SCAA CUPPING FORM; MENILAI KUALITAS KOPI

Tahap cupping merupakan hal penting dalam industri kopi, kopi akan dinilai kualitasnya, maka perlunya suatu standar penilaian yang diakui bersama; SCAA CUPPING SCORESHEET.

credit: sprudge

DIBALIK kopi yang tersaji secara nikmat hari ini, banyak orang yang berperan di dalamnya. Beberapa proses uji dilalui, demi menyajikan kopi yang sememangnya nikmat untuk kebutuhan penikmat kopi di era third wave. Duduk menyudut di ruang coffee shop, pesan kopi diseduh V60 dan menu cemilan lainnya, mungkin hanya sesederhana itu yang saya tau perihal kopi awalnya. Ternyata banyak pelaku yang mendedikasikan diri mereka hanya untuk menyempurnakan sajian kopi yang nikmat, kopi yang disaji untuk orang-orang seperti saya, yang terlalu sempit memaknai secangkir kopi hari ini.

Petani kopi yang merawat tanaman kopi mereka, seperti membesarkan bayinya penuh suka cita. Para roaster yang mentransfer bahasa green beans menjadi coffee beans. Barista yang senantiasa menyajikan sajian magis dengan segala keistimewaan rasa. Ini semua tidak akan berjalan dengan baik, bila tidak ada keahlian khusus untuk mengenal profil si kopi. Keahlian cupping memang harus dimiliki oleh mereka para pelaku kopi, terlebih mereka yang memburu kopi – kopi manca negara; eksportir dan importir. Dengan cupping process, memudahkan mengetahui bagaimana kualitas si kopi, tapi untuk melatih keahlian cupping bisa dibilang tidak mudah, perlu banyak latihan dan latihan. Untuk memudahkan latihan cupping, membiasakan diri menggunakan cupping scoresheet dapat mempermudah memahami kualitas biji kopi.

Cupping Scoresheet

Cupping bukan berarti hanya menilai kopi untuk menentukan kualitas baik atau buruknya si biji kopi. Kualitas kopi yang sememangnya sudah baik, perlu juga dicari seberapa konsisten karakter rasa yang dihasilkan. Maka perlu Cupping Scoresheet untuk memudahkan proses cupping ini. Cupping scoresheet dari SCAA adalah scoresheet yang diakui di industri kopi sampai sekarang ini. Dengan skala nilai 100 poin, “off grade” untuk kualitas kopi yang sangat rendah dan “super premium specialty” untuk kualitas terbaik.

credit: coffeeteaimagazine

Kopi dikatakan specialty adalah kopi dengan rasa yang konsisten, dan pastinya memiliki nilai di atas 80 poin. Nilai ini adalah hasil kumulatif dari hal – hal penilaian yang ada pada si kopi tertera di scoresheet, diantaranya.

Roast Color | Tingkatan roasting biji kopi, dari light roast hingga dark roast.

Fragrance/Aroma | Fragrance merupakan sisi aromatik biji kopi dalam keadaan sudah yang digiling, sedangkan aroma merupakan sisi aromatik dari biji kopi yang sudah digiling saat dibasahi oleh air panas.

Acidity | Keasaman yang ada pada kopi, apakah itu asam yang bersahabat ataupun tidak bersahabat. Namun scoring pada acidity ada sedikit perbedaan, bukan hanya scoring tapi ada pada tingkatan apa acidity tersebut, High acidy, Medium atau Low Acidity.

Body | Tekstur yang ada pada kopi, bagaimana karakter kekentalan saat kopi berada dalam mulut. Apakah nyaman dimulut, atau tidak nyaman sama sekali. Dibedakan antara high body, medium ataupun low body.

Flavor | Kombinasi karakter rasa yang ada seperti rasa sweet, sour, bitter, salty, pungent dengan aroma yang ada. Flavor ini dapat merujuk proses fermentasi yang dilakukan, sehingga jangan salah dari rasa saja cupper bisa tau dry process-nya

Sweetness | Sensasi manis di sini bukan seperti sensasi manis gula yang sangat jelas, walaupun samar pada kopi tetap ada sensasi manis yang muncul.

Clean Cup | Seberapa tingkat kebersihan karakter rasa, yang mana dari mulai menyesapnya hingga aftertaste apakah ada rasa lain yang mengganggu.

Balance | Seberapa harmonis rasa kopi yang dirasa, apakah ada yang berlebihan dari karakter rasa, ataukah ada yang hilang dari keseimbangan rasa kopi.

Uniformity | Konsistensi rasa yang ada pada kopi saat cupping di beberapa cup, apakah karakter rasa diantara cup yang banyak memiliki rasa yang berbeda atau tidak.

Aftertaste | Seberapa lama durasi yang singgah, bagaimana konsistensi rasa yang tertinggal di mulut. Apakah sangat jelas, atau terlalu cepat.

Overall | Bagaimana keseluruhan rasa kopi, apakah begitu kompleks namun tetap menarik, atau terlalu sederhana dan tak berkesan. Ini adalah penilaian personal cupper menilai keseluruhan si kopi.

Defect | Scoring pada kolom defect akan mempengaruhi final score, apakah karakter rasa terlalu berbeda diantara cup saat proses cupping.

Dan pada akhirnya, penilaian akan terkumulasi pada final score, yang mana nantinya penilaian inilah menjadi acuan apakah biji kopi tersebut bisa dikatakan specialty.

src: coffeestrategies.com img: coffeeteaimagazine

5,288 total views, 11 views today

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.