SANTAI SERU DI DEN DA COFFEE VIET NAM

Datanglah ke kota bernama Da Nang di sentral Viet Nam, kamu akan tahu kenapa kota yang di kelilingi pantai dan perbukitan ini memang layak dijadikan tempat liburan para pecinta kopi. 

JIKA tidak dituntut untuk pulang karena tugas kerja menumpuk, mungkin saya takkan mau meninggalkan Da Nang. Kota ini begitu menyenangkan dengan beragam faktor yang saya cintai begitu rupa. Salah satu yang membuat saya betah adalah kedai kopi yang begitu banyak tersebar di seluruh penjuru. Kemana pun kaki melangkah, kedai kopi akan begitu mudah kamu temukan: baik yang tradisional maupun yang modern.

Salah satu kedai kopi yang membuat saya terpesona meski hanya sekali lihat saja adalah Den Da Coffee. Letak kedai kopi ini sungguh strategis karena berada di jalan menuju My Khe Beach, pantai terpopulat di Da Nang. Banyak turis yang lalu-lalang dan tentu Den Da Coffee menjadi persinggahan untuk menuntaskan haus kafein.

Untuk saya lokasi Den Da pun sangat mudah dijangkau. Dari penginapan saya hanya membutuhkan 8 menit berjalan kaki. Mondar-mandir melewati Den Da Coffee jika pergi ke pantai membuat saya tak tahan untuk tak singgah. Den Da Coffee bereksterior kayu yang dibangun di dalam sebuah gedung tua yang dibiarkan tak direnovasi. Interiornya klasik dengan dinding-dinding yang sengaja dibiarkan terkelupas dengan langit-langit ruangan yang tinggi.

Kedai kopi ini berlantai dua dengan jendela-jendela kaca besar yang memungkinkan cahaya masuk dengan sempurna. Di tengah-tengah ruangan ada tanaman yang tumbuh meninggi. Semakin diperindah dengan lampu-lampu gantung yang jika malam tiba memberi cahaya yang romantis. Di lantai dua dipajang banyak sekali buku-buku dan pajangan antik. Ada koleksi kamera tua berikut dengan rantang dan buku-buku yang menguning. Menambah kesan klasik yang unik!

Dari lantai dua kamu bisa melihat kegiatan di lantai satu yang tak pernah sepi. Saya dan teman saya duduk di dekat jendela menghadap ke jalan. Rasanya asyik saja ngopi sambil memandangi manusia lalu-lalang. Di Den Da saya memesan hot caffee latte dan teman saya memesan (seperti biasa) ca phe sua da. Rasa kopinya biasa saja tapi ca phe sua da bolehlah untuk meredakan dahaga.

Tak cukup dengan kopi, kami tergoda dengan aneka dessert yang ada di Den Da Coffee. Awalnya sih tak berniat pesan tapi gegara melihat meja sebelah begitu segar menikmati dessert yang saya lupa namanya, kami pun ikutan pesan. Benar saja, semangkuk dessert yang terdiri dari pudding, segar dan isian yang rame cukup untuk kami berdua. Porsinya yang besar sepertinya harus dinikmati rame-rame baru bisa habis.

Den Da Coffee tidak memiliki menu filter coffee dan juga menu makanan. Di sini memang benar-benar hanya kopi, camilan dan dessert saja. Meski begitu kedai kopi ini nyaris tak pernah sepi pelanggan. Yang datang pun kebanyakan turis internasional yang singgah meredakan panas di luar. Maklum di sini dekat dengan pantai dan udara kadang panasnya tak santai.

Untuk saya Den Da Coffee begitu memesona karena suasana yang cantik dan ambience yang membuat betah berlama-lama. Saya sendiri menghabiskan waktu lebih dari dua jam di sini karena sambilan bekerja. Dan hebatnya meskipun ribut karena suara pengunjung dan mesin espresso yang bersahutan, Den Da Coffee tetap mampu memberi kesan nyaman yang membuat telinga aman. Ah, kedai kopi harusnya memang seasyik ini ya.

Den Da Coffee

6 Trần Quốc Toản, Phước Ninh,

Hải Châu, Đà Nẵng, Vietnam

9,286 total views, 169 views today

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.