RITUAL NGOPI SEHABIS BULAN PUASA

Ramadan usai dan saatnya kembali ke rutinitas ngopi yang sama seperti sebelum bulan suci tiba. Lalu adakah perubahannya?

SAYA tidak tahu bagaimana para peminum kopi aktif lainnya mengalami berubahan ritual ngopi ini pascaramadan. Namun, saya sendiri mengalami perubahan dan membutuhkan penyesuaian beberapa hari agar kondisi tubuh tidak terganggu.

Selama bulan puasa, aktivitas ngopi saya sudah berkurang dari 2-3 kali sehari menjadi sekali sehari sesaat setelah berbuka. Dan selama ramadan hal tersebut tidak mengganggu ibadah, pun tidak mengganggu tubuh. Meski jika saya meminumnya di atas ja 9 malam, saya agak sedikit susah tidur padahal ‘di hari-hari biasa’ minum kopi di atas jam 10 malam sama sekali tak mengganggu jadwal tidur saya.

Setelah ramadan usai, aktivitas ngopi kembali seperti ke sedia kala. Namun, ternyata tubuh saya belum terbiasa. Di pagi hari saya mengalami mulas. Dibutuhkan beberapa hari agar tubuh menyesuaikan diri dengan kafein.

Saat saya tanya dengan seorang teman yang berprofesi sebagai nutrisionis, katanya yang terjadi pada saya adalah normal. Namun, jika tidak menimbulkan sakit yang berkelanjutan ngopi pagi seperti sebelum ramadan dilanjutan saja agar tubuh bisa menerima kembali kafein.

Benar saja, setelah 4 hari berselang, tubuh tampak mulai ‘berteman baik’ dengan kafein. Tak ada lagi mulas, tak ada lagi sulit tidur dan reaksi-reaksi mengganggu lainnya.

Jadi untuk kalian yang mengalami sedikit gangguan perihal kembalinya aktivitas ngopi, berikut saya berikan tips sederhana namun membantu:

  • Dengar tubuhmu. Apapun yang masuk ke tubuh dan menimbulkan reaksi adalah cara tubuh berbicara padamu. Jika minum kopi menimbulkan sakit tertentu sebaiknya hentikan dan tanyakan pada sang ahli.
  • Jangan langsung minum kopi secara membabi buta. Pelan-pelan dulu. Mungkin dengan sehari sekali atau jangan terlalu pagi. Tubuh bisa saja kaget dengan asupan kafein yang terlalu banyak secara langsung.
  • Hanya mengonsumsi kopi yang baik dan benar. Baik untuk tubuh maksudnya jelas asal usulnya. Benar maksudnya diseduh atau diracik dengan cara yang semestinya.

Selamat kembali minum kopi lagi!

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.