SEDUH MANUAL DAN 3 KEISTIMEWAANNYA

Seduh kopi dengan metode manual ibarat berlayar menggunakan sampan yang didayung pelan. Menyeduh manual berarti menikmati tiap proses, seperti mendayung yang menikmati pemandangan sekitar perlahan-lahan.

SAYA sering dipandangi dengan tatapan heran oleh keluarga di rumah yang nota bene bukan penikmat kopi. Mereka mungkin menganggap saya kurang kerjaan karena untuk secangkir kopi saja saya rela repot-repot. Memanaskan air, melipat saringan kertas, menggiling kopi menual, menimbang dan menyeduh. “Seduhnya lebih lama dari minumnya,” begitulah kata mereka saat saya mulai ‘ritual’ ini. Tapi untuk mereka yang mengerti, menyeduh dengan cara manual memiliki banyak keistimewaanya. Ya, setidaknya menurut saya ada tiga hal yang membuat menikmati kopi dengan cara ini begitu berbeda.

Meditasi Menuju Nirwana Kenikmatan

Tidak berlebihan Ben dalam film Filosofi Kopi 2 mengatakan bahwa menyeduh adalah meditasi. Karena demikianlah memang adanya. Saya bangun (agak) pagi, tak bisa berpikir jernih dan langsung mempersiapkan ‘upacara seduh ini’. Dalam pikiran yang yang masih jernih ini menyeduh serasa meditasi yang memusatkan saya pada satu hal saja: kopi. Saya tak memikirkan kisruhnya kerjaan, ruwetnya masalah hidup dan remeh-temen lainnya. Menyeduh perlahan dengan aroma kopi sebagai aromaterapinya. Sedang hasil akhir adalah nikmat hebat yang mungkin saja menjelma ‘nirwana’ dalam tegukan.

Melatih Kesabaran dengan Cara yang Asyik

Mereka yang memiliki sifat tidak sabaran seperti saya memang paling pas berlatih menyeduh dengan cara manual apalagi menggunakan metode pour over coffee. Proses seduhnya memang hanya tiga menitan, tapi persiapan sebelum pouring itu cukup memakan waktu. Tapi cara seduh nan menguji sabar ini membuahkan hasil yang memuaskan. Ya, apalagi kalau bukan nikmat kopi yang tiba tepat waktu di tegukan. Belajar sabar, belajarlah seduh manual.

Tak Perlu Daya Listrik, yang Kamu Butuh Cuma Trik

Namanya juga manual, pastilah dilakukan dengan tenaga saja tanpa bantuan daya listrik dan lain semacamnya. Jadi kamu tak perlu bergantung pada apapun. Proses seduhnya juga bisa dilakukan di mana saja tanpa kendala apapun. Karena tak perlu listrik, maka yang kamu butuhkan cuma trik jitu saja bagaimana agar kopi yang dihasilkan bisa sesuai ekspektasi. Pun metode seduh manual ini mampu mengajak kamu bereksperimen agar lahirlah beragam cita rasa yang nikmatnya tak diduga-duga.

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.