SAMPAH DARI KONSUMSI KOPI TERNYATA MERUSAK BUMI

Tahukah kamu bahwa rutinitas mengonsumsi kopi dengan rutin ternyata menyumbang banyaknya sampah mengerikan yang merusak bumi? 

DENGAN kesadaran mengenai perlunya menjaga kelestarian planet bumi yang kian hari kian meninggi, maka hal ini juga terjadi di industri kopi. Banyak penikmat kopi yang sekarang telah sadar bahwa pentingnya ikut serta dalam menjaga bumi agar senantiasa ‘panjang umur’ dan menjadi tempat yang nyaman untuk kita tinggali hingga nanti.

Kesadaran untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih eco-friendly ini ternyata menular dari satu orang ke orang lainnya. Terbukti kini banyaknya para penikmat kopi yang mulai membawa reusable cup seperti Keep Cup, Stojo, Goat Mug Story dan lain-lain untuk mengurangi penggunaan paper cup dan plastic cup. Geliat penolakan terhadap #noplasticstraw juga salah satu efek dari meningkatnya kesadaran agar lebih eco-friendly. 

Credit : fortunedotcom.files.wordpress.com

Tapi benarkah industri kopi menyumbang sampah yang lumayan besar di planet ini? Jawabannya iya. Meski tidak sebagai penyumbang yang terparah, penikmat kopi di seluruh dunia memang banyak menyumbang sampah yang sialnya sukar di daur ulang. Sampah terbanyak itu datang dari plastic cup dan sedotan plastik yang sering digunakan untuk menikmati minuman dingin take away. 

Tak hanya plastic cup dan sedotan plastik, lid atau penutup plastic cup juga menjadi limbah yang sangat bermasalah karena tidak bisa didaur ulang. Selain itu, paper cup yang ternyata tidak seluruhnya terbuat dari kertas juga berakhir menjadi sampah. Di bagian dalam paper cup terdapat lapisan tipis plasti yang menahan agar minuman panas tidak tumpah. Well, something that you don’t know yet, right?

Selain itu, adukan plastik juga salah satu limbah terbesar. Itu kenapa kini telah ditemukan alat otomatis pengaduk kopi yang memungkinkan orang untuk tidak menggunakan pengaduk itu lagi. Tak hanya sampai di sana, paper filter juga sering menjadi sampah yang dibuang begitu saja meskipun bisa didaur ulang dan tidak separah plastik. Hebatnya kini sudah ada orang-orang kreatif yang mengolah paper filter bekas menjadi beragam karya seni yang bisa digunakan kembali.

Lalu bagaimana dengan ampas kopi? Ampas kopi tidak berakhir sia-sia seperti rekan-rekannya. Ampas kopi bisa dipakai menjadi pupuk, pengharum ruangan, body scrub dan lain sebagainya. Jadi masih aman terkendali karena tak merusak bumi. Selain itu, sampah yang terbanyak ‘menghantui’ bumi yang diakibatkan dari industri kopi adalah plastic bag yang datang dari pembelian take away di kedai kopi. Juga kantungan coffee bag juga salah satu sampah sukar didaur ulang yang banyak mewarnai bumi kita.

Semua sampah yang disebutkan di atas merupakan sampah terbanyak yang cukup meresahkan lingkungan hidup sesuai data statistik sebuah organisasi lingkungan hidup. Kita sebagai penikmat kopi harusnya lebih sadar dan bekerja sama untuk mengurangi pemakaian plastik untuk kelestarian jangka panjang bumi kita.

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

1 Comment
  1. Senang melihat artikel ini, adanya kepedulian dari sesama penggemar kopi. Masalah yang umum terjadi di jaman serba delivery/take-away menimbulkan efek negatif yang sangat besar, bungkus/kemasan plastik tidak bisa diurai secara alami seperti dedaunan menyebabkan rusaknya lingkungan, menyumbat saluran pembuangan, mengotori sungai dan bila berhasil hanyut akan mengotori lautan, membunuh hewan laut bahkan burung yg tidak sengaja memakannya, salah siapakah ini? Tentu ini tanggung jawab bersama, saatnya lebih peduli, konsumsi di tempat adalah solusi terbaik, jangan dibungkus kalaupun terpaksa siapkan kemasan sendiri dari rumah yg bisa dicuci dan digunakan kembali, memang perlu usaha dan uang lebih tapi ini lebih ringan daripada membersihkan got, sungai atau laut dan pantai yg tercemar sampah plastik
    Alam akan menjaga siapapun yang menghargainya (pepatah anak alam)

Leave a Reply

Your email address will not be published.