SEKILAS BAGAIMANA KANDUNGAN AIR PENGARUHI RASA KOPI

Air bisa dibilang elemen terpenting dari sajian kopi, mengapa demikian? Sebab pada sajian kopi secara garis besar terdiri dari sekitar 98% kandungan air. Nah, lalu bagaimana kandungan air dapat mempengaruhi profil rasa dari kopi.

BAGAIMANA minuman kopi tersaji tidak terlepas dari metode apa yang digunakan untuk penyajiannya. Apakah itu sajian espresso yang dibuat secara singkat tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengekstraksi rasa kopi, atau sajian manual brewing yang mengedepankan elegansi dalam ritual seduh apa pun metode sajiannya. Tiap orang tentunya berbeda menilai alat seduh bagaimana yang sesuai untuk seduhan pribadi mereka. Ada yang begitu memfavoritkan ritual seduh Aeropress, tidak sedikit yang menikmati menyeduh menggunakan dripper, dan tentunya banyak lagi alasan tiap orang mencintai alat seduh pribadi mereka.

Menyeduh kopi memang perihal bagaimana kepiawaian seseorang menggunakan alat seduh, namun bukan itu saja. Menyeduh kopi juga harus melibatkan perasaan, perasaan yang bagaimana, perasaan yang dapat menganalogikan elemen penting dalam sajian kopi. Salah satu elemen penting dalam menyeduh kopi adalah air, nah berikut sekilas bagaimana kandungan pada air dapat mempengaruhi rasa kopi.

Scott Rao merekomendasikan standarisasi air yang digunakan untuk menyeduh kopi, dalam bukunya juga menjelaskan bagaimana kandungan air dapat mengekstraksi kopi hingga menjadi rasa yang nikmat.

TDS pH Hardness Alkalinity
120-130 ppm 7.0 70-80 mg/L 50 mg/L

 

credit: sevenmiles.com.au

KANDUNGAN PADA AIR

Total Dissolved Solids | Secara sederhana diartikan seberapa kemampuan air melarutkan zat padat, dalam hal ini bubuk kopi. Jika TDS terlalu tinggi, kemampuan air untuk melarutkan suatu zat melemah dan tidak dapat mengekstraksi bubuk kopi secara optimal. Bubuk kopi diseduh dengan air yang menunjukkan TDS tinggi akan menampilkan karakter rasa yang membosankan. Sebaliknya jika air yang digunakan untuk menyeduh kopi terlalu rendah nilai TDS, air akan menghasilkan karakter rasa kopi yang kaku dan hampir serupa rasa yang mentah.

Hardness | Kandungan mineral tertentu yang terkandung pada air, umumnya ion kalsium dan magnesium. Namun sebenarnya, total hardness pada air tidak mengurangi potensi yang ada pada kopi ketika diseduh. Pada kasus sajian espresso menggunakan mesin epsresso, hardness pada air mempengaruhi peforma air itu sendiri ketika berada di dalam wadah pemanas dan pipa alirannya, dalam hal ini mempengaruhi potensi heat exchanger, flow restrictior, elemen pemanas lainnya, serta banyak lagi. Scott Rao menjelaskan, Hardness pada air membantu seduhan kopi menjadi optimal, namun mengurangi potensi mesin.

Alkaline | Air dengan kadar alkalin yang tinggi menyebabkan kemungkinan rasa kopi akan menjadi terlalu biasa tak menyenangkan. Sebab kadar alkalin pada air menetralkan kadar asam yang ada pada kopi, sebabnya rasa kopi menjadi terlalu biasa. Sedangkan, air dengan kadar alkalin yang rendah lebih menjelaskan karakter asam pada kopi ketika diseduh, namun jika terlalu rendah akan cenderung asam yang pahit.

Acidic | Kandungan asam pada air, dapat menciptakan rasa yang seimbang ketika menyeduh kopi. Namun jika kadar asam pada air dan alkalin yang rendah, akan meningkatkan proses korosi terlalu cepat.

src: The Professional Barista’s Handbook by Scott Rao img: Business Insider

3 Comments
  1. wah hebat nii pengetahuan soal seduhan kopi yg benar
    btw bagaimana mengukur nilai . TDA yg tepat dan pH juga Hardness ,Alkalinity pak ?
    mohon pencerahannya . Please

  2. trus bagaimana dan dengan cara apa kita bisa mengetahui kandungan semua itu di air yang kita gunakan untuk menyeduh kopi nya? Terimakasih

  3. Langsung ke intinya saja min,air apa yg pas utk seduh kopi yg terbaik apakah air tanah,pam,isi ulang atau air mineral dlm kemasan (galon atau botol)??

Leave a Reply

Your email address will not be published.