemeister, Juara WAC 2010
Marie Hagemeister, Juara WAC 2010

▪ Panaskan air terlebih dahulu, pastikan suhunya benar-benar 80°C ketika menuangkannya ke atas kopi.

▪ Giling 20 gram biji kopi, dengan sedikit lebih halus dari paper filter.

▪ Balikkan (upside down) Aeropress dan basahi paper filter dengan air panas.

▪ Masukkan kopi yang sudah digiling, tuangkan air bersuhu 80°C ke atasnya, tuang sampai hampir penuh (sekitar 250+ ml).

▪ Aduk sekitar 10-12 detik.

Panaskan cangkir, tekan Aeropress secara perlahan, stop sebelum sisa-sisa terakhir.

▪ Sajikan

 

2011, Jeff Verellen, Belgia 

Jeff Verellen, Juara WAC 2011
Jeff Verellen, Juara WAC 2011

 

▪ Masukkkan paper filter ke dalam filter holder, basahi dengan air panas untuk menghilangkan bau kertas filter.

▪ Kencangkan ke Aeropress yang sudah dipanaskan terlebih dahulu.

▪ Giling 17 gram kopi (Jeff waktu itu menggunakan kopi Kenya) dengan level kasar, atau sedikit lebih kasar dari paper filter.

▪ Panaskan 270 ml air dalam suhu 80°C.

▪ Splash (percikkan) sedikit air ke atas filter dan segera tuangkan bubuk kopi segar yang baru digiling ke atasnya agar bagian bawah filter mengembang.

▪ Basahi kopi sepenuhnya dengan metode dripping ala pour-over sampai 40 gram.

▪ Biarkan blooming selama 30 detik.

▪ Tuangkan sisa airnya secara perlahan dan basahi lagi kopi secara merata.

▪ Biarkan Aeropress menetes atau dripping selama sekitar 1 menit.

▪ Tuangkan sekitar 2/4 sisa air, lalu press secara perlahan.

▪ Stop sebelum kopi di dalam Aeropress benar-benar tersisa habis (atau ketika sudah tersisa 50 ml).

 

 2012, Charlene de Buysere, Belgia 

Charlene de Buysere, Juara WAC 2012
Charlene de Buysere, Juara WAC 2012

▪ Basahi filter sepenuhnya hingga merata, lalu pasangkan pada Aeropress.

▪ Giling 18.3 gram kopi dengan sedikit lebih kasar.

▪ Gunakan metode normal (non-inverted).

▪ Panaskan 250 ml air dalam suhu 85°C.

▪ Masukkan bubuk kopi, tuangkan air ke atasnya hingga 40 gram, lalu biarkan blooming kira-kira selama 30 detik.

▪ Tuangkan sisa airnya dan press.

▪ Stop sebelum sisa-sisa terakhir habis.

 

 

2013, Jeff Verellen, Belgia 

Jeff Verellen, yang menang lagi di 2013
Jeff Verellen, yang menang lagi di 2013

▪ Giling 17 gram kopi dengan ukuran sedikit lebih kasar dari paper filter.

▪ Basahi filter seperti biasa, Aeropress dalam posisi biasa (tidak dibalik).

▪ Panaskan 50 gram air dalam suhu 83°C untuk blooming. DAN (!) 215 gram air  dalam suhu 79°C untuk dituangkan.

▪ Masukkan bubuk kopi fresh, tuangkan air (yang bersuhu 83°C), biarkan blooming selama 40 detik. Setelahnya, agitasikan secara perlahan.

▪ Tuangkan 215 gram air (bersuhu 79°C) selama kurang lebih 30 detik.

▪ Press dengan sangat perlahan selama 30 detik.

▪ Ketika kopi di dalam Aeropress sudah tersisa sekitar 50 gram, stop.

