SEJARAH SINGKAT TENTANG KAFEIN

Beberapa penikmat kopi minum kopi karena ingin mengambil manfaat dari kafein yang terkandung pada kopi, untuk memaksimalkan kinerja hariannya, atau sekadar untuk terjaga mengoptimalkan tubuh di berbagai aktifitas. Bukan dalam kurun waktu yang sebentar kafein ada di tengah-tengah masyarakat pecinta kopi, dan menjadi tren hingga sekarang ini. Kafein telah ada sejalan dengan peradaban manusia.

KAFEIN yang kita ketahui hanya terkandung pada kopi, tapi sebenarnya kafein juga terkandung di beberapa bahan makanan dan minuman. Salah satunya minuman bersoda tapi tidak semua minuman bersoda mengandung kafein, sekitar 21-41 gram kafein terkandung. Dan yang lainnya seperti teh, cokelat, es krim, kuaci bunga matahari dan beberapa pil diet dan pil pereda nyeri juga mengandung kafein. Tanpa kita sadari kafein ada di hampir setiap kebutuhan manusia, tapi jauh sebelum berkembang seperti sekarang ini, kandungan kafein memiliki cerita yang menarik. Izinkan saya menceritakannya kembali, ringkasan dari beberapa artikel mengenai kafein.

KISAH KAFEIN PADA KOPI DAN TEH

Jika pertanyaannya kapan kafein pertama kali dikonsumsi, mungkin jawabannya pada zaman batu kafein sudah dikonsumsi, mengingat pola konsumsi pada zaman batu belum mengenal pengolahan bahan makanan seperti memasaknya, jawaban ini tidak bisa dijadikan jawaban yang terverifikasi. Sehingga yang paling mendekati, adalah ditemukannya minuman teh untuk pertama kalinya, walaupun belum mengenal istilah kafein pada masa itu, teh menjadi minuman yang paling menarik.

credit: octavius.in

Sekitar tahun 3000SM, kisah ini sangat familiar hingga sekarang dalam sebuah monografi karya penulis lama China bernama Lu Yu (760-762M) yang hidup masa Dinasti Ming menjelaskan teh pertama kali ditemukan dan menjadi hidangan minuman sampai sekarang. Legenda Mongolia itu tertulis bagaimana secara tidak sengaja minuman teh ditemukan. Kaisar China bernama Shennong yang memerintah pada masa itu menemukan beberapa daun jatuh ke air mendidih, dan mengeluarkan harum yang wangi serta tidak hanya itu saja harum dari daun yang terkena air mendidih itu memberikan stimulus pemulihan bagi tubuh.

Jika mengacuh ke kafein yang terkandung pada kopi, mitos ini sangat populer pastinya di kalangan penikmat kopi bahwa penemu pertama kopi. Legenda ini berasal dari Ethiopia sekitar 1000 SM menjelaskan bagaimana seekor kambing tidak sengaja merumput namun menemukan ceri kopi yang kemudian si kambing menjadi terlalu aktif dan terjaga sepanjang hari. Dan kemudian pengembala mulai menelusuri penyebab kambingnya menjadi aktif. Namun, secara jelas biji kopi belum ditemukan sebagai minuman yang bermanfaat bagi tubuh, hanya sekadar asumsi-asumsi yang berkembang dari isu penemuan biji kopi oleh kambing itu sendiri.

credit: wallpaperup.com

Dan kemudian, kafein pada kopi untuk pertama kalinya tertulis pada buku berjudul “Umdat al safwa fi al-qahwa” yang menelusuri sejarah dan menjelaskan kontroversi tentang kopi. Pada buku ini penulisnya Malaye Jaziri di tahun 1587 menceritakan bagaimana seorang Syekh bernama Jamaluddin Al-Dhabhani, menggunakan kopi dan mengambil manfaatnya pada tahun 1454 agar terjaga ketika melakukan ibadah, dan menjadi berkembang di abad ke-15 bahwa kopi membantu para Sufi Yaman untuk terjaga menjalankan ibadah agama. Walaupun demikian sebelumnya ada literatur kedokteran asal Persia di abad ke-9 yang menyebut kata “bunchum” dan mengacu pada tanaman kopi.

Jika saya boleh menyimpulkan, penggunaan kafein pada masa awalnya sangat populer dimanfaatkan sebagai sajian untuk pemulihan tubuh dan juga membantu tubuh tetap segar saat ritual agama. Sampai sekarang pun, pada kadar tertentu kafein sangat membantu kesehatan tubuh. Sebab kandungan kafein yang terdapat pada teh atau kopi mempengaruhi beberapa bagian sistem sarat pusat. Salah satu efek yang ada pada kafein adalah kemampuannya yang mengurangi kelelahan fisik dan mencegah kantuk.

src: scienceofcooking.com deathwishcoffee.com id.wikipedia.org img: usatoday

 

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.