SEBAGAI PRAMUSAJI DI KEDAI KOPI HINDARI HAL INI

Ekspektasi penikmat kopi yang berkunjung ke kedai kopi tentu tidaklah sama.

MENIKMATI sajian kopi di kedai kopi bersama teman atau pun sendiri, semacam kebahagiaan yang sulit untuk dijelaskan. Ada yang pergi ke kedai kopi karena menginginkan suasana yang berbeda, tidak sedikit yang mencari kedai kopi untuk mendapatkan pengalaman ngopi yang berkesan. Tapi, bagaimana jadinya jika pramusaji di kedai kopi yang kita kunjungi melakukan kesalahan, pasti akan membuat mood ngopi tidak semenyenangkan di hari – hari sebelumnya. Pengalaman demikian pun pernah saya alami, pramusaji yang melayani kami mungkin sangat sigap menerima pesanan hanya saja ketika bertanya tentang menu, pramusaji kurang memahami menu yang mereka tawarkan. Nasib baik, kesalahan tersebut terminimalisir dengan kesigapan menerima pesanan dan tutur kata yang menyenangkan.

Beberapa pramusaji di kedai kopi kebanyakan kurang mengerti perihal penyajian kopi dan yang paling paham tentang sajian kopi adalah barista. Hanya saja, terkadang letak meja bar dan meja pengunjung tidak memungkinkan untuk menanyakan pesanan langsung, hingga akhirnya pramusaji datang untuk mengambil pesanan. Banyak juga kedai kopi yang mengharuskan pengunjung untuk mengambil pesanan di meja bar, sehingga interaksi memesan kopi lebih nyaman dan tidak ada kekeliruan. Pramusaji bertugas sebagai pengantar pesanan dari meja bar ke meja pengunjung, dan membantu hal lain yang dibutuhkan. Namun, sedikitnya ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan oleh pramusaji di kedai kopi.

credit: shutterstock

Kurang Mengetahui Isi Menu
Bayangkan jika pengunjung yang datang adalah penikmat kopi yang baru saja belajar, kemudian menanyakan sajian kopi apa yang nikmat menurutnya pramusaji. Jika pramusaji belum pernah merasakan tiap single origin yang ditawarkan, bagaimana bisa merekomendasikan sajian kopi yang belum pernah dicobanya. Kurang mengerti metode sajian kopi juga sering sekali terjadi, penikmat kopi yang ingin mencoba sajian kopi dari moka pot misalnya, hanya saja pramusaji tergagap ketika menjelaskan metode sajian kopi dengan moka pot. Maka ada baiknya menjadi seorang pramusaji di kedai kopi, harus merasakan keseluruhan sajian kopi yang ditawarkan, terlebih lagi jika kedai kopi juga melayani sajian makanan. Pramusaji harus ekstra, menguasai sajian kopi dan juga sajian makanan, sehingga tidak ada kekeliruan ketika pengunjung bertanya. Paling sering, ketika pengunjung bertanya perihal single origin apa yang digunakan di kedai kopi, namun pramusaji ternyata kurang memahami perbedaan single origin bahkan bisa saja tidak mengetahuinya sama sekali.

Mengantarkan Sajian Tidak Tepat Waktu
Pada kedai kopi yang memiliki pengunjung ramai, sering sekali terjadi kesalahan pengantaran sajian oleh pramusaji yang begitu lama, bahkan terkadang salah antar, atau komunikasi yang kurang kepada barista sehingga pesanan lama untuk disajikan. Sajian kopi akan berkurang daya tariknya jika suhu sajian menurun, maka perlu menyajikannya tepat waktu, namun lain cerita jika suhu sajian menurun setelah disajikan ke meja pengunjung. Pramusaji harus lebih teliti, meja pengunjung yang sudah memesan dan memastikan pesanan diantarkan tepat waktu. Paling sering, kesalahan yang terjadi pada kedai kopi yang juga menyajikan sajian makanan, pesanan yang diantar tidak bersamaan, sajian kopi terlebih dahulu atau pun sajian makanannya, sekilas hal ini tidak menjadi masalah, tapi untuk beberapa orang pesanan yang dipesan harus diantar bersamaan.

Membuat Pengunjung Tidak Nyaman
Kenyamanan menikmati sajian kopi adalah tanggung jawab seluruh pekerja di kedai kopi termasuklah pramusaji. Namun terkadang, ada kesalahan yang tanpa sadar membuat pengunjung kurang nyaman. Pramusaji yang terkesan terlalu memantau aktifitas pengunjung akan sangat mengganggu, walau pun niatnya untuk memastikan tiap pesanan pengunjung sudah terselesaikan, tapi jika terlalu dekat tidak baik untuk privasi pengunjung. Bahkan, mengambil cangkir atau pun piring di atas meja pengunjung harus menunggu momen yang tepat, agar tidak terkesan mengganggu atau mengusir pengunjung. Tapi, beberapa kedai kopi dengan pengunjung yang ramai, membersihkan cangkir dan piring dari meja pengunjung selagi pengunjung masih duduk, seperti dimasukkan ke dalam SOP (standar operasional prosedur) agar pengunjung bergantian dengan pengunjung lainnya yang datang, atau menambah pesanan lain. Hal ini akan membuat pengunjung merasa ditekan, untuk segera pergi atau pun semacam dipaksa untuk mengambil pesanan tambahan.

Semenarik apa pun sajian kopi di kedai kopi, jika para barista atau pun pramusaji yang bekerja tidak mampu menciptakan suasana nyaman untuk meneguk secangkir kopi yang dipesan oleh pengunjung, maka jarang pengunjung akan kembali dengan senang hati. Bagimana menurut kamu, pernah mempunyaji pengalaman dengan pramusaji di kedai kopi?

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.