 

2014, Shuichi Sasaki, Jepang  

Shuichi Sasaki, Juara WAC 2014
Shuichi Sasaki, Juara WAC 2014

▪ Siapkan 16.5 gram biji kopi—Sasaki menggunakan Mahlkonig EK 43 dan menggiling di setting-an 9.5.

▪ Panaskan 250 cc air mineral dalam suhu 78°C.

▪ Basahi paper filter seperti biasanya, Aeropress dalam posisi standar (tanpa dibalik).

▪ Masukkan kopi yang sudah di-grind, tuangkan air panas sampai kira-kira 40 gram. Biarkan blooming selama 25 detik.

▪ Stir (aduk) sebanyak 5 kali.

▪ Tambahkan 210 gram sisa air, aduk satu kali lagi.

▪ Press secara perlahan selama 75 detik.

▪ Ketika kopi dalam Aeropress tersisa 45 gram, stop.

 

2015, Lukas Zahradnik, Slovakia

Lukas Zahradnik, Juara WAC 2015
Lukas Zahradnik, Juara WAC 2015

▪ Siapkan 20 gram biji kopi—Lukas menggunakan  Mahlkonig EK 43 dan menggiling di setting-an 7.3.

▪ Panaskan air dalam suhu 79°C.

▪ Basahi filter hingga merata.

▪ Masukkan bubuk kopi, tuang 60 gram air sambil membiarkannya blooming selama 15 detik.

▪ Goyangkan secara turbulensi selama 15 detik.

▪ Tambahkan sisa air selama 10 detik.

▪ Tutup filter, lalu balikkan (inverted).

▪ Press selama 45 detik.

Stop ketika kopi dalam Aeropress berada di level nomor 1.

▪ Sajikan.

 

 

 

Dari semua kumpulan resep di atas, mana yang kira-kira menjadi favorit kalian? Atau kalian ada resep sendiri barangkali? :p

 

Foto-foto diambil worldaeropresschampionship(dot)com dan Flickr. All photos credits go to the respective photographers.

aeropresshttps://ottencoffee.co.id/aeropress

 

7,384 total views, 176 views today

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

4 Comments
  1. resep aeropress ane:
    inverted
    -24gr kopi light-to-medium roast
    -300ml air (50ml utk steeping)

    instruksi:
    -giling kopi sedikit lebih halus ketimbang pour-over
    -pre heat aeropress dg aeropress, 2 lembar kertas filter & gelas dg air panas
    -pasang aeropress sampe karet plungernya tepat di batas bawah lingkaran angka 4
    -tuang bubuk kopi ke dalam aeropress
    -tuang air panas 50ml ke atas bubuk kopi secara merata (semua bubuk kopi harus basah)*
    -biarkan selama 15 detik
    -goyangkan aeropress selama 5 detik
    -biarkan lagi selama 10 detik; sambil mulai masang 2 lembar kertas filter di cap-filternya
    – tuang sisa air panas ke dalam aeropress dlm tempo 20 detik**
    -aduk 2 kali pake pengaduknya dlm tempo 5 detik
    -pasang cap filternya
    -balik aeropressnya dan tekan perlahan selama 50 detik
    -berhenti neken pas kedengeran suara “cesss”***
    -bersihkan aeropress dari sedimen kopinya

    *suhu air utk blooming 77′ C, 50 ml air dituang dlm tempo 5 detik
    **suhu air utk brewing 80′ C, s50 ml air dituang dlm tempo 20 detik
    ***begitu kedenger suara “cess”, langsung berhenti menekan dan tarik sedikit plungernya

    total waktu kontak kopi dan air sekitar 2 menit kurang 10 detik dg hasil akhir 260 ml kopi,
    air yg ane pake dari cleo, sebisa mungkin jangan pake air distilasi ato air mineral yg ada rasanya..

    metode ane cocok utk kopi yg roast profilenya light-to-medium, dan beberapa kopi ateng yg medium roast, utk light roast, ada metode lain lagi, ntar ane share lagi kalo sempet..

Leave a Reply

Your email address will not be published.