ROBUSTA COFFEE MARKET; SIKLUS SEBELUM BERTEMU EKSPORTIR

robusta pupuan

Pupuan, Tabanan, Robusta yang populer. Telah umum bahwa kopi jenis arabika adalah jagoan di dunia kopi, lalu apa yang terjadi dengan kopi jenis robusta? Coffee not always arabica.

Bukan berarti karena permintaan dunia akan kopi arabika sungguh menggiurkan, sehingga green bean jenis robusta tidak diminati. Totally wrong, jenis kopi robusta juga memiliki peminat, mungkin robusta tidak nyaman di lidah saat di minum. Benarkah, jenis kopi robusta ada pasarnya, siapa mereka yang berminat akan green bean robusta?

Jika kamu benar menikmati kopi sebagai penikmat kopi, setidaknya kamu harus tau saudara kandung dari arabika ini; kopi robusta. Mungkin robusta tidak terlalu familiar berada di kedai kopi, sehingga kesannya si kopi robusta ini pemalu. Tapi siapa yang mengira, untuk menguji kualitas robusta juga perlu seseorang yang kompeten dalam bidangnya. Mereka menyebutnya Q Robusta Grader atau sering dikenal sebagai R Grader. Apa tugas sebenarnya seorang Q Robusta Grader, Otten Coffee pernah membahasnya di sini.

Pupuan merupakan kecamatan penghasil kopi jenis robusta yang banyak diminati, terletak di kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Desa Pupuan berjarak sekitar 70 km dari kota Denpasar, yang merupakan ibukota Bali. Tidak banyak yang berbeda dari robusta pada umumnya, kopi jenis robusta di sini memiliki pasar yang menarik. Bagaimana bisa, apakah karena karater rasa si robusta, kalau saya boleh menyimpulkan berhasilnya pasar Robusta Pupuan terletak pada Robusta Society yang terbangun. Untuk menciptakan sebuah perkumpulan yang sama-sama mempunyai visi dan misi adalah bukan hal yang sebentar, terpujilah mereka para petani kopi yang terus dan selalu survive walau permintaan naik dan turun.

Robusta Dry Process dan Robusta Wet Process

Pengelolahan setelah panen di Pupuan, para petani menerapkan dua proses pada ceri kopi robusta mereka, Dry dan Wet Process. Bisa dibilang kedua proses ini adalah proses kopi yang telah lama diterapkan di Indonesia.

Tidak jauh berbeda pengelolahan tanaman kopi robusta dengan tanaman kopi arabika. Proses panen pun para petani di Pupuan menerapkan quality control, memilih ceri kopi yang sememangnya sudah matang. Lanjutlah pada proses penjemuran, menggunakan Dry Process atau Wet Process.

sskurniawans
Pupuan, Tabanan, Bali

Pupuan Robusta Market Cycle; sebelum ke Eksportir

Menelusuri suksesnya pasar robusta Pupuan, bisa dilihat dari proses pengeringan robusta. Kedua proses ini ternyata punya siklus yang sedikit berbeda, walaupun pada akhirnya akan berujung pada eksportir kopi.

Robusta Wet Process/ Secara umum, para petani kopi robusta akan mengumpulkan green bean hasil panen mereka pada perkumpulan petani robusta. Yang selanjutnya para pengurus perkumpulan petani robusta yang meneruskannya pada Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (ICCRI). Eksportir akan membeli kopi robusta dari ICCRI yang hanya terekomendasi dan melalui uji teliti.

Robusta Dry Process/ Robusta dengan proses ini banyak yang meminatinya, kolektor kopi akan membeli langsung dari petani kopi. Kolektor di sini juga bertindak seperti koperasi petani, dan biasanya para trader dan juga industri kopi bubuk akan mencari kopi dari para kolektor. Banyak kolektor juga melakukan perawatan kembali, seperti pengeringan biji kopi, ada juga yang langsung menjualnya. Dan dari trader-lah kopi robusta dibeli oleh eksportir yang selanjutnya didistribusikan ke banyak daerah.

src: Investigasi Kelayakan Robusta Produksi Petani di Jawa Timur, Wayan R. Susila img src: sskurniawan

423 total views, 5 views today

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.