SEKILAS BISNIS SPECIALITY COFFEE SHOP DI TAHUN 2018

Dari tahun ke tahun, perkembangan kedai kopi speciality semakin banyak mengalami peningkatan. Di samping perjalanan teknologi yang terus berkembang, pemanfaatannya sebagai sarana feedback antara pelanggan dan pemilik kedai kopi, menjadi titik terang keberlangsungan bisnis kedai kopi speciality. Dengan memanfaatkan peluang yang ada pasti akan membuat kedai kopi mendatangkan pemasukan, namun pun demikian, bukan berarti tidak ada tantangan ketika menjalankannya.

SEMAKIN ke sini, bisnis kedai kopi penuh dengan persaingan untuk menarik pelanggan yang datang berkunjung dan menikmati kopi di kedai kopi mereka. Segala strategi konvensional pun diterapkan seperti discount, voucher, thematic season dan lainnya. Tidak sedikit juga pemilik kedai kopi, mengintegrasikan promosi-promosi yang sedang viral di jejaring dunia maya, menggunakan media sosial untuk mendapatkan awareness khalayak ramai. Sedikit bahasan tentang strategi yang banyak diterapkan, pasti tentunya masih banyak lagi rencana-rencana bisnis kedai kopi yang akan dilakukan pemilik kedai kopi, salah satunya konsep.

credit: chroniclelive.co.uk

Umumnya perbedaan yang paling jelas dalam kedai kopi memiliki dua perbedaan, kedai kopi take away dan juga kedai kopi pada umumnya.

  • Kedai kopi take away ini muncul karena kebutuhan yang begitu besar akan kopi, namun waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkannya relatif sedikit. Perlahan muncul konsep drive thru, menikmati kopi tanpa harus duduk di kedai kopi, memesannya dari kendaraan dan kemudian pergi. Belum lagi, perkembangan teknologi yang memungkinkan seseorang memesan kopi hanya dari aplikasi smartphone, dan kemudian datanglah kopi itu. Di Indonesia sendiri, terbilang belum ramai yang memanfaatkan fitur pemesanan online dari aplikasi, mungkin mengingat sajian kopi yang datang tidak panas lagi, itu juga menjadi tantangannya menggunakan pelayanan pemesanan melalui smartphone.
  • Kedai kopi secara umum masih menggunakan strategi konvensional, di mana orang yang datang pesan kopi, dan kemudian duduk menikmati kopi mereka di kedai kopi. Dari sini, kedai kopi pasti akan berpikir keras menawarkan suasana yang tidak hanya nyaman tapi memiliki konsep yang khas, untuk mengambil daya tarik pengunjung. Ada yang memiliki konsep minimalis pada dekorasi kedai kopinya, ada juga yang menggunakan konsep sajian dengan mengkombinasikan makanan yang dapat meningkatkan karakter rasa kopi, dan sering dikenal dengan sebutan coffee pairing, dan banyak lagi konsep yang diterapkan pemilik kedai kopi, yang harapannya bisa membantu meningkatkan penjualan kedai kopi mereka. Tantangannya di konsep ini, konsistensi menyajikan kopi speciality, karena beberapa yang awalnya memulai bisnis kedai kopi perlahan malah fokus menjadi cafe.

Tentang dua hal yang demikian, jika berkunjung ke negara maju seperti Jepang dan Australia, kopi seperti menjadi kebutuhan yang tak bisa absen bagi mereka. Banyak orang mengantri di coffee shop untuk mendapatkan kopi mereka dengan cara take away tanpa duduk lama berdiam di coffee shop. Jika kita bandingkan dengan kebiasaan penikmat kopi di Indonesia seperti sekarang ini. Hampir di tiap coffee shop, masih banyak yang pergi ke kedai kopi karena tuntutan lifestyle, bahkan ada juga yang duduk di coffee shop membawa laptop untuk memanfaatkan akses wifi kedai kopi dan kerja.

credit: gotrip.hk

Tak heran, melihat kebiasaan penikmat kopi di negara maju yang menjadikan kopi sebagai kebutuhan, tidak banyak kita dapati mereka duduk diam berlama di coffee shop. Dan kebiasaan ini juga yang menciptakan tren konsep coffee shop tanpa space di sudut-sudut kota besar di Jepang. Coffee shop tidak banyak menyediakan space besar dan tidak banyak menyediakan tempat duduk, karena rata-rata pengunjungnya menikmati kopi hitam ataupun milk based coffee, setelah teguk kemudian pergi. Dan mereka yang membutuhkan manfaat kafein lebih memilih take away dan melanjutkan aktifitasnya. Namun, perlu diingat juga, cost untuk menyewa tempat dan perlengkapan pastinya lebih mahal.

Nah, di Indonesia jika boleh saya menyimpulkan yang menjadi tantangan untuk bisnis kedai kopi speciality sebenarnya tentang konsistensi, selalu menyediakan kopi terbaik untuk pengunjung. Belum lagi, produksi yang kadang tidak tentu sebab masalah iklim dan juga penyakit tanaman, membuat pasokan biji kopi berangsur sedikit, dan tak mampu memenuhi kebutuhan kopi. Akhirnya, pemilik kedai kopi dihadapkan dengan pilihan, menunggu pasokan origin khas atau mencoba origin baru. Walau bukan permasalahan serius, tapi siapa yang tau pengunjung datang karena sudah mengenal rasa khas yang disajikan sebelum-sebelumnya.

Tantangan memulai bisnis kedai kopi di era teknologi, mungkin bisa jadi terletak pada diri kita sendiri sebagai pemilik kedai kopi, memilih konsisten menyajikan kopi spesiality atau mundur dan fokus menyajikan makanan serta menjadikan kopi hanya peneman sajian makanan.

src: Speciality Coffee Business Oopportunities and Challenges in 2018 by Ed Arvidson – coffeetalk magazine img: tokyocoffee.org

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.