SEKILAS TENTANG TAMPING ESPRESSO

Menghasilkan espresso terbaik melibatkan banyak proses. Salah satunya proses tamping.

Tamping atau dalam Bahasa Indonesia disebut dengan memadatkan (espresso) adalah salah satu langkah yang tak mungkin dilewatkan barista sebelum meracik kopi nikmat. Kita mungkin sering melihat dari balik coffee bar, para barista melakukan gerakan menekan dengan siku berbentuk 90 derajat dengn alat yang disebut tamper ke dalam portafilter. Bagi orang awam, kegiatan tamping ini mungkin tak dianggap penting. Tapi sesungguhnya kegiatan ini adalah titik awal terciptanya secangkir espresso yang sempurna.

Seberapa Penting Proses Tamping?

Tamping adalah cara barista untuk memadatkan bubuk kopi (untuk menghasilkan espresso) agar menyatu erat ke dalam portafilter. Bubuk kopi ini haruslah merata agar tak terjadi hal-hal yang diinginkan. Itu kenapa diperlukan sedikit tenaga dalam proses ini. Semakin rata dan padat bubuk kopi maka akan semakin baik hasil kopi. Karena setelah portafilter dimasukkan ke dalam mesin espresso, maka air dengan tekanan tinggi akan keluar dari mesin dan menghasilkan esktraksi lalu terciptalah espresso.

Coffee Tamping
Coffee Tamping

Pentingnya tamping untuk membantu proses ekstraksi adalah agar memberikan sedikit ruang di bagian atas kopi ke tempat dimana air akan keluar dari mesin. Karena bubuk kopi yang telah basah akan mengalami perubahan ukuran (sedikit lebih besar dari sebelum dibasahi), yang kadang memberikan hasil yang tak diduga-duga. Alasan lain adalah karena terkadang air tak mau keluar dengan sempurna. Air terkadang tidak memberikan tekanan yang sesuai untuk melakukan ekstraksi dan mengeluarkan cita rasa terbaik. Jika bubuk kopi dipadatkan dengan baik maka air akan dengan mudah memasuki celah karena ada jarak antara portafilter dan tempat keluarnya air.

Bagaimana Metode Terbaik Tamping?

Barista di sebuah coffee shop akan melakukan proses tamping berkali-kali karena banyaknya pelanggan yang memesan kopi. Mereka yang pemula mungkin akan pegal jika tidak mengetahui trik terbaiknya. Jika kamu ingin melakukan proses tamping pastikan siku berada di posisi 90 derajat atau tegak lurus. Tamper dipegang dengan ibu jari dan telunjuk di sisi kanan kirinya agar kopi merata seluruh sisinya. Lalu lakukan penekanan perlahan dengan menumpu berat tubuh pada tamper. Tak perlu menekan sekuat tenaga dengan tamper diputar-putar. Selain itu jangan lupa meratakan bubuk kopi sebelum melakukan proses tamping. Tak hanya itu sangat disarankan untuk menimbang kembali bubuk kopi yang sudah masuk ke dalam portafilter sebelum kamu melakukan proses tamping. Akurasi tak bisa disepelekan.

Posisi yang benar saat melakukan tamping
Posisi yang benar saat melakukan tamping

Rekomendasi Tamper Untuk Barista

Ada banyak sekali jenis tamper yang tersedia di pasaran. Tamper diciptakan dari berbagai material, ukuran serta desain. Disarankan memilih tamper yang nyaman pada saat dipegang. Karena setiap orang memiliki ukuran dan bentuk tangan yang berbeda, sangat disarankan untuk memilih tamper yang nyaman dalam genggaman. Tamper seperti Pullman Barista Tamper dan Motta Tamper adalah dua nama yang dikenal sebagai tamper terbaik. Kedua brand ini juga memiliki banyak jenis material dan desain yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kamu.

 

Disunting dari drinks.seriouseats.com

Foto dari coffeemeetstea.com, enterprisealive.co.uk, cremacoffeehouse.com.au

barista

 

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

3 Comments
  1. Mantap..berguna banget buat barista pemula kayak gue, pas proses tamping sering kopinya gak rata..bingung salahnya dimana, eh pas udah rata malah kurang tekanan

  2. Yang membedakan jenis2 dan harga tamper apakah hanya desain saja atau ada spesifikasi tertentu yang membedakan kualitas dan harga diluar desainnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published.